Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 46: Morning Kiss



"Drrrrttt... drrtt..." ponsel Kendrick bergetar. Kendrick mengabaikannya dan memilih bergelayut manja di dada Fiona.


"Ken.. ponsel mu berdering.. ayo angkat dulu.." pungkas Fiona mengusap punggung Kendrick. Keduanya masih sama-sama dalam keadaan polos setelah melewati pergulatan panas mereka.


Kendrick berdecak kesal, ia akhirnya mengambil ponselnya dan melihat Shopie memanggilnya.


"Siapa?" tanya Fiona bangun, menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Shopie.." balas Kendrick lalu mengangkat ponselnya.


"Sayang.. aku hanya ingin mengatakan jika malam ini aku tidak pulang," ujar Shopie.


"Baiklah.. " ucap Kendrick tidak ingin bertanya apa alasan Shopie tidak pulang.


"Tolong jaga putra kita ya sayang. Aku mencintai mu," ucap Shopie lalu mematikan ponselnya.


Kendrick mencari kontak seseorang dari ponselnya dan memanggilnya.


"Halo..." ucap pria itu.


"Seperti biasa aku punya tugas untuk mu," ujar Kendrick.


"Bos.. aku sedang kencan dengan kekasih ku."


"Aku akan membayar mu dua kali lipat," pungkas Kendrick.


"Baik... baik.. aku akan segera ke sana."


Kendrick mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di atas nakas.


"Ken.. aku harus ke kamar mommy. Aku tidak ingin mommy curiga," ujar Fiona.


"Sayang.. aku belum puas.." Kendrick menahan tangan Fiona.


"Astaga... Ken.. aku jadi tidak percaya kamu sedang sakit. Lihat.. sekarang wajah mu bahkan terlihat segar," tukas Fiona.


"Itu karena aku sudah mendapatkan obatnya dari mu sayang.." balas Kendrick mendorong tubuh Fiona dan menindihnya. Kendrick kemudian mencium leher Fiona.


"Ken.. hentikan.. atau kita tidak akan pernah melakukannya lagi," ujar Fiona tegas menahan desiran aneh dalam tubuhnya.


"Ck.. kamu jahat pada ku.." Kendrick menjauhkan tubuhnya dari tubuh Fiona.


Fiona menahan tawanya melihat tingkah Kendrick yang lucu baginya. Fiona bangun lalu turun dari atas tempat tidurnya, memakai kembali pakaiannya.


"Ken kembalilah ke kamar mu dan istirahat.." ucap Fiona mengecup wajah Kendrick. Pria itu terbelalak. Pasalnya ini kali pertama Fiona menciumnya dengan inisatif sendiri. Sebuah senyuman terpatri di wajah Kendrick.


"Selamat malam tuan tampan.." ucap Fiona mengusap wajah Kendrick lalu pergi dengan wajah merona.


Kendrick merasakan jantungnya berdegup dengan kencang. Perasaan bahagia menghampirinya. Pria itu kemudian merebahkan tubuhnya dengan bibir senyum-senyum sendiri.


*****


Pagi harinya Kendrick tampak sedang sarapan sebelum berangkat ke kantornya. Kendrick tersenyum saat melihat Fiona berjalan mendekatinya. Wanita itu selalu saja cantik di matanya. Rasanya semakin hari wanitanya semakin cantik saja.


"Akh.." pekik Fiona saat Kendrick menarik tangannya.


"Ken lepaskan.." ucap Fiona mencoba melepaskan dirinya dari rengkuhan Kendrick.


"Berikan morning kiss ku dulu," balas Kendrick mengerucutkan bibirnya.


"Ken.. lepas. Orang lain bisa melihat kita," pungkas Fiona memberontak. Kendrick semakin mengeratkan pelukannya.


"Berikan morning kiss ku atau tidak akan ku lepaskan," tukas Kendrick bersikukuh.


Fiona menghela nafasnya, ia lalu mengecup singkat bibir Kendrick.


"Sudah.." ujar Fiona, kendrick lalu melepaskan tangannya dari pinggang Fiona.


"Apa yang kalian lakukan.." timpal Shopie. Refleks membuat Fiona bangkit. Jantungnya berdegup kencang. Suara itu, suara yang sangat di kenali nya. Fiona berbalik dan melihat Shopie yang baru saja pulang dengan tatapan penuh selidik ke arah Fiona.


Fiona me.remas kedua tangannya.


"I.. itu..." Fiona meneguk ludahnya. Sepertinya mereka sudah ketahuan sekarang.


"Fiona tidak sengaja terjatuh tadi sayang.. sepertinya dia kurang sehat," balas Kendrick. Fiona menoleh ka arah Kendrick.


"Astaga.. Fio, kenapa tidak bilang jika kamu sedang sakit, kita bisa pergi ke rumah sakit," pungkas Shopie. Fiona merasa lega. Ia pikir semuanya akan berakhir hari ini juga.


"Eh.. tidak perlu Bibi, ini tidak terlalu sakit kok. Hanya kelelahan saja," tukas Fiona.


"Loh, Shopie.. kamu sudah pulang," timpal Norah membawa Sean di gendongannya.


"Mom.. " ucap Shopie mengecup pipi Norah.


"Aku ke kamar sebentar mom.." tukas Shopie lalu pergi.