
Malvin kembali ke kamar Miya, saat Malvin membuka pintu kamar, Malvin terkejut karena Miya tidak ada di kamar itu, Malvin lalu bertanya pada suster yang baru saja masuk ke kamar itu untuk merapihkan tempat tidur di ruangan itu.
"Dimana pasien yang dirawat di ruangan ini?" tanya Malvin dengan ekspresi tak sabaran.
"Pasien sudah di pindahkan ke kamar khusus tuan, kamarnya di sebelah sana!" menunjuk keluar kamar.
"Kenapa dia butuh kamar khusus?" tanya Malvin bingung.
"Loh, bukankah anda yang menyuruh asisten anda untuk memindahkan pasien, bahkan pasien di bawa oleh asisten anda" ujar sang suster, yang membuat Malvin terkejut.
Malvin langsung lari meninggalkan ruangan dan mencari ke seluruh kamar yang ada di rumah sakit, Malvin juga bertanya kepada beberapa dokter dan suster namun, jawaban mereka semua sama.
Malvin mulai menelpon Duke, namun sebelum menekan nomor Duke, Duke sudah menelponnya lebih dulu.
(Panggilan terhubung)
"Halo tuan, maaf mengganggu tapi, ini kabar buruk! Saya sedang mengejar mobil nona Chelsea yang membawa nona Miya, saya sempat melihat nona mengangkut nona menggunakan kursi roda, tolong tuan bantu saya!" membuka pembicaraan dengan nada panik.
"Apa? Baiklah, kirim alamatnya aku akan segera kesana!" sahutnya panik dan mengakhiri panggilan.
Malvin berlari keluar dan menaiki mobil, tak lupa ia menelpon semua pengawal-pengawalnya untuk membantu membantu menemukan Miya.
Di sisi lain Duke yang mengejar mobil yang membawa Miya ke tempat terpencil bersebrangan dengan jurang, keuntungan bagi Chelsea karena tempat terpencil itu terdapat sebuah gubuk yang menyimpan beberapa penghasilan padi disana. Chelsea menggunakan gubuk itu untuk melakukan sesuatu terhadap Miya.
Duke mendapat sial malam itu karena mobilnya tiba-tiba mogok dan mengalami ban bocor. Saat mengecek ban mobilnya, di sana terdapat beberapa paku yang menancap disana. Duke berpikir apakah Chelsea tau kalau dia mengikutinya? Duke langsung menelpon Malvin lagi untuk meminta bantuan, namun jaringan di tempat itu sama sekali tidak tercerna pada ponselnya. Karena daerah itu adalah sekitaran hutan dan tebing jadi sinyal disana sangat buruk.
Di sisi lain Malvin yang sudah menerima lokasi yang di tujukan Duke langsung melesat kesana, Malvin terus menghubungi Duke namun, Duke tak mengangkatnya sama sekali. Malvin terus melaju lurus tanpa memasuki belokan kanan ataupun kiri. Saat dalam perjalanan, Malvin melihat mobil duke sedang tak berjalan di depan sana. Malvin semakin mendekat dan mendapati Duke sedang berlalu lalang, panik serta tak tahu harus berbuat apa. Malvin lalu turun dari mobil dan berlari ke arah Duke yang kebingungan menunggu seseorang.
"Tuan, untunglah anda di sini, mobil saya mogok dan bannya bocor karena paku yang di tebarkan oleh nona Chelsea, sepertinya nona tau kalau saya mengikutinya" menghampiri Malvin yang berlari ke arahnya juga.
"Aku mengerti, aku akan menelusuri tempat ini lebih dalam, kau ke mobil yang di bawa pengawalku dulu, kita akan mencarinya bersama!" sahut Malvin.
Mereka meneruskan perjalanan menggunakan 2 mobil, mereka terus melaju. Saat dalam perjalanan, Malvin tiba-tiba menghentikan mobilnya karena mendapati sesuatu titik yang bersinar di tengah jalan. Malvin turun dan menemukan anting wanita disana. Saat mengamati anting itu tiba-tiba ada suara kaki yang berjalan kearahnya, saat ia menoleh pada sosok tersebut ia lantas terkejut dengan sesosok kakek yang membawa cangkul di pundaknya seakan-akan siap membacok Malvin.
Malvin lalu berdiri dari duduknya dan bertanya kepada kakek tersebut.
"Permisi, Apa kau melihat mobil yang berwarna hitam lewat di sekitar sini?" tanya Malvin.
"Ya! Terima kasih..." ujar Malvin lalu berlalu bersama kakek itu dengan berjalan kaki, sebelum ia melangkah mengikuti kakek itu Malvin memberi isyarat tangan pada Duke untuk mengikutinya dari belakang.
Ketika sampai di gubuk itu, benar saja mobil Chelsea terpampang jelas di sana sedang terparkir dan beberapa orang berbadan kekar berjaga di gubuk itu.
Disisi lain dalam gubuk, Chelsea yang sedang mengikat Miya yang masih dalam keadaan tidak sadar sesekali menampar permukaan kulit Miya yang sedang di balut agar Miya terbangun. Benar saja, Miya terbangun dan merengek kesakitan.
"Di...dimana aku? Siapa kau?" Miya membuka mata dan langsung panik ketika mendapati orang yang tadi dijumpai sebelumnya berada di depannya.
"Jalang jangan menunjukan wajah polosmu itu, kau telah merebut Malvin dariku!" Memberi tamparan pada wajah Miya berkali-kali.
"Sa...sakit, berhenti!" menggerakan tangan yang terikat dengan kencangnya. "Aku...aku tidak merebut Malvin darimu,...aku!"
"Berhenti bicara, kau tidak mengerti kenapa aku menculikmu, hah? Kau akan ku bunuh, tenang saja, aku akan menguburmu bersama ibumu!" pinta Chelsea terus menampar Miya.
Saat masih menyiksa Miya dengan tamparan tiba-tiba terdengar suara tembakan dari luar yang membuat Chelsea langsung menoleh keluar jendela dan mendapati semua bodygard nya tergeletak tak sadarkan diri. Bahkan diantara mereka sudah ada yang tewas.
Saat lebih mengamati sekitar, Chelsea lebih dikejutkan lagi oleh Malvin dan beberapa orang serta Duke berdiri sambil memandangi gubuk itu.
Chelsea lalu bersembunyi dan mengangkut Miya ke kursi roda dan keluar menuju pintu belakang gubuk itu dan menuju tebing di belakang gubuk.
Saat mengetahui Miya akan di dorong ke dalam jurang, sontak itu membuatnya berteriak menyebut nama Malvin dan berteriak tolong beberapa kali.
Malvin, duke dan semu yang tadinya memandangi gubuk saja langsung di kejutkan oleh suara Miya yang berteriak minta tolong di sertai dengan menyebut nama Malvin membuat semua yang ada di sana langsung berlari ke asal suara Miya.
Terkejut! Malvin terkejut melihat Chelsea yang siap mendorong Miya ke dalam jurang yang dalam itu.
"Chelsea, berhenti! Jangan berbuat yang tidak-tidak, lepaskan dia!*" Teriak Malvin kepada Chesea.
Seolah-olah Chelsea tak mendengar, Chelsea langsung mendorong Miya ke dalam jurang dan hanya meninggalkan kursi roda saja. Disaat bersamaan Duke menembak kaki Chelsea agar Chelsea tidak melarikan diri.
Malvin dan Miya saling berteriak satu sama lain.
"Malvin....!" teriak Miya. "Miya...." dilanjut dengan teriakan Malvin dan langsung menuju ke arah bibir tebing. Namun sayang Malvin tak sempat menangkap Miya dan akhirnya Miya terjatuh kedalam Jurang.