
"Apa kamu tidak ingin menggendong anak kita, lihat.. dia merindukan mu," ucap Kendrick tidak menjawab pertanyaan Fiona.
Fiona yang tidak tahan lalu mengambil alih Sean dari gendongan Kendrick. Anak kecil itu kemudian menepuk-nepuk dada Fiona seolah ingin mengatakan jika ia sedang haus.
"Sean tidak mau minum susu Formula. Dia pasti sangat lapar sekali," ucap Kendrick membuat Fiona ingin menangis. Karena kesalahannya, anak itu menjadi korban.
"Maafkan mommy sayang.." ucap Fiona membawa Sean duduk di tepi ranjang dan mulai meny.suinya. Sean yang kehausan menghi.sap rakus sumber makanannya.
Kendrick naik ke atas tempat tidur Fiona dan duduk di samping wanita itu.
"Kami ingin menjemput mu pulang sayang.." ucap Kendrick. Fiona membelalakkan kedua matanya, menatap Kendrick.
"Aku sudah menceraikan Shopie."
"Ken.. apa kamu sudah gila, seharusnya kalian bersama. Aku sadar jika ini salah Ken. Seharusnya kita tidak melakukannya. Bibi Shopie sangat baik, dan kita malah mengkhianatinya," ucap Fiona merasa bersalah.
"Aku tidak ingin merusak hubungan kalian Ken," ujar Fiona dengan tegar.
"Aku tidak mencintainya sayang. Aku dan Sean tidak bisa hidup tanpa mu," ujar Kendrick mengecup leher jenjang Fiona.
"Ken.. hentikan. Ini salah Ken.. " kata Fiona menjauhkan kepala Kendrick darinya.
"Tidak ada yang salah sayang," ucap Kendrick mengecup singkat bibir Fiona.
"Jangan menyalahkan diri mu sayang," ujar kendrick menatap lekat wajah Fiona.
"Sebenarnya sejak dulu, aku ingin menceraikan Shopie. Dia mengkhianati ku," ucap Kendrick menatap langit-langit kamar Fiona.
"Dia kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya dibelakang ku. Aku juga baru tau jika dia mendekati ku hanya ingin memanfaatkan ku saja. Dia bahkan memindahkan beberapa aset ku ke tangan mantannya. Untung saja Philip dengan cepat mengatasinya. Saat aku ingin menceraikannya, ternyata Shopie sedang hamil dan aku tidak tau siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Aku menunggu hingga ia melahirkan dan melakukan tes DNA untuk membuktikannya. Dan ternyata Sean darah daging ku sendiri. Aku menyesal jika dulu tidak peduli dengan kehamilan Shopie karena mengira anak itu bukanlah darah daging ku."
"Selama kehamilannya, Shopie bahkan sering bertemu dengan mantan kekasihnya dan tidak memperdulikan kandungannya. Aku benar-benar muak. Kalau saja bukan karena kehamilannya, aku sudah menceraikannya," ucap Kendrick. Fiona terpaku mendengar penjelasan Kendrick. Jadi selama ini Bibinya mengkhianati Kendrick. Pantas saja sejak awal, ia melihat kejanggalan diantara mereka.
"Jadi, jangan menyalahkan diri mu lagi," kata Kendrick mengecup kening Fiona lama. Fiona merasa lega sekarang.
"Ken.. bagaimana bisa kamu tau tempat tinggal ku?" tanya Fiona menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
"Tentu saja aku tau, bukankah aku pernah datang kesini sekali. Kita hampir saja melakukannya saat itu, tapi kamu malah tidur," ucap Kendrick membuat Fiona terbelalak. Jadi itu bukanlah mimpi? Ah sial, Fiona sekarang merona. Ternyata, kejadian itu benar-benar terjadi.
"Jadi.. kamu. Akh.. beraninya kamu datang ke kamar ku saat itu," ucap Fiona kesal memukul lengan Kendrick.
"Aku mengikuti mu malam itu, maafkan aku. Aku begitu tertarik dengan mu sayang. Rasanya aku ingin memilikimu saat itu," kata Kendrick tersenyum.
"Apa ini sakit? 4 hari tidak me.nyusui putra kita pasti membuat mu kesakitan," ujar Kendrick mengusap dada Fiona.
"Tentu saja, sesekali aku memompanya untuk mengeluarkan ASI nya," balas Fiona.
"Aku akan memijatnya.." ujar Kendrick memberikan pijatan lembut di salah satu dada Fiona yang sedang menganggur.