FIRST AND LAST

FIRST AND LAST
Bagian 25: Pesta perusahaan



Malam pesta perusahaan pun tiba, Miya sedang bersiap-siap untuk ke sana dan sedang berada i depan cermin.


Miya sedang memandangi gaun pemberian dari Malvin yang ia sempat beli dan di berikan pada Miya.



"Miya apa kau sudah selesai?" ujar Malvin mengintip dari luar.


"Hampir selesai, bisakah kau menarik resletingnya ke atas, aku tak bisa menjangkaunya!" jawab Miya kesusahan.


Malvin lalu mendekat dan mengulurkan tangannya menuju resleting dari belakang punggung Miya. Malvin menarik ke atas resleting tersebut dan meninggalkan kecupan disana.


"Baiklah sudah selesai, ayo kita berangkat, Rio sudah menunggu dibawah!" pinta Malvin mengulurkan tangannya.


"Baiklah!" menerima uluran.


Dibawah, Miya melihat Rio masih tengah kesusahan dengan Dasinya karena tidak mau melepaskan ponselnya dari tangannya, serta eirphone tidak terlewatkan di telinganya.


"Rio, Dasinya masih tidak benar, sini kakak perbaiki!". Miya mendekat dan memperbaiki dasi Rio yang sibuk memainkan ponselnya. "Apa kau bisa melepas ponselmu dulu, kakak kesusahan nih!".


Rio hanya terus menatap ponselnya yang baru di beli oleh Malvin tadi, jadi Rio terus memainkannya agar kembali ke posisi level teratas, menurutnya!


"Baiklah, ayo berangkat!" ujar Malvin melangkah keluar.



Sesampainya di perusahaan, Mereka berdua tak jadi pusat perhatian dari banyak orang karena, orang-orang tersebut beralih ke arah Rio yang tampan dan sangat cool walaupun Rio sangat cuek dan lebih melihat gamenya dari pada memperharikan mereka.


"Rio, kau bisa duduk di sana dulu, aku pinjam kakakmu sebentar!" Malvin mengulurkan tangannya.


Miya hanya bisa menggandeng lengan kokoh Malvin di sana. Malvin lalu menuju teman-teman dan Rivalnya yang sedang berkumpul di meja bir sana.


"Hei Miya, Malvin. kalian sangat serasi!". tawa jahat Alga.


"Senang bertemu dengan anda lagi nona Miya!". Senyum Yugo kepada Miya.


"Kalian berani mengacuhkan dan menganggapku angin!" wajah kesal dari Malvin terlihat.


"Hehe, maaf! Sepertinya acaranya akan segera dimulai, Miya aku pinjam kekasih kesayanganmu sebentar, dah!" goda Alga mengambil alih gandengan Malvin.


Miya lalu menuju tempat dimana Rio duduk, namun ia tak menemukan Rio disana, ia pun hanya bisa duduk di kursi kosong depan meja bir itu.


Beberapa saat masih menonton acara itu, Miya dikejutkan dengan kedatangan seorang direktur paru baya dan rambutnya sudah mulai memutih menghampirinya, ia adalah teman dari ayah Malvin yang masih saat ini masih menjabat sebagai direktur di perusahaan terkenal di kota paris juga karena tidak memiliki pewaris.


"Hey nona Miya, anda sekertaris tuan Malvin bukan? Senang berkenalan dengan anda!". dengan santainya ia menyentuh pundak Miya.


Miya lalu menanggapinya dengan sigap berdiri dan menumpahkan minuman yang ada di meja dan menumpahkannya ke jas milik direktur tua tersebut. Sehingga perbuatan Miya itu membuatnya murka dan mengundang para tamu lain untuk menonton.


"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja!". Miya terus membungkuk meminta maaf.


"Kau, apa kau buta, aku sedang duduk dan kau sengaja menumpahkan minuman itu kepadaku, kau...". Ia mengangkat tangannya ke arah Miya.


Miya yang melihat tuan itu mengangkat tangannya ke arah wajahnya hanya bisa memejamkan mata dan berharap tidak terjadi apa-apa. Saat ia kembali membuka matanya, ia terkejut melihat Malvin sedang berdiri di depannya sedang menahan tangan sang pria paru baya tersebut.



"Beraninya anda mengangkat tanganmu kepadanya!" marah Malvin bergejolak.


"Malvin, aku ini pamanmu, apa kau tidak lihat ia sangat tidak sopan terhadapku?". Jawab pria tua itu menarik tangannya.


Malvin tak menjawab dan langsung mengambil alih tangan Miya dan membawanya pergi.


Mereka sedang berada di ruangan salah satu pegawai disana.


"Miya, apa kau baik-baik saja?". tanya Malvin memutar-mutar tubuh Miya. "Syukurlah!"


Aku tidak apa-apa, maafkan aku telah mengacaukan pestamu, tapi aku sungguh-sungguh tidak sengaja menjatuhkannya kepadanya. Aku terkejut karena ia menyentuhku, maafkan aku!" jawab Miya panjang lebar dan berekspresi sedih.


"Tidak, ini bukan salahmu, sebaiknya kau disini dulu, aku akan keluar sebentar!" pinta Malvin mengelus kepala Miya.


"Tidak! Aku juga mau menikmati pestanya, aku akan bersama Rio, jangan khawatir!" jawab Miya sigap.


"Oh ya! Anak itu, pergi kemana dia?" sahut Malvin bertanya.


"Mungkin ia diluar kantor, kau tahu kan ia tak suka keramaian!" jawab Miya. "Ayo kita keluar!"


"Baiklah, kau jangan jauh dariku oke!" pinta Malvin.


Mereka berdua lalu keluar dan menuju pesta lagi dan menunggu acar selanjutnya.