
Satu bulan kemudian, akhirnya Fiona bisa bertemu dengan Joyce. Fiona pergi menemui Joyce ke taman kota. Fiona akan memarahi wanita itu. Bisa-bisanya Joyce datang dan tidak mengatakan padanya untuk menjemputnya dari bandara. Fiona sudah izin pada Shopie sebelumnya. Fiona juga sudah menyiapkan ASI-nya di botol untuk mengantisipasi saat Sean lapar dan dia belum pulang. Fiona berharap Sean mau meminumnya dari botol dot kali ini.
Setibanya di taman, Fiona mencari keberadaan Joyce. "Ah itu dia.." gumam Fiona berjalan mendekati Joyce yang sedang duduk di kursi taman. Pengunjung di taman hari ini terlihat banyak karena biasanya sore hari beberapa keluarga ataupun pasangan yang datang ke taman kota.
"Joyce... " panggil Fiona. Joyce menoleh ke belakang dan melihat Fiona berdiri di sana.
"Fio.. " gumamnya, bangkit dari tempat duduk dan memeluk Fiona.
"Aku sangat merindukan mu," ujar Joyce senang.
"Aku juga merindukan mu," balas Fiona.
"Kamu jahat banget sih.." tukas Fiona mencubit lengan Joyce.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah sampai," ujar Fiona kesal duduk di kursi.
"Maaf.. maaf.. aku hanya tidak ingin membuat mu repot," tukas Joyce duduk di samping Fiona.
"Hei.. aku tidak akan repot hanya karena menjemput mu," timpal Fiona melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Iya... iya.. lain kali aku tidak akan seperti itu lagi," ujar Joyce mencubit gemas kedua pipi Fiona.
"Ayo, aku akan mengajak mu makan di cafe terdekat sebelum kita pergi menjelajahi kota New York," ajak Fiona bersemangat, Joyce lalu mengangguk.
Fiona mengajak Joyce untuk makan siang di salah satu Cafe yang lokasinya tidak jauh dari taman.
Sembari menunggu pesanan mereka datang, Joyce dan Fiona bercengkerama.
"Apa Bibi mu tidak marah jika kamu keluar?" tanya Joyce. Fiona lalu menggeleng.
"Bibi Shopie tidak mengekang ku Joyce, hanya saja aku tidak boleh melupakan tugas ku untuk menjaga dan menyu.sui Sean anaknya," jawab Fiona.
"Bagaimana dengan keluarga mu?" tanya Fiona.
"Mereka baik-baik saja Fio," jawab Joyce.
"Sampaikan salam ku pada mereka," tukas Fiona. Joyce lalu mengangguk.
Saat Joyce sedang asik bercerita seorang pria bersama seorang wanita datang menghampiri mereka.
"Fiona..." ucap pria itu tidak menyangka jika ia akan bertemu dengan Fiona. Fiona mengalihkan perhatiannya dan melihat Robert sedang berdiri di belakang Joyce.
"Robert.." gumam Fiona terkejut. Joyce memutar tubuhnya melihat Robert ada di sana. Sungguh pertemuan yang tidak pernah dibayangkan.
"Joyce kamu juga ada di sini?" tukas Robert menyadari keberadaan Joyce. Dalam hatinya ia bertanya-tanya mengapa Joyce ada di New York.
"Lama tidak bertemu Fiona," tukas Robert tersenyum.
"Ah ya.. kenalkan ini Kyle, kami datang ke New York untuk menghadiri seminar di salah satu kampus ternama di sini. Kebetulan kami berdua menjadi pembicaranya, " pungkas Robert mengenalkan wanita di sampingnya. Wanita yang beberapa kali pernah Joyce lihat di Cafe Mrs. Edith.
"Wow.. itu luar biasa," timpal Fiona.
"Hai Fiona, Joyce.. aku Kyle, senang bertemu dengan kalian," ucap Kyle ramah menjabat tangan Fiona dan Joyce.
"Ngomong-omong apa kami bisa bergabung dengan kalian?" tanya Robert.
"Oh ya.. tentu saja," ujar Fiona mempersilahkan mereka untuk duduk.
Robert mengambil tempat duduk di samping Joyce membuat wanita itu sedikit gugup. Fiona yang melihat ekspresi Joyce tertawa dalam hatinya.
"Kamu tidak pernah membalas pesan ku Fiona. Aku mencari mu. Untung saja Joyce mengatakan padaku jika kamu sudah pindah ke New York ke tempat Bibi mu," ucap Robert.
"Maafkan aku Robert, aku kehilangan ponsel ku dan mengganti nomor yang baru," balas Fiona berbohong. Ia memang sengaja mengganti nomornya bukan karena ponselnya yang hilang.
"Dan kamu, kenapa bisa ada di sini?" tanya Robert penuh selidik.
"Aku minta cuti pada Mrs. Edith Pak Robert untuk menemui Fiona di sini," jawab Joyce.
"Sudah ku bilang jangan terlalu formal Joyce. Aku lebih suka kamu memanggil nama ku saja," ujar Robert sedikit kesal. Pasalnya ini keempat kalinya ia mengatakan kalimat yang sama tapi sepertinya wanita di sampingnya selalu lupa.
"Robert kamu ingin memesan apa?" tanya Kyle saat waitress datang menghampiri mereka membawa buku daftar menu.
"Seperti biasa," ujar Robert membuat Joyce terbelalak. Dari kata-kata pria itu, sepertinya mereka sudah sering bertemu dan makan bersama. Dan Kyle juga tau makanan yang biasa di pesan oleh Robert. Itu artinya dugaannya benar. Wanita itu adalah kekasih Robert.
Setelah makan siang selesai, Fiona harus segera pulang karena Sean menangis tidak suka dengan susu yang sudah di sediakan di botol dot nya
Fiona pulang diantar oleh Robert bersama Kyle dan Joyce.
"Thanks Robert sudah mengantar ku," ujar Fiona setelah turun dari mobil Robert.
"Joyce, besok kita akan keluar lagi, maafkan aku karena hari ini tidak jadi mengajak mu jalan-jalan," ucap Fiona pada Joyce yang ada di dalam mobil
"Tidak, apa-apa Fio. Kita masih punya banyak waktu," balas Joyce.
"Kalau begitu aku masuk dulu, bye Joyce, Kyle, Robert," ujar Fiona. Robert kemudian masuk kembali ke kursi pengemudi dan mereka lalu pergi. Fiona melambaikan tangannya.
Dari atas balkon kamarnya, Kendrick melihat Fiona turun dari dalam mobil bersama seorang pria yang tidak dikenalnya. Ia juga tidak bisa melihatnya dengan jelas. Kendrick cemburu melihat Fiona di antar oleh pria lain. Dalam benaknya muncul begitu banyak pertanyaan.