
Keluar dari ruangan itu, Mereka berdua beralih mencari Rio dulu dan kembali ke acara berikutnya.
"Rio, ayo masuk, diluar sangat dingin" ujar Miya menyuruh Rio masuk ke pesta.
"Kakak duluan saja, aku harus membunuh monster ini dulu dan ke level atas!" jawab Rio masih asyik dengan ponselnya.
"Cepatlah masuk, kakak akan masuk bersama kak Malvin!" Miya berjalan masuk bersama Malvin.
Malvin lalu mengulurkan tangannya pada Miya dan mencari bersama. "Miya, maukah kau menari denganku!" sahut Malvin menunduk.
"Tapi, aku tak tahu cara menari!" jawab Miya merasa gugup.
"Tenang saja, aku akan mengajarimu!" mengambil paksa lengan Miya.
Mereka berdua akhirnya menari di tengah-tengah para tamu undangan yang ikut menari juga sama seperti mereka. Para tamu undangan lain menari mengelilingi Malvin dan Miya yang sedang menari disana.
"Malvin, ayolah! Kaki sudah lelah!" keluh Miya lelah.
"Baiklah, satu putaran lagi!" Malvin meninggalkan kecupan di leher Miya.
"Baiklah, cepat sedikit!".
Selesai berdansa, mereka berdua beralih ke kursi meja sana. Mereka berdua sedikit berbincang dan menikmati hidangan beserta minuman dan pestanya.
"Malam ini benar-benar menyenangkan, benar kan Rio!" ucap Miya girang.
"Iya, karna kakak menikmati pestanya, bisakah kita pulang sekarang, batrai ponselku perlu di isi!" jawab Rio datar.
"Iya-iya, sebentar lagi! Malvin aku pulang duluan bersama Rio ya! Kau disini saja!" sahut Miya meminta izin untuk pulang pada Malvin.
"Tidak! Tunggu sebentar, aku akan meminta Duke dulu untuk mengawasi pesta, tunggu aku di mobil!" jawab Malvin membantah.
"Baiklah, Rio ayo kita tunggu di luar!" Miya bangkit dari duduknya dan di susul oleh Rio.
Selesai dari dalam pesta dan memberikan semua pengawasan pesta pada Duke, Malvin langsung keluar dan menuju Mobil yang didalamnya sudah ada Miya dan Rio yang sudah menunggu.
"Pasang sabuk pengaman mu Rio!" sahut Malvin memasuki mobil. Malvin lalu memakaikan sabuk pengaman pada Miya dan melesat pergi.
Dikamar, Miya sedang berganti pakaian membersihkan diri dan membersihkan seluruh riasan wajahnya. Saat masih bersih-bersih, ia dikagetkan dengan tangan yang melingkar di pinggangnya yang mungil.
"Malvin, ada apa?" tanya Miya masih menghapus sisa riasannya.
"Aku lelah, apa kau sudah selesai? Ayo kita tidur!" Malvin bermanja-manja pada Miya.
"Baiklah, aku sudah selesai! Ayo ke ranjang!" pinta Miya melepaskan pelukan Malvin.
Dalam posisi biasa mereka, Malvin sedang di buat tidur oleh Miya yang menjadi bantalan Malvin yang sedang mencoba terlelap.
"Malvin, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Miya sembari mengelus kepala Malvin.
"Tentang apa?" jawab Malvin ragu.
"Mmm...tentang Utang ibuku yang belum lunas, sebaiknya aku bayar dengan uang saja dengan begitu aku bisa pergi dan kau bisa bebas! Jadi aku tak perlu berutang lagi padamu" sahut Miya gugup.
Malvin langsung bangun dari pangkuan Miya. "Aku sudah bilang padamu untuk mengikuti kontrak yang kita jalani, lagipula kau akan segera mencintaiku jadi kau tak perlu jauh-jauh dari kehidupanku, aku pastikan 2 bulan kedepan ini aku akan mendapatkan hatimu bagaimanapun caranya, aku janji!" jawab Malvin tegas. "Tidurlah, aku akan tidur di kamar tamu".
Miya hanya bisa terdiam dan masih termenung disana. Miya tidak tahu akan seperti apa kedepannya kehidupannya bersama Malvin nantinya. Ia berdoa supaya ia cepat mendapatkan jawabannya dari sikap Malvin sendiri padanya.
Miya lalu memejamkan mata dan lelap dalam tidurnya.
Saat pukul menunjukan 02:00, Miya terbangun dan kehausan. Ia lalu menuju kedapur untuk mengisi gelas kosong yang ada di kamarnya.
Saat Miya selesai mengambil air dan melewati kamar tamu yang ditempati oleh Malvin. Ia mengintip dan Malvin sedang tertidur dengan mengerutkan keningnya dan sama seperti ia mendapati Malvin dulu saat ia tertidur dengan keringat dingin dan tak berhenti berbalik kekanan dan kekiri.
Miya lalu mendekati dan seperti biasa ia mulai mengambil alih kepala Malvin dan menjadikan pahanya sebagai bantal. Miya mulai membuat senandung yang bisa membuat hati batu Malvin meleleh seketika dan akhirnya terlelap pada mimpi indahnya.
Hai Novelvers, Author curhat bentar ya!
Ini tentang pengalaman Author jadi pembuat novel!.
Dulu ada yang bilang kalau setiap karya Author itu semuanya gak HOT/romantis dan tidak ada unsur yang lebih kedunia orang dewasa.
Sekali lagi Author ingatkan lagi. Author masi siswi dan tidak berani memperluas genre romantisnya sampai membawa tokoh ke atas ranjang, Author juga beragama Islam, jadi Author gak berani buat Adegan panas gitu. Jadi Author Minta Maaf Ya!
Kalau Author ngasih tau umur Author, nanti kalian pada gak percaya dan malah ngebuly, jadi maaf para pecinta Novel. Author gak bisa mewujudkan permintaan kalian!🙏