Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 27: Apa kamu malu?



Sean tampaknya sangat nyenyak dalam tidurnya. Ini sudah 3 jam sejak ia minum ASI.


"Kendrick dimana sih, sudah setengah jam dia pergi dan belum kembali," ucap Norah. Setengah jam yang lalu Kendrick izin keluar karena ada urusan mendadak.


"Mungkin urusannya belum selesai sayang..." balas Carl merangkul bahu istrinya yang duduk di sampingnya. Pria itu tampaknya sudah mengantuk. Carl terlihat menguap beberapa kali.


"Mom.. dad.. kalian tidur saja, biar Fiona yang menemani ku di sini. Kendrick juga mungkin akan pulang sebentar lagi," ujar Shopie melihat kedua mertuanya yang sedang duduk di sofa. Di dalam ruang rawat Shopie terdapat kamar khusus untuk beristirahat.


"Bibi Shopie benar. Aku akan menemani Bibi di sini. Paman Carl dan Bibi Norah bisa istirahat," timpal Fiona.


"Baiklah, bangunkan mommy jika butuh bantuan," ujar Norah mengajak suaminya untuk tidur. Ia juga sudah mengantuk. Dan sekarang sudah pukul 10 malam.


"Bibi juga tidur saja, aku akan menjaga Sean di sini," tukas Fiona mendekati ranjang Shopie.


"Terima kasih Fiona. Bibi juga sudah mengantuk sekali. Tolong jaga Sean ya. Kalau ada apa-apa kamu bangunkan Bibi saja," ujar Shopie merebahkan tubuhnya di atas ranjang rumah sakit. Fiona dengan sigap membantu Shopie dan menyelimutinya.


"Baik Bibi," balas Fiona. Ia juga kasihan melihat Shopie yang sejak tadi belum istirahat. Fiona berjalan menuju Sofa dan merebahkan tubuhnya di sana dengan mata yang tetap terbuka. Untuk menghilangkan rasa kantuknya, Fiona memainkan ponselnya.


Beberapa menit kemudian, Fiona hampir memejamkan matanya karena mengantuk. Fiona tersentak saat mendengar suara Sean yang sedang menangis. Kontan Fiona bangun dan berjalan dengan cepat menuju box bayi disamping Shopie.


"Sean lapar ya.. " ucap Fiona menatap wajah mungil dan tampan Sean.


Fiona membuka kancing gaunnya dan mengeluarkan salah satu benda bulat miliknya. Mengarahkan puncak dadanya ke mulut mungil Sean. Sejak tadi ia merasakan dadanya yang sudah penuh dan bengkak serta nyeri. Sean yang lapar langsung menghi.sap sumber makanannya. Fiona masih merasa geli saat Sean menyu.su padanya. Namun entah mengapa Fiona sangat menyukai kegiatannya itu, padahal ini baru yang ke dua kali. Fiona menatap wajah Sean dengan mata yang terpejam. Mulut mungil bayi itu yang dengan semangat menyedotnya pu.tingnya.


"Apa dia rewel?" tanya Kendrick membuat Fiona terkejut. Untung saja ia tidak berteriak. Kalau tidak Sean akan bangun dan menangis karena terkejut. Fiona refleks menutup dadanya dengan tangannya dan mengubah posisi duduknya sedikit menyerong. Entah sejak kapan pria di sampingnya datang.


"Apa kamu sedang malu? aku bahkan sudah pernah melihatnya bahkan mengulumnya, dan kamu menikmatinya," ucap Kendrick. Fiona membelalakkan kedua matanya. Pria itu tidak bisa menjaga mulutnya. Bagaimana jika Shopie mendengarnya dan salah paham. Fiona hanya diam saja. Tidak ingin menggubris perkataan Kendrick.


"Dimana mommy dan daddy?" tanya Kendrick saat menyadari kedua orang tuanya tidak ada di sana.


"Mereka sedang tidur di kamar," balas Fiona. Keduanya lalu diam. Kendrick tampak mengamati Sean yang sedang meny.usu pada Fiona. Mulai sekarang ia akan berbagi dengan anak itu.


Merasa mulut Sean tidak bergerak lagi, Fiona menarik puncak dadanya dari mulut bayi itu dan mengancingkan kembali bajunya.


Fiona bangkit dan menidurkan tubuh mungil Sean di dalam boxnya.


"Kamu istirahat lah, biar aku yang menjaga Sean di sini," tukas Kendrick lembut setelah Fiona kembali ke sofa. Fiona mengangguk dan merebahkan tubuhnya di atas sofa dan menyelimuti tubuhnya.