
Fiona bangun dari tidurnya dan merasakan tubuhnya seolah remuk akibat permainan panas mereka tadi malam. Kendrick bahkan menggempurnya hingga pagi. Mereka melakukannya di dapur, kamar mandi dan terakhir di sofa. Kendrick benar-benar maniak.
"Ugh.. aku ingin berendam dengan air panas," gumam Fiona merenggangkan otot-otot tubuhnya. Kendrick tidak memberinya istirahat. Pria itu seolah tidak ada lelahnya. Dan bodohnya lagi, dirinya juga tidak bisa menolak sentuhan dari Kendrick.
Fiona mengerutkan kedua alisnya saat menyadari tempat tidurnya yang kosong. Sean dan Kendrick tidak ada di sana.
Fiona lalu mendengar suara Kendrick yang sedang berbicara dari arah dapur. Fiona turun dari tempat tidurnya, memakai alas kakinya kemudian berjalan mendekati dapur mininya.
"Ken.." ucap Fiona saat melihat pria itu sedang membuat sesuatu dengan Sean digendongannya. Pria itu mengajak Sean berbicara meskipun anak itu belum mengerti.
Kendrick menoleh ke arah Fiona lalu tersenyum.
"Selamat pagi sayang..." ucap Kendrick mendekati Fiona lalu mengecup singkat bibir Fiona.
"Kalian sedang apa?" tanya Fiona.
"Aku sedang membuat sarapan untuk kita. Aku hanya bisa membuat sandwich saja karena mudah," kata Kendrick jujur. Ia bahkan tidak pernah menyentuh dapur sebelumnya. Ia bahkan melihat resepnya dari internet.
"Kenapa tidak membangunkan ku saja," balas Fiona mengambil alih Sean dari gendongan Kendrick.
"Aku tidak tega membangunkan mu sayang. Kamu tau kan kalau tadi malam kita melakukannya hingga pagi. Kamu butuh istirahat," ucap Kendrick mengedipkan matanya membuat Fiona merona.
"Ngomong-omong, di balkon sepertinya menyenangkan untuk melakukannya," ucap Kendrick menggoda Fiona.
"Putra mommy harum sekali. Sudah mandi ya.." ucap Fiona mencium pipi gembul Sean mengalihkan pembicaraan.
"Sudah mom, daddy yang mandiin.." ujar Kendrick menirukan suara anak kecil. Fiona lalu tertawa mendengar suara lucu dari Kendrick. Ia kemudian membawa Sean duduk di sofa untuk memberinya ASI.
"Sayang.. apa kamu tidak keberatan jika kita pulang hari ini?" tanya Kendrick membawa nampan berisi Sandwich dan susu, menaruhnya di atas meja Sofa.
Fiona tampak berpikir sejenak, sebenarnya ia masih ingin tinggal di Alaska untuk beberapa hari lagi. Ia ingin mengunjungi makam kedua orang tuanya.
"Apa kita bisa kembali ke New York dua hari lagi? aku ingin mengajak kalian mengunjungi makam kedua orang tua ku," ucap Fiona menatap Kendrick. Sejujurnya ia juga belum siap bertemu dengan Norah, ibu Kendrick.
"Tentu saja, apa pun untuk mu," ujar Kendrick mengecup kening Fiona. Keduanya lalu sarapan bersama sembari menikmati tayangan Televisi di depan mereka.
***
Setelah pulang dari makam kedua orang tua Fiona, Kendrick dan Fiona tampak berduaan di sofa. Sementara Sean sedang tidur siang. Kendrick tampak bergelayut manja memeluk tubuh Fiona. Dan jangan lupa dengan tanggannya yang nakal sedang bertengger di bukit kembar Fiona. Keduanya membahas tentang hubungan mereka kedepannya. Fiona juga sudah mengatakan pada Kendrick jika ia tidak ingin mengandung sebelum usia Sean dua tahun. Fiona ingin fokus dengan Sean dulu. Ia tidak ingin putranya kekurangan perhatian. Kendrick juga tidak marah dengan pilihan Fiona.
Ditengah perbincangan mereka, ponsel Kendrick berdering. Kendrick melihat sekilas layar ponselnya dan mengabaikannya.
"Kenapa tidak diangkat?" tanya Fiona.
"Itu Shopie. Aku tidak mood untuk mengangkatnya. Sejak semalam ia terus menghubungi ku," balas Kendrick.
"Mungkin ada yang penting Ken.." ucap Fiona.
"Biarkan saja sayang. Aku tidak ingin siapapun menganggu kita saat ini," ucap Kendrick mendorong tubuh Fiona lalu menindihnya.
"Aku menginginkan mu," bisik Kendrick mengecup seluruh leher Fiona.
"Ken.. tidak. Ini masih siang. Dan kita baru melakukannya tadi malam.." ucap Fiona menolak.
"Aku tidak tahan lagi, apa kamu tidak merasakannya. Berada di dekat mu membuat ku ingin selalu memakan mu," ucap Kendrick menekan miliknya yang sudah mengeras ke milik Fiona.
"Ken.. dasar maniak.." ucap Fiona terbelalak memukul bahu Kendrick.
"Aku tidak tahan saat di dekatmu," balas Kendrick meraup bibir Fiona. Keduanya saling membalas satu sama lain.