FIRST AND LAST

FIRST AND LAST
Bagian 30: Kemana dia?



"Kak Malvin, ayo bangun! Kakak harus menghadiri rapat!" sahut Rio mengguncang tubuh Malvin.


Malvin membuka matanya dengan berat, terlihat samar-samar pada pandangan dan lama kelamaan pandangannya pun mulai jelas dan mendapati Rio sedang berdiri di sampingnya.


"Rio, kenapa aku disini? Aku kan sedang di sebuah Barr bersama Alga dan Yugo, siapa yang mengantarku ke rumah?" tanya Malvin heran.


"Aku juga tak tahu, namun kak Miya mengatakan aku harus membangunkan kakak untuk makan dan berangkat dan menghadiri rapat!" jawab Rio singkat.


"Lalu mana kakakmu?" tanya Malvin lagi mulai melihat sekeliling kamar.


"Mm...kata kakak, ia sedang mempunyai urusan di luar, jadi ia keluar sejak malam tadi!" jawab Rio lagi dan berjalan keluar. "Aku keluar ya kak"


"Tunggu sebentar, dari semalam kakakmu sudah pergi, apa kau tau kemana kakakmu?" Lagi-lagi Malvin bertanya ke sekian kalinya.


"Mm...tidak, tapi saat di telpon, aku mendengar lalu lintas yang padat dan bunyi menara jam!" ujar Rio dan kali ini sudah keluar dari kamar.


Malvin lalu berpikir, untuk apa Miya pergi ke menara jam, ia lalu menelpon Alga.


(Panggilan terhubung)


"Halo Malvin, ada apa kau menelponku sepagi ini?" sahut Alga yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Apa yang terjadi semalam?" tanya Malvin.


"Mm...sepertinya semalam satu barr itu semuanya mabuk, aku melihatmu di papah seseorang naik ke lantai atas, dan beberapa menit kemudian aku melihat seseorang wanita yang sangat mirip Miya datang dan naik ke lantai atas juga, aku juga tak dapat memastikan kalau itu adalah Miya, karena pandanganku malam itu benar-benar samar dan kacau" jawab Alga bangkit dari ranjang. "Tapi, tidak mungkin kan ia datang ke tempat seperti itu?"


Malvin lalu mematikan ponselnya dan langsung menuju panggilan masuk dan benar dugaannya, Miya sempat menelpon saat pukul 21:20 dan saat itu pula Malvin tak sadarkan diri. Malvin lantas menghubungi Duke dan menanyakan apa Miya ada di kantor atau tidak. Namun jawaban yang di dapat Malvin tak memuaskannya, Miya tak ada di sana. Sontak ia kembali menghubungi Duke.


(Panggilan terhubung)


"Duke tolong kau tunda rapat hari ini dan cepat lacak keberadaan Miya sekarang juga, aku akan kesana lima menit lagi!" langsung mengakhiri panggilan.


Malvin segera menuju kantor dan tiba dalam enam menit pas. Ia lalu menuju ruangannya yang sudah di isi oleh keberadaan Duke di sana.


"Duke, bagaimana?"


"Aku belum berhasil menemukannya, apa kau punya petunjuk dari kabar hilangnya Miya?"


"Tidak, tapi aku dapat pesan dari Rio kalau saat menelpon Miya, Miya sedang di dekat menara jam, tapi tidak mungkin kan ia masih ada disana?" sahut Malvin menjelaskan.


Malvin teringat pada Sarah. Ia pun langsung menghubungi Sarah, namun ponsel Sarah tak aktif, Malvin berpikir ia pasti sedang sibuk msngatur pertunangannya.


Malvin mulai menelusuri seluruh kota, mulai dari bagian barat, hingga ke timur, namun tak mendapatkan jejak dari Miya hingga malam tiba.


Malvin lalu kembali mengingat sesuatu, Miya terakhir di ketahui berada di dekat dengan menara jam, di sekitar menara jam ada panti asuhan dan taman... Malvin lalu mengingat sesuatu betapa Miya menyukai bianglala, ia mulai menjalankan mobilnya ke arah taman.



Sampai disana Malvin melihat ke atas bianglala yang sedang berputar, Miya lalu menelusuri setiap inci taman, lalu ia mendapati sesosok Miya sedang duduk di tanah di pojokan sebuah bangunan dan sedang menangis di dekat bianglala itu. Ia pun mendekatinya dan mengulurkan tangannya.



"Miya, ayo pulang!" ujar Malvin mengulurkan tangannya.


Miya terkejut melihat sosok Malvin sedang berdiri di depannya dan menatapnya dengan tatapan aneh yang belum ia pernah lihat dari sosok Malvin sebelumnya.


Malvin lalu berjongkok menghadap Miya dan berkata. "Kau mau naik itu?"


Miya sedikit menunduk dan menatap balik Malvin dan mengangguk, Malvin langsung meraih tangan Miya dan membawanya menaiki bianglala yang sangat ia inginkan itu.


Diatas bianglala, Miya hanya memandang keluar tanpa mengatakan apapun yang membuat suasana canggung diantara mereka berdua.


Lalu Malvin angkat suara. "Miya, apa kau datang ke barr semalam?"


Miya sedikit melirik dan menjawab. "Ya!"


"Apa yang terjadi semalam?" tanya Malvin.


"Oh! Aku hanya menelponmu semalam dan mendapati seorang wanita yang menjawabnya, lalu aku kelas ke barr itu dan melihat semuanya sedang tertidur pulas di lantai. Aku lalu naik ke lantai berikutnya dan mendapati sebuah kamar yang di dalamnya ada seorang wanita dan kau sednag bercumbu, hanya itu!" jawab Miya panjang lebar.


Malvin lalu menunduk dan tak berani menjawab, ia lalu melirik Miya lalu menunduk lagi seperti anak yang sedang dimarahi.


"Maafkan aku!"