Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 57: Kendrick yang Nakal



"Sayang.. apa ada makanan? aku lapar sekali," ucap Kendrick melepaskan tangannya dari dada Fiona.


"Kamu belum makan malam?" tanya Fiona. Kendrick lalu menggeleng.


"Astaga.. kenapa tidak bilang dari tadi. Aku tidak punya persediaan di kulkas," kata Fiona. Sejak kembali ke Alaska, Fiona tidak mengisi bahan-bahan makanan di lemari pendinginnya. Bahkan ia kadang lupa makan setelah Shopie mengusirnya. Kalau bukan karena Joyce yang selalu datang mengantarnya, mungkin Fiona sudah mati kelaparan.


"Kita pesan makanan saja," ucap Fiona.


"Tidak, aku ingin makan masakan mu," ujar Kendrick menolak.


"Aku tidak punya perlengkapan di kulkas Ken, bagaimana jika besok saja," balas Fiona.


"Aku akan membeli bahan-bahannya. Kalian tunggu di sini saja," pungkas Kendrick turun dari atas ranjang lalu pergi.


"Ada-ada saja daddy kamu boy," ucap Fiona menoel hidung Sean yang sedang meny.usu.


Tak lama kemudian, Kendrick kembali dengan membawa barang belanjaannya.


"Sayang aku kembali.." ucap Kendrick menutup pintu. Ia lalu berjalan menuju dapur minimalis milik Fiona.


"Tidur yang nyenyak sayang.." ujar Fiona mengecup pipi gembul Sean yang sudah tidur dan menyelimutinya. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.


"Ya ampun Ken.. ini banyak sekali," ucap Fiona terkejut melihat bahan-bahan makanan di atas meja.


"Aku tidak pernah belanja sebelumnya, jadi aku membeli semua ini karena takut ada yang kurang," balas Kendrick menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Harusnya tadi kamu menghubungi ku jika kamu bingung," ujar Fiona mengeluarkan bahan-bahan makanan dari dalam plastik.


"Aku akan mandi dulu," pungkas Kendrick mengecup pipi Fiona lalu mengambil tas kecil berisi pakaiannya dan Sean yang sudah disiapkannya sebelumnya.


Fiona membuat makan malam untuk Kendrick dengan perasaan berbunga-bunga. Rasanya begitu lega karena hubungannya dengan Kendrick tidak akan berakhir. Ia juga tidak akan jauh lagi dari Sean. Bayi mungil yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri. Putra tercintanya. Fiona tidak sabar melihat tumbuh kembang anak itu hingga besar nanti.


"Ken..." ucap Fiona ingin protes karena Kendrick mengganggunya saat memasak.


"Biarkan seperti ini. Aku sangat merindukanmu," bisik Kendrick menyandarkan kepalanya di bahu Fiona.


"Tapi aku akan kesulitan memasak Ken. Sebaiknya kamu duduk saja. Ini hampir selesai," kata Fiona.


"Aku ingin memakan mu sebelum makan malam," bisik Kendrick mengecup leher Fiona. Wanita itu membeku, merasakan desiran aneh dalam tubuhnya.


"Ken.. hentikan.." ucap Fiona saat tangan Kendrick me.remas salah satu bukit kembarnya.


"Nghh... Ken.. berhenti. Aku sedang memasak." Kendrick tidak menggubrisnya. Pria itu semakin gencar menjelajahi leher Fiona.


Fiona mematikan kompornya, memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Kendrick.


"Kamu nakal sekali Ken.." ucap Fiona mendorong tubuh Kendrick menuju sofa.


"Biarkan aku memasak dengan tenang," ujar Fiona lalu kembali ke dapur.


"Sayang.." ucap Kendrick bangkit dari sofa.


"Tetap disana atau kamu tidur di tempat lain," ucap Fiona mengancam. Kendrick berdecak kesal dan kembali duduk di sofa.


"Sayang.. satu ronde saja sebelum makan," ucap Kendrick. Fiona terbelalak mendengar perkataan Kendrick. Pria itu benar-benar maniak.


"Kecilkan suara mu Ken. Sean bisa bangun," balas Fiona.


"Kamu jahat sekali," gumam Kendrick menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.