
Malvin tak bisa menahan dirinya untuk tak tertawa akan reaksi Miya itu, "Memangnya siapa yang akan mengijinkanmu bermain seperti itu dengannya?"
"Hum, aku akan ke perusahaan Groses sekarang! Dah" Miya sedikit marah kepada Malvin, lalu ia keluar dengan kening yang berkerut.
Di perusahaan Groses terlihat sangat padat oleh beberapa karyawan mondar-mandir di depan sana, ada juga suara bising lainnya seperti orang yang sedang menelpon, suara ketikan keyboard, hentakkan sepatu hak dll.
Miya lalu menuju lantai tiga untuk mengurus beberapa pekerjaan lainnya, saat ia sampai di atas, terlihat Lisa sedang berbicara dengan David disana, ia tak ingin mengganggu dan langsung melewati mereka setelah ia sedikit menunduk hendak memberikan hormatnya.
Lalu, David berseru, "Miya hari ini kau boleh pulang, aku akan mengadakan rapat di Chikago, semua karyawan lain di liburkan, kau juga bisa pulang!"
"Mmm...apa saya di butuhkan untuk membantu anda tuan?" Miya berpikir bahwa apa dirinya tak dibutuhkan dalam rapat penting itu nantinya.
"Tidak, aku akan pergi sendiri, baiklah kalau begitu aku akan pergi sekarang juga, Lisa tolong sampaikan kepada karyawan lain untuk pulang dan dilarang ada yang lembur!" setelah mengucapkan kalimat itu, David langsung melangkah menuju Lift di lorong sana.
"Nona Lisa, saya permisi!" Miya menunduk dan meninggalkan Lisa yang masih berdiri disana.
Sampai di bawah, Miya langsung keluar dari Loby dan mendapati Malvin sedang menunggunya di depan sana dan sedang duduk di atas mobil sambil membunyikan klakson mobilnya dengan tujuan agar Miya mendekat dan ikut masuk ke mobil.
Miya berlari kecil kearah sana, ia kemudian bertanya, "kau tidak menghadiri rapat bersama David?"
"Aku sudah menyuruh Duke kesana, aku sedang tak ingin kemana-mana dan ingin menghabiskan waktuku bersamamu" Malvin kemudian membuka pintu dari dalam dan menyuruh Miya masuk, "sekarang cepat masuk!"
Miya menurut, mereka lalu cepat melesat pergi meninggalkan jejak asap yang masih kelihatan walau mobilnya sudah tak ada.
"Malvin, sebaiknya kau langsung mandi, kau terlihat gerah dan lelah!" Miya menegur Malvin yang langsung duduk di sofa setelah sampai di rumah.
"Baiklah, cepatlah keatas!" Malvin hendak berdiri namun langsung dihadang oleh Miya.
Miya langsung berjongkok ke bawah dan melepas sepatu Malvin dan berdiri kembali sambil melepas jas dan dasi Malvin, "sangat ceroboh! Sana naik"
"Terima kasih, setelah dari dapur, langsung ke atas ya!" Malvin langsung bangkit kemudian dan menuju anak tangga.
Sementara itu, Miya langsung menuju dapur untuk membuatkan Malvin minuman yang bisa membuatnya agak lireks seperti seduhan jahe merah khas yang hangat.
Setelah membuat minuman tersebut, Miya langsung beranjak naik ke kamar dan memberinya kepada Malvin.
Miya lalu meletakkan minuman itu dimeja dan beralih ke Malvin dan membantunya mengeringkan rambutnya, Miya mendudukkan Malvin ke tepi ranjang dan mengambil alih handuk dan langsung mengeringkan kepalanya.
"Aku sudah menyeduh Jahe merah untuk kau minum, itu bisa membuatmu lebih rileks" Miya melontarkan kalimatnya sambil mengeringkan rambut Malvin.
"Terima kasih, aku akan meminumnya nanti, apa sudah selesai?" Malvin mendongak dan menatap Miya, lalu ia mengambil handuk tersebut dan menaruhnya di leher dan digantungkan disana.
Malvin lalu mengubah berdiri dan mengubah posisi, Ia langsung memegang erat pergelangan tangan Miya dan mulai bereaksi mencium leher Miya.
"Tu...tunggu, aku masih belum mandi, aku bau keringat lepas aku dulu!" Miya berusaha membuat kalimat yang beralasan
"Baiklah, cepatlah mandi! Aku akan menunggu" Malvin melepaskan ciuman hangat itu dan melepas cengkramannya dan menuju lemari agar ia bisa mengenakan pakaian yang santai dan membuatnya tak kepanasan.
"Baiklah!" Miya langsung menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Miya keluar dengan Piyama mandi yang ia kenakan dan rambut yang basah membuat Malvin yang menyaksikan itu tergoda.
"Jangan lihat!" Miya langsung menyilangkan tangannya di dada.
"Aku takkan mengganggu, lanjutkan saja!" Malvin menyeringai dan kembali kepada ranjang dan meminum ramuannya.
Sore itu, Miya memakai pakaian yang lebih santai dengan corak bunga di lengan baju itu, Miya terlihat sangat cantik dengan pakaian yang menempel di badannya yang kurus dan kecil itu, menimbulkan nuansa seperti seorang gadis remaja.
"Malvin?" Miya menyebut nama Malvin karena ia menyadari tangan Malvin sedang melilit perutnya.
"Kenapa? Aku hanya ingin memelukmu, ayo ke ranjang!" Malvin membisik kearah leher Miya yang membuat Miya mendesah kegelian.
"Kau ini! Bukankah sedang lelah? Sana istirahatlah sebentar, aku akan menyiapkan makan malam!" Miya mendorong tubuh Malvin dan langsung berlari menuju pintu.
Melihat Miya tergoda dengan mudah, Lantas membuat Malvin tersenyum senang dengan tanggapan tubuh Miya, "Dasar tidak peka!".