
Tengah malam, Kendrick tiba di rumahnya setelah satu minggu pergi. Bukannya langsung ke kamarnya, Kendrick memilih berjalan terus melewati kamarnya. Ia sangat merindukan seseorang. Kendrick membuka pintu kamar yang berada di ujung. Tertutup. Sepertinya kamar itu di kunci dari dalam. Sial, Kendrick tidak suka itu. Terpaksa ia harus ke kamarnya untuk mengambil kunci cadangan.
"Ceklek.." pintu terbuka setelah Kendrick menekan sandi pintu kamarnya. Ruangan itu terlihat terang karena Shopie tidak suka tidur dengan suasana gelap ataupun temaram.
"Sayang.. kamu sudah pulang.." ucap Shopie bangun membuat langkah kaki Kendrick terhenti.
"Ya, maaf sudah membangunkan mu. Aku mandi dulu," ucap Kendrick melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Shopie menghela nafasnya. Rasanya suaminya berubah dalam satu tahun ini. Sikap manis dan romantisnya pria itu mulai berkurang.
Tak lama kemudian Kendrick keluar dari kamar mandi mengenakan Celana panjang rumahan dengan atasan kaos.
"Aku ke ruang kerja dulu, kamu tidur saja," ucap Kendrick mengusap perut Shopie dan menyelimutinya.
"Tapi ini sudah tengah malam, apa kamu tidak lelah?" tanya Shopie menahan tangan Kendrick.
"Hanya ingin menyelesaikan sedikit pekerjaan. Ini sangat penting," ucap Kendrick.
"Baiklah, hanya sebentar saja karena mamu perlu istirahat," ucap Shopie. Kendrick lalu menganggukkan kepalanya. Melangkahkan kakinya menuju pintu dan keluar dari kamarnya.
Kendrick berjalan menuju kamar Fiona dan membukanya dengan kunci cadangan yang sudah di ambilnya. Dengan hati-hati, Kendrick masuk ke dalam kamar Fiona. Satu minggu ini, ia sangat merindukan wanita itu. Bahkan ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar bisa pulang secepatnya.
Kendrick menatap Fiona yang tidur dengan posisi menyamping dengan pencahayaan lampu yang temaram. Gaunnya sedikit tersingkap hingga menampilkan paha mulusnya. Kendrick tampak menelan ludahnya.
"Apa dia tidak kedinginan," gumam Kendrick mengurangi suhu ruangan kamar Fiona dan menyelimuti tubuh wanita itu. Kendrick naik ke atas tempat tidur dengan pelan-pelan, tidak ingin membuat Fiona terbangun. Pria itu merebahkan tubuhnya di belakang Fiona, memeluk tubuh Fiona dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Fiona.
"Berdekatan seperti ini membuat ku ingin memakan mu sekarang," bisik Kendrick me.re.mas lembut dada Fiona yang tidak memakai pembungkusnya.
"Astaga... kamu membuatku gila Fiona," gumam Kendrick pelan merapatkan tubuhnya dengan nafas yang berat.
"Ngghh.." lenguh Fiona dengan mata yang terpejam membuat sesuatu di bawah sana mengeras.
"Kau menyukainya sayang..." bisik Kendrick dengan gerakan tangan yang lembut di dada Fiona.
"Bahkan hanya seperti ini saja, dia bisa mengeras," batin Kendrick. Fiona menggeliat dan mengubah posisi tidurnya. Keduanya terlihat saling berhadapan.
Fiona memeluk tubuh Kendrick dengan erat, mengira tubuh itu adalah bantal guling miliknya. Kendrick hanya diam mengamati wajah cantik Fiona. Tangannya terulur mengusap lembut wajah wanita di depannya itu.
"Cup," satu kecupan lembut mendarat di bibir Fiona. Ingin sekali Kendrick me.lu.matnya. Namun ia tidak tega membangunkan Fiona yang terlihat tidur nyenyak. Pria itu kembali mengamati wajah Fiona dalam waktu yang lama. Hingga tidak sadar ia menutup matanya.
Pagi-pagi sekali, Kendrick bangun. Ia kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh Fiona dengan sangat hati-hati.
"Meski tidur sebentar, tapi rasanya nyenyak sekali," gumam Kendrick mengecup pelan bibir Fiona. Pria itu kemudian turun dari atas tempat tidur Fiona fan menyelimuti wanita itu. Setelah itu, Kendrick kembali ke kamarnya.