
Dalam perjalanan pulang, mereka berhenti saat lampu merah. Fiona melirik toko ice cream dari kaca mobil. Entah kenapa ia ingin sekali memakan ice cream nya. Kendrick yang menyadari Fiona sejak tadi melihat ke toko ice cream mengerutkan kedua alisnya. Ia kemudian menepikan mobilnya membuat Fiona menatap Kendrick seolah bertanya. Kendrick turun dari mobilnya dan memesan ice cream sundae dengan rasa yang berbeda-beda. Fiona membuka kaca mobilnya dan melihat Kendrick yang sedang berbicara dengan penjual ice cream.
"Apa ini untuk istri anda?" tanya wanita penjaga toko ice cream. Kendrick hanya tersenyum.
"Istri anda cantik sekali," ujar wanita itu melirik sekilas ke arah Fiona.
"Terima kasih untuk pujiannya," balas Kendrick. Ia kemudian memberikan selembar uang dan pergi.
Kendrick masuk ke dalam mobilnya dan memberikan ice cream yang dibelinya pada Fiona.
"Makanlah, aku tau kamu ingin makan ice cream," ujar Kendrick memakai kembali seatbealtnya. Fiona yang mendengar itu melongo. Sepertinya Kendrick melihatnya menatap toko ice cream itu.
"Ayo makan, nanti ice creamnya mencair. Kenapa kamu hanya diam saja," tuka5s Kendrick. Fiona refleks tersentak.
"Terima kasih Paman Ken," balas Fiona.
"Huh.. panggilan itu lagi," ucap Kendrick ketus dan menyalakan mesin mobilnya. Keduanya melanjutkan perjalanan pulang.
"Apa semuanya lancar tadi?" tanya Kendrick melirik Fiona. Wanita itu mengangguk sembari fokus menikmati ice cream nya. Rasanya kendrick menyesal membeli ice cream itu karena perhatian Fiona sepertinya lebih banyak pada ice creamnya.
****
Malam harinya Kendrick masuk ke kamar Fiona, pria itu melepas alas kakinya dan naik ke atas tempat tidur.
Dengan tak sabar ia memeluk tubuh Fiona dari belakang. Menghirup aroma wanita itu dalam-dalam.
"Aroma mu sangat memabukkan sayang.." bisik Kendrick mengecup leher Fiona. Tangannya mengusap lembut paha Fiona.
Fiona yang merasakan sesuatu yang basah dan rasa geli di lehernya membuka kedua matanya. Wanita itu memutar tubuhnya. Betapa terkejutnya ia saat melihat pria yang ada di depannya.
"Pa.. Paman Ken," gumam Fiona mendorong tubuh Kendrick hingga menjauh darinya.
"Sudah ku katakan panggil aku Kendrick," ujar Kendrick menindih tubuh Fiona.
"Ap__"
"Mmppptthhh.." Kendrick memotong pembicaraan Fiona dengan menciumnya rakus. Fiona mencoba mendorong tubuh Kendrick sekuat tenaganya namun tidak bisa. Tenaga pria itu sangat kuat. Fiona seperti mencium bau alkohol dari tubuh Kendrick. Sepertinya pria itu baru saja minum dan mabuk. Kendrick membawa kedua tangan Fiona ke atas kepala wanita itu dan menggenggamnya dengan kuat agar Fiona tidak bisa memberontak.
Kendrick yang merasakan wanita dibawahnya hampir kehabisan nafas langsung melepaskan ciumannya.
"Aku akan menghukum mu seperti ini jika kamu tidak memanggil nama ku saat kita sedang berdua," tukas Kendrick menyeringai menatap Fiona yang sedang ngos-ngosan.
"Lepaskan aku, sepertinya paman sedang mabuk sekarang," ujar Fiona memberontak dengan menggerakkan tubuhnya agar terlepas dari Kendrick.
"Sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu," tanpa aba-aba, Kendrick mencium kembali bibir Fiona dengan paksa.
Lagi-lagi, saat merasakan Fiona hampir kehabisan nafas, Kendrick melepaskan bibirnya.
"Masih ingin memanggilku seperti itu?" tanya Kendrick menatap lekat wajah Fiona. Kontan Fiona menggelengkan kepalanya dengan deru nafas yang menggebu-gebu.
"Bagus.." ucap Kendrick menenggelamkan kepalanya di dada empuk Fiona. Melepaskan tangan Fiona dan memeluk erat tubuh wanita itu.
Fiona terdiam kaku dengan posisinya yang sekarang.
"Pam.. ma... maksud ku Ken. Menjauh lah dari tubuh ku," ucap Fiona terbata mendorong tubuh Kendrick. Degup jantungnya berdetak sangat cepat. Posisi mereka yang seperti ini membuatnya tidak nyaman.
Fiona kembali mendorong tubuh Kendrick, namun pria itu semakin mengeratkan pelukannya.
"Jangan bergerak-gerak Fiona, aku sedang mengantuk. Jangan mengganggu tidur ku," gumam Kendrick.