Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 44: Sick



Di pusat perbelanjaan Fiona menemani Norah membeli beberapa barang. Kendrick juga ikut membawa Sean di gendongannya.


Norah dan Kendrick membelikan beberapa barang untuk Fiona, meskipun sebenarnya Fiona sudah menolaknya.


"Mom.. aku ke toilet sebentar ya," ucap Fiona.


"Baiklah, kami akan menunggu mu di sini. Kemari, biar mommy yang memegang barang-barang mu," ujar Norah. Fiona lalu mengangguk dan pergi.


Saat Fiona pergi, Sean mengayun-ayunkan tangannya, seolah tidak ingin di tinggalkan Sean.


"Sabar sayang.. kak Fiona hanya ke toilet sebentar," ucap Norah menggenggam tangan Sean.


Tak lama kemudian Fiona keluar dari toilet. ia segera bergegas menemui Norah bersama Sean dan Kendrick. Namun langkahnya berhenti saat melihat seorang wanita yang tidak asing baginya keluar dari salah satu toko pakaian bersama seorang pria.


"Kenapa wanita itu terlihat seperti Bibi Shopie," gumam Fiona dengan pandangan tetap tertuju pada wanita yang berjalan menjauhinya.


"Aku mungkin hanya salah lihat saja. Bibi sedang ada pemotretan hari ini," gumamnya lalu pergi.


Fiona kembali menghampiri Kendrick dan Norah. Sean tampak tidak sabar untuk menggapai Fiona. Kaki dan tangannya ia ayun-ayunkan. Bayi 4 bulan itu terlihat menggemaskan. Fiona lalu mengambil alih Sean dari gendongan pria itu dan mencium gemas pipi gembul Sean.


"Ayo kita pulang.." ajak Norah. Mereka kemudian pulang.


****


Pagi sekali Shopie pergi dari rumah. Hari ini ia akan mengikuti peragaan busana di New York dan menitip Sean pada Fiona. Shopie juga meminta Fiona untuk melihat Kendrick yang sedang demam. Sebenarnya Shopie dilema memilih pergi atau menemani Kendrick. Tapi Kendrick bilang padanya jika sakitnya hanya biasa saja dan tidak parah. Shopie akhirnya memutuskan untuk pergi ke peragaan busana.


Fiona membuka kamar Kendrick membawa bubur hasil buatannya ke kamar Kendrick.


.


"Ken..." panggil Fiona masuk. Fiona melihat Kendrick yang sedang tidur di atas ranjang besarnya.


Kakinya berjalan mendekati tempat tidur Kendrick, menaruh nampan yang di bawanya di atas lemari nakas.


"Tubuhnya panas sekali," gumam Fiona menaruh tangannya di atas kening Fiona. Kendrick membuka matanya dan melihat Fiona ada di sana.


"Sayang.." gumam Kendrick pelan.


"Tunggu sebentar... aku akan memanggil dokter," ucap Fiona. Kendrick menahannya, menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak ingin dokter, aku ingin kamu menemani ku saja itu sudah cukup," balas Kendrick menatap Fiona


Fiona akhirnya mengalah dan duduk di tepi ranjang.


"Kalau begitu kamu makan dulu, aku sudah membuat makanan untuk mu," tukas Fiona.


"Suapi aku," ujar Kendrick. Fiona lalu mengangguk dan menyuapi Kendrick.


Setelah menghabiskan buburnya, Fiona pergi ke kamarnya untuk melihat Sean.


"Ah.. dia masih tidur ternyata," gumam Fiona menatap Sean yang tidur memeluk boneka koalanya.


"Ceklek..." Fiona menoleh, mendengar suara pintu yang terbuka. Kendrick ada di sana. Pria itu sepertinya tidak tahan jika Fiona pergi meninggalkannya walau hanya sebentar saja.


"Ken.. kenapa kamu ke sini? apa kamu sudah meminum obat mu?" tanya Fiona. Kendrick mengangguk, berjalan menuju tempat tidur Fiona dan merebahkan tubuhnya di sana.


"Sayang... aku juga ingin di perhatikan, jangan hanya Sean saja," timpal Kendrick manja yang sepertinya cemburu.


"Baiklah.. baiklah.. bayi besar.." tukas Fiona terkekeh.


Fiona naik ke atas tempat tidurnya, dan merebahkan tubuhnya di samping Kendrick dengan satu tangan menopang kepalanya. Tangannya yang lain ia gunakan untuk mengusap rambut kepala Kendrick. Fiona terkekeh, sepertinya pria itu semakin manja saat sakit. Seperti anak-anak saja.


"Sayang.. aku ingin mainan ku.." timpal Kendrick melepas kancing gaun Fiona.


"Astaga Ken.. kamu sedang sakit dan bisa-bisanya kamu bertingkah mesum," tukas Fiona menahan tangan Kendrick. Menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Kendrick.


"Sayang.. ayolah.. aku menginginkan mereka," tukas Kendrick me.remas dada Fiona.


"Tidak Ken. Ayo kamu sekarang tidur.." ucap tegas. Kendrick mendengus. Ia lalu memutar tubuhnya hingga membelakangi Fiona.


"Ken.." panggil Fiona. Pria itu tidak menggubrisnya.


"Astaga.. apa dia sedang merajuk.." batin Fiona. Kendrick sangat manja sekali sejak tadi. Fiona akhirnya mengalah. Fiona bangun, ia membuka kancing bajunya, menurunkannya hingga sebatas pingganggnya.


"Berbalik lah... " ucap Fiona. Namun Kendrick lagi-lagi mengabaikannya.


"Jadi kami tidak mau. Ya sudah.. aku tutup kembali..." timpal Fiona. Refleks Kendrick memutar tubuhnya dan tersenyum menyeringai.


"Dua hari ini aku tidak memainkannya.." ujar Kendrick menenggelamkan wajahnya di dada besar Fiona.