Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 31: Paman Tampan



Alaska, 01.00 PM


Joyce yang sedang istirahat seketika teringat dengan Fiona. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Fiona.


"Halo Fio... apa kabar," ujar Joyce.


"Aku baik Joyce. Bagaimana dengan mu?" tanya Fiona.


"Aku baik juga."


"Aku sudah minta izin pada Mrs Edith untuk mengambil cuti bulan depan selama satu minggu. Aku berencana ingin pergi ke New York menemui mu. Aku sedang mengumpulkan uang sekarang. Aku sudah sangat merindukan mu Fio," ucap Joyce dengan senang.


"Benarkah? aku tidak sabar menunggu hari itu. Sebenarnya aku juga ingin ke sana. Hanya saja aku tidak bisa. Aku tidak mungkin meninggalkan Sean anak Bibi Shopie," tukas Fiona.


"Bibi mu sudah melahirkan? selamat ya.." pungkas Joyce.


"Thanks Joyce. Bibi Shopie melahirkan dua minggu yang lalu."


"Oh ya.. kalau kamu ingin datang ke sini, aku akan membayar penginapan dan makan mu selama disini. Bibi Shopie memberiku gaji yang tinggi," ujar Fiona.


"Tapi aku tidak ingin membebani mu."


"Sudahlah, lagi pula dompet ku tidak langsung kosong karena membantu mu," tukas Fiona. Sebenarnya selain gaji dari Shopie. Kendrick juga mengirim uang ke rekeningnya. Fiona menolaknya dan ingin mengembalikan uang Kendrick. Tapi Kendrick bersikeras menolaknya. Uang yang di berikan Kendrick bahkan lebih banyak dari yang di berikan Shopie padanya.


"Kamu baik sekali. Ngomong-omong bagaimana dengan paman tampan mu itu?" tanya Joyce. Fiona terkekeh mendengar sebutan Kendrick si paman tampan.


"Satu minggu ini kami tidak bertemu karena dia sedang pergi karena urusan bisnis. Aku sudah berusaha untuk menjaga jarak darinya Joyce. Tapi Dia selalu saja mendekati ku. Dan gilanya, terkadang aku tidak bisa menolaknya. Kau tau, aku tidak ingin menjadi penghancur rumah tangga mereka Joyce. Aku juga tidak tega mengakhiri kontrak menjadi ibu susu Sean. Aku kasihan padanya," ujar Fiona Dilema.


"Aku rasa tidak Joyce. Mereka terlihat baik-baik saja," tukas Fiona.


"Bisa jadi itu hanya terlihat dari luar saja," balas Joyce. Fiona diam sejenak memikirkan perkataan Joyce.


"Entahlah Joyce.. tapi mereka terlihat baik-baik saja. Kau tau, aku bahkan meragukan Kendrick hanya melakukan itu pada ku saja. Bisa saja ia juga mendekati wanita-wanita lain dan Bibi Shopie tidak tau," pungkas Fiona.


"Aku juga berpikir begitu. Saran ku, sebaiknya kamu lebih berhati-hati lagi," ujar Joyce.


"Ya, terima kasih atas saran mu Joyce."


"Apa Robert sudah kembali ke Inggris?" tanya Fiona.


"Aku tidak tau, mungkin dia sudah kembali bersama kekasihnya. Beberapa hari ini aku tidak melihatnya mengantar Mrs Edith ke Cafe," balas Joyce.


"Robert sudah punya kekasih baru?" tanya Fiona tak percaya. Sejak ia tidak bekerja di sana lagi, Robert memang pernah mengirim pesan padanya. Hanya saja, ia sengaja mengganti nomornya karena ia memang ingin Robert dekat dengan Joyce.


"Sepertinya begitu, mereka sangat dekat sekali. Beberapa kali aku melihat mereka jalan bersama dan datang ke Cafe bersama," ucap Joyce lesu.


"Sepertinya Robert bukan jodoh mu Joyce. Aku yakin suatu saat kamu akan mendapat pria yang terbaik," tukas Fiona.


"Kamu benar Fio. Lagi pula kita masih muda. Dan akan lebih baik menikmati masa muda dulu," tukas Joyce.


"Sepertinya jam istirahat ku sudah selesai. Aku tutup teleponnya dulu. Bye Fiona.." tukas Joyce.


"Bye Joyce." Fiona kemudian mematikan ponselnya.