Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 51: Bermain Dibelakang



Sore yang cerah, Fiona mengajak Sean ke halaman samping rumah Kendrick. Fiona mengajak Sean berbicara dengan menunjukkan beberapa jenis tanaman yang ada disana.


"Sayang..." panggil Kendrick membuat Fiona memutar tubuhnya dan melihat Kendrick yang sedang berjalan mendekatinya. Kendrick terlihat sangat tampan dengan kemeja kantornya yang di gulung hingga sebatas sikunya.


"Cup.." Kendrick mengecup bibir Fiona lalu beralih mencium Sean.


"Ken.. sudah ku bilang jangan sembarangan mencium ku," kata Fiona melotot. Kendrick hanya terkekeh saja.


"Lihat.. aku membeli kucing peliharaan untuk putra kita," ujar Kendrick menunjukkan anak kucing ras Ashera yang ada di dalam kandang kecilnya. Kucing ras ini merupakan salah satu kucing termahal di dunia saking langkanya.


Shopie yang tak sengaja lewat terkejut melihat Kendrick yang sedang mencium Fiona. Sepertinya ada yang sudah dia lewatkan selama ini. Shopie mengepalkan kedua tangannya.


Shopie melangkahkan kedua kakinya mendekati kendrick dan Fiona. Shopie mengubah raut wajahnya seolah tidak tau apa yang terjadi.


"Sean.. lihat ini, daddy membawakan mu kucing peliharaan," ujar Kendrick mengambil kucing dari kandangnya dan mendekatkannya pada Sean. Anak kecil itu terlihat senang dan mengayun-ayunkan tangannya.


"Lihat Ken, Sean senang sekali," kata Fiona tertawa senang.


"Ekhemm... kalian sedang apa?" ucap Shopie berdehem membuat perhatian Kendrick dan Shopie beralih.


"Bibi.. " kata Fiona tersenyum.


"Kalian terlihat seperti keluarga bahagia saja..." ujar Shopie datar menatap Fiona. Fiona mengerutkan kedua alisnya.


"Ah iya.. aku ingin menggendong Sean," lanjut Shopie mengambil alih Sean dari gendongan Fiona.


"Sean sama mommy ya.." kata Shopie membawa Sean pergi menjauh dari Kendrick dan Fiona. Anak kecil itu menangis karena ingin melihat kucing peliharaannya.


"Apa jangan-jangan Bibi sudah mulai curiga," tukas Fiona.


"Tidak perlu dipikirkan, aku akan menjamin kamu tetap baik-baik saja sayang. Bersabarlah," ucap Kendrick mengecup kepala Fiona.


"Ken.. jangan lakukan itu. Bibi bisa melihat kita," ucap Fiona.


"Biarkan saja.." balas Kendrick santai membuat Fiona membelalakkan matanya.


"Dasar keras kepala," tukas Fiona kesal lalu pergi.


******


Malam harinya, Shopie mengikuti Kendrick. Shopie terkejut saat melihat Kendrick dan Fiona berciuman. Kendrick bahkan menyentuh bagian tubuh Fiona yang lainnya. Shopie mengepalkan kedua tangannya.


"Jadi mereka bermain dibelakang ku.." batin Shopie marah dan kembali ke kamarnya.


"Ken.. kenapa kamu selalu tiba-tiba.." ucap Fiona menarik Kendrick ke kamarnya.


"Aku sudah tidak tahan sayang.." balas Kendrick mengangkat tubuh Fiona dan membawanya ke atas ranjang. Kendrick yang tidak sabar lagi melepaskan pakaiannya. Ia kemudian menindih tubuh Fiona.


"Kita pemanasan dulu sayang.." gumam Kendrick serak mencium bibir Fiona dengan rakus.


"Sshhh..." desis Fiona kala tangan Kendrick menyentuh bagian bawahnya. Fiona menggelinjang, merasakan sensasi nikmat di dalam tubuhnya. Ciuman Kendrick semakin turun ke bawah, dengan tak sabar ia melepaskan gaun tidur Fiona.


Kedua matanya tampak berbinar melihat dua benda bulat miliknya. Ya, itu adalah miliknya. Kendrick mengecup puncak dada Fiona, menggodanya hingga membuat Fiona tidak tahan. Ia menginginkan sesuatu yang lebih. Fiona menekan kepala Kendrick ke dadanya. Kendrick yang paham langsung menyesap puncak dada Fiona. Wanita itu menge.rang kenikmatan. Keduanya lalu melewati malam panas mereka. Kendrick bahkan tidak akan cukup jika hanya melakukannya dua kali.