
Esoknya, Miya seperti biasa memulai paginya dengan memasak dan membangunkan Rio lalu membersihkan dirinya sendiri dan beralih ke Malvin.
"Malvin ayo bangun, kau harus bekerja! Aku taruh makanannya di kamar, aku duluan ya!" ujar Miya menggoyangkan tubuh Malvin dengan lembut.
Tiba-tiba Malvin terbangun dan menghentikan langkah Miya yang ingin keluar kamar. "Hey tunggu, tunggu aku bersiap kita akan pergi bersama, kau tak boleh jalan kaki!" jawabnya langsung dalam posisi terduduk.
"Tapi, para karyawan akan...!" Miya terhenti karena kehabisan kata-kata dan di selip oleh Malvin.
"Tenang saja, kau berjalan di belakangku sebagai sekertarisku saja, kau sudah sarapan kan? Sebaiknya kau makan yang manis atau asam!" langsung berdiri dari ranjang.
"Tu...tunggu, apa maksudmu dengan itu, kau salah makan obat ya! Sebaiknya kau mandi dan cepat turun sarapan, aku akan menunggu di bawah!" Miya berjalan cepat menuju tangga.
"Kau sudah makan, ayo cepat ini sudah jam 09:40 dua puluh menit lagi kau akan rapat, cepatlah!" suruh Miya tergesa-gesa.
"Baiklah, tunggu sebentar!" jawab Malvin berdiri.
Malvin lalu menuju keluar dan menarik Miya serta tak lupa berpesan pada Rio untuk menjaga rumah, kebetulan hari libur Rio sudah tiba jadi ia di tugaskan menjaga rumah oleh Malvin dan Miya.
Selama perjalanan keheningan terbentang di antara Malvin dan Miya sehingga membuat Miya sedikit canggung akan situasi itu.
"Ekkhem..." Miya mencoba memecahkan keheningan.
"Ada apa, apa kau mual atau flu atau sakit?" tanya Malvin langsung menghentikan mobil.
"Hey, kau bisa membuat seseorang celaka jika kau menghentikan mobilmu mendadak begitu! Untung jalanan sedang sepi!" kaget Miya terbentur.
"Kenapa kau batuk seperti itu, itu membuatku tidak fokus, ada apa? Apa kau sakit, butuh sesuatu?" ketus Malvin kesal.
"Sudahlah, lanjutkan saja, sebentar lagi kau akan rapat besar!" suruh Miya ketus juga.
Malvin lalu menjalankan mobil dengan hati-hati.
Mereka pun sampai di perusahaan 5 menit kemudian. Malvin dan Miya tidak terlalu di perhatikan oleh karyawan lain karena mereka sedang sibuk akan tugas mereka masing-masing. Malvin dan Miya lalu menuju Lift untuk menuju ruangan dan dilanjut menuju ruang rapat.
Sesampainya di sana, Malvin meminta Miya menemaninya untuk bertemu dengan Karyawan Baru.
Rapat dimulai dengan lontaran kata pembuka yang di lontarkan oleh Miya. "Baik, saya akan mulai rapatnya dan akan memperkenalkan diri saya, karena disini ada karyawan baru yang ikut rapat!" Miya membuka rapat dengan memperkenalkan dirinya.
Semua mengangguk senada. Miya lalu melatih otaknya kembali untuk berpikir. "Baiklah, karna hari ini ada Karyawan Baru dan juga akan diselenggarakannya pesta untuk memperingati Tuan Malvin sebagai direktur disini selama satu tahun dan bertepatan dengan hari ulang tahun kota paris, jadi saya mohon kalian semua datang dan menghadiri acaranya!"
Miya lalu membisikan sesuatu kepada Malvin dan berkata. "Oh ya! Tuan juga memintaku membagi gaji kalian yang dilewatkan oleh Tuan Duke hari lalu karena kesibukan yang mendesak, jadi saya akan membaginya sekarang!" ujar Miya mengeluarkan beberapa amplop berwarna coklat kecil.
Selesai membagi gaji, Miya lalu melangkah keluar di dampingi oleh Malvin dan menutup rapatnya.
"Miya, aku akan ke ruanganku dulu, kau pergilah dan makan siang" sahut Malvin berbelok ke arah ruangannya.
"Baiklah, sampai jumpa di sana!" Miya turun dan menuju ke arah kantin kantor.
Saat dalam perjalanan kesana, ia tak sengaja berpaspasan dengan sekertaris Alga yaitu Nona Granda. Ia adalah sekertaris kepercayaan Alga.
"Maaf, apa anda baik-baik saja?" Miya menoleh kearahnya. "Kau nona Granda, maafkan aku nona!" ujar Miya membungkuk.
"Tidak apa-apa, kau sekertaris tuan Malvin bukan? Tolong berikan berkas ini padanya, dan katakan padanya ini dari tuan Alga!" ujarnya tersenyum menatap Miya dan memberi berkasnya. "Saya permisi dulu!".
Miya memandangi berkas itu dan langsung menuju ruangan Malvin yang baru saja ia lewati. "Malvin ini ada berkas untukmu!". Miya masuk dan melihat Malvin sedang menelpon seseorang. "Aku letakkan disini ya! Aku permisi!"
Miya meninggalkan Malvin dan sekali lagi menuju kantin kantor di lantai bawah.
Saat Miya baru saja keluar dari Lift, ia dikejutkan dengan kedatangan adiknya yang menjadi pusat perhatian karena terlihat sedang bingung dan mencari sesuatu.
"Rio, kenapa kau kemari, kan sudah kukatakan untuk menjaga rumah!" ujar Miya mengerutkan keningnya.
"Aku mencarimu kak, ponsel ku rusak dan aku sedang berada di level puncak dan ponsel ku malah terjatuh ke bak mandiku, aku mau kakak memperbaikinya!" pinta Rio dingin.
Miya menepuk jidat. "Kau juga memainkan ponselmu saat mandi, kau ini benar-benar, baiklah kakak akan minta kak Malvin memperbaikinya nanti, sekarang pulanglah!" jawab Miya.
"Tapi aku mau sekarang!" sahut Rio memaksa.
"Huh baiklah kau naik ke lantai tujuh di ruangan transparan di sana, kak Malvin ada di sana, cepatlah kakak sudah lapar sekarang!" Miya melangkah pergi meninggalkan Rio.