FIRST AND LAST

FIRST AND LAST
Bagian 10: Kuliah



(Tok-tok-tok)


"Tante, apa tante ada di dalam?" teriak Miya dengan nada pelan.


"Siapa? Tunggu sebentar!"


(Pintu terbuka)


"Ah Miya, kamu kemana aja, adek kamu nyariin loh!" sahut tante suci


"Maaf tante, aku keluar kota dan tidak mengabari rio dan tante! Ini ada sedikit kaldu, tadi buat banyak jadi sekalian ngasih ke tante buat terima kasih. Di terima ya tante!" ujar Miya memberikan kotak makan.


"Wah terima kasih, kebetulan tante belum makan. Mau mampir gak?" sahut tante suci membuka pintu lebar-lebar.


"Tidak-tidak tante, saya akan pulang. Besok harus kuliah. Selamat malam tante!" pintanya dan sedikit membungkuk memberikan hormat. "Dan terima kasih udah menjaga Rio!"


"Ah, iya. Ya udah sana tidur selamat malam!" tersenyum dan menutup pintu.


Miya kembali ke kamarnya dan mulai bersiap untuk tidur. Miya berpikir besok akan mendapat banyak kritik dari teman dan dari pihak universitas. Dia harus bisa menanggungnya besok dan pasti membutuhkan tenaga untuk itu.


"Rio, kalau kamu udah selesai sama urusan kamu cepetan sini!" teriak Miya. "Kamu lagi ngapain sih di toilet, lama banget!"


(Pintu toilet terbuka)


"Maaf, perutku sakit ya jadi BAB deh!" sahutnya lalu mendekati ranjang.


"Ya udah sini tidur, ini udah pukul 23:30 loh!" ujar Miya. "Besok kamu harus sekolah!"


"Iya-iya kak, bawel banget!" mendekati kasur dan menarik selimut.


Miya mematikan lampu dan mulai terlelap dalam tidurnya.



Keesokan paginya, Miya bangun sangat pagi dan mulai membuat sarapan untuk Rio. Miya lalu bersiap mandi dan berseragam setelah itu membangunkan Rio untuk ke sekolah. Sekolah Miya dan sekolah Rio cukup dekat. Mungkin sekitar 50 M dari Universitas Miya sekolah Rio sudah terlihat dengan Mata telanjang.


"Rio! Bangun, ini udah jam 07:00 loh!" teriak Miya menggoyangkan tubuh adiknya.


"Jam 07:00, cepet banget!" Melihat ke arah jam dinding dan menyadari ini baru jam 06:00. "Kakak kebiasaan, bilang jam tujuh tapi nyatanya baru jam enam!" ujarnya mengerutkan kening.


"Jangan banyak tanya, cepat mandi. Uang jajanmu ada di atas lemari, kakak pergi duluan. Dah!" ujarnya dan menutup pintu.


Miya berjalan menuju universitasnya karena jarak dari apartemen dan Universitasnya cukup dekat dengan berjalan kaki, mungkin sekitar 5 menit kemudian kita sudah sampai.



Selesai dari ruangan Dosennya ia langsung ke kelas dan memulai aktivitasnya. Miya juga sempat beraktivitas menjadi anggota osis dan menjalankan tugasnya yang sudah menumpuk itu. Bahkan Miya di beri tugas tambahan dari pihak ketua osis untuk penambahan nilai yang sudah dilewatkannya. Untung saja, ketua osisnya adalah seniornya yang sangat baik dan terkenal akan ketampanannya.



"Kak, maaf saya baru ikut organisasi!" ujar Miya minta maaf.


"Tidak apa-apa, tapi aku terpaksa memberimu tugas tambahan!" sahutnya.


Ketua osis yang terkenal tampan ini bernama Stefan, dia terkenal dengan geng basket serta ketampanannya. Ia di gosipkan sedang menyukai seseorang dan dikatakan menyukai Sarah, ya! Ada beberapa gosip mengatakan bahwa Stefan sangat dekat dengan Sarah.


"Tidak apa-apa kak, aku akan menerimanya!" ujar Miya.


"Akus sedang menggali info tentang Malvin Ramon, aku memilih dia untuk mengundangnya kesekolah kita untuk menjadi inspirasi dari Mahasiswa yang ingin menjadi seorang seperti dia. Aku minta kau mengumpulkan data-datanya dan segera berikan kepadaku setelah kau mendapatkannya!" pinta Stefan panjang lebar.


"Ta...tapi... Aku, aku..." Miya tidak ingin bertemu dengan Malvin lagi. Padahal ia sudah melupakannya.


"Tidak ada tapi, kau boleh memilih teman untuk membantumu, baiklah kau boleh kekelas atau istirahat!" meninggalkan Miya dan berjalan menuju kantin.


Miya masih berpikir di tempat, bagaimana caranya menggali informasi dan mengundangnya tanpa bertemu dengannya.


Saat Miya masih sempat termenung datanglah Sarah dengan suasana hati marah.



"Miya.....! Kau sini. Sekarang karena kau sudah kembali ke kampus aku akan merayakannya, kau harus menaktrirku sesuatu, cepat! Aku sudah lapar!" teriak Sarah berlari mendekati Miya.


"Hey...iya, tenang saja. Tapi, kau harus membantuku!" ujar Miya tersenyum sinis.


"Mm...baiklah, tapi kau janji kau akan menaktrirku semau ku dan boleh nambah dan sedikit bonus!" meringis bahagia.


"Huh! Iya, aku akan menaktrirmu nanti dan menaktrirmu lagi ketika kau selesai membantuku!" menghela napas.


"Baik setuju!" Sarah bersorak bahagia.


"Baiklah, ayo ke kantin!" menarik tangan Sarah.


"Hore! Makan geratis, yey!" Berteriak kegirangan.