Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 55: Bukankah Kamu Juga begitu



Shopie bergegas menemui Mark setelah persidangannya dengan Kendrick selesai. Keduanya akhirnya resmi bercerai. Hak asuh Sean juga jatuh ditangan Kendrick.


"Mark... Mark..." panggil Shopie masuk ke dalam rumah milik Mark.


"Mark.. ka__" Shopie tampak terkejut saat melihat Mark sedang bermesraan dengan seorang wanita di dalam kamarnya.


"Mark.. apa-apaan ini," ucap Shopie tidak menyangka jika Mark ternyata mengkhianatinya.


Dengan santainya, Mark berdiri seolah tidak terjadi apa-apa.


"Seperti yang kamu lihat Shopie," balas Mark menghardik bahunya.


"Sialan kamu.. bukannya membantu ku di persidangan, kamu malah berduaan dengan jala.ng ini," ucap Shopie marah menatap tajam ke arah wanita yang sedang duduk di sofa.


"Tutup mulut mu Shopie, kamu yang ja.lang sialan. Jangan pernah sekalipun mengatakan hal-hal buruk padanya," ucap Mark membentak Shopie. Tidak terima wanitanya dihina oleh siapapun.


"Ck.. jadi selama ini kamu juga bermain dibelakang ku Mark," kata Shopie menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bukankah kamu juga begitu," balas Mark meledek Shopie.


"Kamu pikir aku mendekati mu kembali karena masih mencintai mu? ck... kamu salah besar Shopie. Aku bukan pria bodoh. Aku hanya ingin kamu merasakan apa yang kurasakan saat dimana kamu memilih Kendrick saat itu. Kamu mengkhianati ku Shopie. Hanya karena aku tidak sekaya Kendrick pada saat itu. Kamu memanfaatkannya untuk mengangkat karirmu saja. Sekarang kamu sudah tau bagaimana rasanya ditinggalkan bukan," tukas Mark dengan senyum mengejeknya. Shopie mengepalkan kedua tangannya.


"Katakan jika kamu sedang berbohong Mark, lalu kenapa selama ini kamu menikmati setiap malam panas yang kita lewati. Kamu bahkan selalu mengucapkan kata cinta pada ku," ujar Shopie.


"Itu hanya akting saja Shopie. Lagi pula kamu sendiri yang menyodorkan dirimu," balas Mark dengan santainya.


"Brengsek..." pungkas Shopie marah menutup pintu dengan keras. Ia pikir setelah berakhir dengan Kendrick ia masih bisa bersama dengan Mark.


"Mark.. kita putus," ucap Rosaline pergi. Wanita itu merasa sedang dipermainkan.


"Sayang.. Rose.. dengarkan penjelasan ku dulu," pungkas Mark mengejar Rosaline. Mark lupa jika ada Rosaline disana.


"Cukup Mark, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi," ucap Rosaline kecewa. Mark menarik tangan Rosaline dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Aku tidak akan melepaskannya, aku tidak ingin kamu pergi," ujar Mark.


"Mark.. jangan membuatku semakin marah. Lepaskan aku. Aku ingin menenangkan diri dulu," ucap Rosaline dengan suara bergetar. Ia tidak bisa membendung air matanya lagi. Refleks, Mark melepaskan pelukannya.


"Rose a__"


"Aku ingin sendiri Mark.." ucap Rosaline pergi meninggalkan Mark yang sedang mematung ditempatnya.


*****


Fiona tidur dengan memeluk foto Sean yang ada di ponselnya. Ia sangat merindukan anak itu. Ia berharap memimpikan anak itu lagi malam ini.


"Mommy merindukan mu sayang.." gumam Fiona menatap layar ponselnya.


"Kami juga merindukan mu sayang..." ucap seseorang. Suara itu seperti tak asing bagi Fiona. Ia memutar tubuhnya dan terkejut melihat siapa yang berdiri di tepi ranjangnya.


Fiona bangun, mengucek kedua matanya seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ke..Ken.." gumam Fiona turun dari atas tempat tidurnya.


"Ke...kenapa kalian ada disini.." gumam Fiona mengerjapkan kedua matanya berkali-kali.


"Apa aku sedang bermimpi.." gumamnya lagi.


"Tidak sayang.." ucap Kendrick mendekati Fiona lalu mengecup kepalanya.


"Ken..." ucap Fiona memeluk tubuh Kendrick lalu menagis. Melihat Kendrick disana, membuatnya melupakan janjinya.


Seolah tersadar, Fiona lalu melepaskan pelukannya membuat Kendrick mengerutkan kedua alisnya.


"Ken, kenapa kalian datang ke sini," ucap Fiona ingin sekali menggendong Sean. Anak kecil itu juga sepertinya ingin digendong Fiona.