Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 24: Kamu Juga Milikku



Setelah Kendrick menghubungi Elvis, Kendrick menarik tangan Fiona menuju kamar khusus yang ada di ruangannya.


"Ken.. hentikan. Kamu mau membawa ku kemana?" tanya Fiona mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Kendrick.


Kendrick membuka pintu kamarnya dan mendorong pelan tubuh Fiona ke dalam. Kendrick mengunci pintu dan menyimpan kuncinya ke dalam kantong celananya.


"Jangan bilang kamu sengaja mengatakan pada bibi Shopie untuk mengantar berkas itu," tukas Fiona akhirnya menyadari tujuan Kendrick.


Kendrick tersenyum menyeringai, "Bisa dikatakan begitu. Tapi aku tidak berbohong soal berkas itu memang tinggal di rumah. Aku buru-buru dan melupakannya tadi pagi. Aku sengaja meminta Shopie untuk menyuruhmu mengantarnya," tukas Kendrick berjalan mendekati Fiona. Refleks Fiona mundur.


"Berhenti di sana Ken, aku harus pulang sekarang juga," pungkas Fiona.


"Tidak sayang, kita akan pulang setelah kita melakukan sesuatu yang panas," ucap Kendrick.


Fiona berhenti saat punggungnya bersentuhan dengan dinding. Kendrick menyeringai dan menghimpit tubuh kecil Fiona dengan tubuh jangkungnya. Memegang dua tangan Fioana dan tidak membiarkan Fiona mengelak untuk kabur.


"Ken, lepas.. " Fioana memberontak.


"Aku merindukan mu, beberapa hari ini tidak bisa mencium aroma tubuh mu," gumam Kendrick menenggelamkan kepalanya di leher Fioana, menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu. kendrick mencium leher Fiona.


"Berhenti Kendrick, jangan lakukan ini," tukas Fiona menangis. Kendrick diam, saat mendengar isakan tangis pilu dari Fiona. Kendrick memejamkan matanya, mengeraskan rahangnya.


"Sial.." ucap Kendrick kuat meninju tembok di samping kepala Fiona. Wanita itu tersentak, menatap takut wajah Kendrick yang sedang menahan amarahnya.


"Baru kali ini aku selalu di tolak oleh wanita," ucap Kendrick menatap tajam Fiona. Kendrick terbiasa di puja oleh para wanita dan dengan mudah mendapatkan wanita dengan uang dan kekuasaannya. Tapi untuk Fiona, rasanya sangat sulit.


"Kenapa kamu selalu menolak ku Fiona," ucap Kendrick lirih menjatuhkan kepalanya di bahu Fiona.


Fiona diam membeku di tempatnya. Inikah Kendrick, si pemaksa dan selalu mendapatkan keinginannya dengan mudah. Entah kenapa pria itu terlihat putus asa sekarang.


"Kamu juga milikku Fiona," balas Kendrick. Membuat Fiona terbelalak. Kendrick sungguh egois.


"Aku tau kamu juga memiliki rasa pada ku, kamu tidak bisa membohongi ku Fiona, kamu selalu menerima sentuhan dari ku," ucap Kendrick menyingkap gaun Fiona dan mengusap lembut paha wanita itu.


"Apa kamu tidak merasa bersalah melakukan ini di belakang Bibi Shopie?" tanya Fiona. Kendrick hanya diam saja. Tangannya semakin naik ke atas, mengusap titik sensitifnya.


"Ken berhentilah, kita tidak akan pernah bisa bersama. Aku tidak ingin menyakiti perasaan Bibi Shopie," ucap Fiona menahan tangan Kendrick di pahanya.


"Alasan itu lagi?" balas Kendrick menatap wajah Fiona.


"Aku sudah bilang untuk menyerahkan itu semua pada ku. Itu hanya akan menjadi urusan ku saja. Percayalah pada ku," ucap Kendrick mengusap lembut wajah Fiona.


"Aku tidak bisa Ken," balas Fiona menepis tangan Kendrick di wajahnya. Ekspresi wajah Kendrick berubah menjadi dingin.


"Berikan kuncinya, aku harus segera pulang," ucap Fiona mendorong tubuh Kendrick hingga menjauh darinya.


Ponsel Kendrick berdering, pria itu merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Philip menghubunginya.


"Ada apa Philip?"


"Pak, anda ada jadwal meeting penting 10 mwnit lagi. Anda dimana? Saya sudah mencari di ruangan anda tapi kosong," jawab Philip.


"Baiklah, saya akan segera ke sana," ucap Kendrick. Fiona yang mendengar itu merasa lega. Akhirnya ia bisa keluar dari ruangan itu.


Kendrick mengambil kunci dari saku celananya dan membuka pintu. Suara dentuman pintu yang keras mengiringi kepergian Kendrick. Fiona hanya diam menatap kepergian Kemdrick.