FIRST AND LAST

FIRST AND LAST
Bagian 28: Memasuki musim panas



Turun dari mobil, mereka berdua langsung di sambut beberapa pelayan yang berada di depan pintu menyambut mereka berdua. Mereka berdua duduk di kursi yang paling pojok dan paling belakang dari meja yang lain.


"Miya, kau mau pesan apa?" tanya Malvin sembari menarik kursi untuk di duduki Miya.


"Apapun yang kau pesan aku memakannya" Jawab Miya singkat dan jelas.


"Pelayan!" ujar Malvin memanggil pelayan. "Tolong dua porsi Sushi dan Ramennya, dan untuk minumnya Matcha saja!".


"Baik tuan, tolong tunggu sebentar, selamat menikmati pelayanan kami!" jawab sang pelayan lalu pergi membawa Menunya.



"Mmm...sepertinya lezat! Miya ayo dimakan!" ujar Malvin bersemangat saat pesanan mereka telah berada di depan mereka.


"Mmm... Baiklah, selamat makan!" senyum Miya terpaksa.


Mereka berdua memakan Ramen khas jepang terlebih dulu dan di lanjut dengan memakan Sushi, Miya sudah merasa lebih baik dan sudah mulai tersenyum karena saking enaknya makanan itu.



"Malvin, kapan-kapan kita kemari lagi ya, sekalian bawa Rio!" ujar Miya tersenyum lepas.


"Baiklah, bila ada waktu kita akan mampir lagi. Oh ya! Sebentar lagi memasuki musim panas, mau berkunjung ke suatu tempat?" tanya Malvin menatap Miya.


"Mmm...apa disini ada tempat yang menyediakan pemandangan musim panas di sekitar sini?" Miya berbalik bertanya.


"Mm...tentu saja ada, bahkan banyak! Tapi, aku mau mengajakmu ke Villa milikku yang berada di Pantai Saleccia, disana pasti sangat seru, kau mau kan?" jawab dan tanya Malvin sekali lagi.


"Apa kita akan mengajak Rio?" tanya balik Miya.


"Dia pasti akan merayakan musim panasnya bersama teman-temannya, kita tak perlu mengganggu liburannya!" jawab Malvin berbinar.


"Mmm,... Aku akan memikirkannya dulu, baiklah ayo kita pulang, hari sudah mulai sore, Rio juga pasti sudah menunggu, ayo kita pulang!" jawab Miya dan berdiri dari duduknya.


"Baiklah, Ayo!".


Sampai di rumah, Miya tak langsung keluar dari mobil dan duduk sejenak di dalam mobil sambil menghela nafas karena lelah.


Malvin pun membukakan pintu untuk Miya. "Miya, ayo masuk! Biasanya kaua akan langsung loncat dan tak menunggu ku bukakan?" sahut Malvin membuka pintu mobil.


Tanpa disadari, Malvin langsung menggendong paksa tubuh Miya yang sangat ringan entah mengapa, bahkan ia baru saja selesai makan dan berat badannya malah berkurang.


"Hey, turunkan aku, aku akan berjalan saja!" pinta Miya cepat dan berontak minta di turunkan.


"Kau lelah bukan? Sebaiknya kau tidur di kamar dan mengapa kau begitu ringan, apa kau menjaga pola makanmu?" jawab Malvin tegas.


"Mmm....aku hanya jarang sarapan dan makan siang, itupun jika aku makan siang jika itu di kantor atau kau mengajakku makan, aku kadang melupakannya!" jawab Miya datar.


"Kau menjawabnya sangat mudah dan tanpa merasa bersalah pada tubuhmu, jika kau sakit bagaimana?" ujar Malvin lebih mempertinggi nada suaranya dan mulai melangkah ke anak tangga.


"Baiklah-baiklah, aku salah!" pinta Miya kesal.


 


Di kamar, mereka berdua sedang berbincang-bincamg perihal liburan mereka. "Mm...bagaimana menurutmu tentang liburan musim panasnya?" tanya Malvin dan mendudukkan Miya ke atas ranjang.


"Mmm...menurutku? Baiklah, aku akan ikut!" jawab Miya tersenyum.


"Bagus kalau begitu, tidurlah, aku akan menghubungi Duke untuk meliburkan para pegawai pada musim panas ini, oh ya! Sebelum ini aku juga pernah menjanjikanmu ke taman untuk bersenang-senang bukan, kapan kita akan pergi?" sahut Malvin meraih pipi Miya.


"Oh iya ya, kalau lusa bagaimana? Kau kan punya rapat besok, dan liburan musim panasnya kan tinggal seminggu, jadi tak apa kan?" jawab Miya senang.


"Mmm...baiklah, aku akan coba mengatur waktu, jika aku tak punya waktu aku akan menggantinya di hari lain, oke!" sahut Malvin dengan mata sayupnya.


"Mmm...tak apa, aku mengerti itu! Mmm...apa boleh aku menghubungi Sarah?" tanya Miya gugup.


"Tentu, aku juga harus menghubungi Duke Untuk membicarakan rapat dan liburan untuk pegawai ketika liburan telah memasuki harinya, aku akan berbicara di bawah, setelah menelpon Sarah, langsung tidur oke!" jawab Malvin dan meninggalkan kecupan di pipi Miya.


"Baiklah!" jawab Miya singkat dan muka yang memerah.


Malvin pun meninggalkan Miya di kamar dan beralih kebawah untuk menelpon Duke untuk menanyakan perihal tadi.