
"Miya Sayang! Ayo bangun" bisik buram Malvin ke telinga Miya.
"Kenapa kau bisa sesemangat itu melepaskanku ke perusahaan Groses sampai-sampai kau membangunkanku dan bangun lebih awal! Dasar Angkuh" jawab Miya menggeliat dari ranjang dan membelakangi Malvin ngambek.
"Aku hanya kebetulan bangun pagi, apa masalahnya aku membangunkanmu, aku akan mandi! Bangunlah setelah itu, oke!" sahut Malvin mengecup kening Miya singkat dan bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Beberapa lama setelah Malvin bangun, Miya ikut bangkit dan ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk Malvin dan Duke.
Setelah itu ia memberi makan kucing kesayangan Malvin dan beralih kembali ke kamar dan menunggu Malvin yang masih di kamar mandi.
"Malvin, cepat sedikit! Aku sudah tak tahan, kalau kau sangat lama aku akan mengompol" ujar Miya mengetuk dan tak berhenti bergerak karena sudah tak tahan dengan pipis yang sudah di ujung.
Kemudian, kamar mandi itu terbuka sedikit, Malvin mengulurkan tangannya dan menarik Miya masuk seperti melahap begitu saja.
"Hey, Kya....".
Sampai di depan kedua perusahaan itu, Malvin memutuskan untuk mengantar Miya ke ruangan barunya yang berada di perusahaan Groses.
"Apa ini tak berlebihan, aku baik-baik saja, Malvin! Kau bisa langsung ke perusahaan saja" sahut Miya parau.
"Tak apa, aku juga ingin mengetahui ruanganmu ada di sebelah mana, jadi aku memutuskan untuk mengantar!" jawab Malvin tersenyum.
Mereka pun sampai di Loby, Malvin pun bertanya kepada pengurus disana, dan ia mengatakan bahwa ruangan Miya tepat berada di lantai tiga di sebelah ruangan Direktur David.
Malvin masih bisa menerima itu jika tangan kotor David tidak menyentuh perempuan kesayangannya, mereka berdua pun naik ke lantai tiga menggunakan Lift.
Sampai di lantai tiga terlihat hanya tiga ruangan disana, yaitu ruangan David, ruangan Miya dan satu ruangan yang di kunci rapat.
Saat mereka membuka ruangan tersebut, terlihat David sedang duduk di sofa yang sudah di sediakan di ruangan itu, David tersenyum ke arah Miya dan Malvin saat melihat mereka terlihat dari ujung pintu.
"Ah, kalian sudah sampai! Aku tahu kalau tuan Malvin akan datang mengantar sekertaris baru saya kemari, jadi saya menyambut di sini saja, Sekertaris saya Lisa sudah sampai di perusahaan anda pukul tujuh tadi, dan sekarang sudah pukul delapan lewat tiga puluh menit, apa anda tidak tahu apa itu di disiplin, tuan Malvin!" kata-kata David yang sangat lancar itu membuat Malvin geram, namun dengan Miya yang mencegahnya meledakkan amarahnya segera memegang lengan Malvin yang kokoh berhasil membuat Malvin tetap sabar.
Anehnya, perkataannya itu hanya menyebutkan nama Malvin dan tak ada kesan menyalahkan Miya sama sekali yang semakin membuat Malvin menggertakkan gigi.
"Maafkan atas keterlambatan kami tuan David, kami tadi...maksudku saya tadi melupakan sesuatu jadi mobil tuan Malvin yang mengantar saya putar balik ke arah apartemen kembali!", ujar Miya.
"Kapan aku menyalahkanmu nona cantik, kau bisa langsung bekerja, aku akan mengantar tuan Malvin sampai ke Loby dan kembali kesini melihat hasil kerjamu dalam memproses data yang sudah kupersiapkan di sana, kami permisi nona!" senyum David yang lebar membuat Malvin mengepalkan tangannya.
Mereka berdua meninggalkan ruangan segera, mereka lalu menuju lantai bawah menggunakan Lift. Selama di dalam Lift mereka sedikit berbincang.
"Tuan Malvin, apa anda tidak takut kalau nona Miya sekertaris anda terpesona akan saya dan menghinati anda?" tanya David dengan seringai di wajahnya.
"Tentu aku takut tuan David kalau itu terjadi, tapi saya tidak akan pernah takut karna yang anda harapkan itu tidak akan pernah terjadi, Miya sudah lama mengabdi kepada saya dan perusahaan saya, saya sangat mempercayainya!" sahut cepat Malvin tanpa ekspresi.
"Wah benarkah? Berarti aku harus berjuang lebih keras lagi untuk membuat sekertaris anda jatuh hati dan bisa berkhianat kepada anda, menurutku tak ada yang mustahil" jawab David tidak kalah cepat.
"Itu menurutmu, namun menurutku sangat amat mustahil jika Miya berkhianat, saya bisa menjamin itu, sepertinya saya harus segera ke perusahaan saya dan menyambut sekeetaris anda, anda tidak perlu mengantar saya sampai bawah, anda bisa langsung menghasut Miya dan membuatnya terperangkap, jika itu bisa!" senyum seringai Malvin dan keluar dari Lift kemudian menghilan di ujung pintu utama.
Sikap Malvin tadi membuat David amat sangat terhina. Ia tak pernah mendapat hujatan yang seperti itu di perusahaannya sendiri. Ia tak pernah tidak berhasil dalam menghasut dan membuat orang itu jatuh dalam perangkap karena pesonanya, ia akan membuktikan pada Malvin kalau dia bisa membuat Miya jatuh dan meninggalkannya dan malah melangkah ke arah David dan mencium kakinya.