
"Miya, kutanya sekali lagi apa kau ada di dalam? Jawablah!" geramnya terus berteriak sambil terus mendobrak dan menendang pintu. "Duke!"...
Duke segera ketempat dimana suara Malvin itu berada, Duke akhirnya melihat Malvin sedang menendang, mendobrak, bahkan sampai meninju pintu itu sampai tangannya memerah dan sampai mengeluarkan darah.
"Tuan, ada apa tuan? Berhenti tuan anda terluka!" sahut Duke khawatir melihat kondisi tangan Malvin yang memar dan mengeluarkan darah.
"Siapa yang menjaga gudang hari ini, kenapa pintu gudangnya di tahan bata dan kayu, bahkan di dalam ada beberapa karung menutupinya, Miya ada di dalam. Kalau terjadi sesuatu pada Miya kalian semua akan menerima akibatnya!" Teriak Malvin ke udara. "Kau sekarang ke ruang CCTV, lihat CCTV di bagian depan gudang sekarang!"
"Baik tuan, saya segera kesana!" langsung berlari ke arah ruang CCTV.
Malvin berusaha membuka lagi dan lagi hingga, ia melihat ada jendela kecil berada di sebelah atas pintu, Malvin tidak yakin bisa masuk ke dalam jendela kecil itu, sepertinya jendela itu hanya memuat kepalanya.
Malvin mencoba mengintip ke dalam apa Miya benar-benar ada di dalam.
Dan benar yang di khawatirkannya, Miya ada di dalam dan lebih parahnya lagi Miya di ikat dan terdapat luka di pipi dan di kepala serta dalam keadaan basah.
Malvin mulai panik lagi, seakan kekuatannya tak habis-habis dia memulai kegiatan yang barusan ia lakukan, yaitu mendobrak pintu dan menendangnya lagi hingga, beberapa bata dan kayunya sudah roboh namun, karungnya masih tetap kokoh di sana.
Malvin lalu mengambil ancang-ancang dan menggerakkan semua kekuatannya dan....akhirnya pintu itu patah dan terbuka.
Malvin langsung masuk dan melihat Miya terbaring di sana, Malvin mendekati Miya yang pucat dan kulit yang dingin bercampur cairan warna merah gelap di wajahnya.
Malvin langsung menggendong Miya keluar dan membawa Miya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Miya langsung di tangani beberapa suster dan dokter. Malvin terus menghubungi Duke untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum Miya mengalami kejadian ini.
Beberapa menit kemudian datanglah duke membawa kabar dari ruang CCTV yang membuat Malvin melotot ketika mengetahuinya.
"Lakukan pelacakan padanya, aku mau hasilnya ku dapatkan nanti malam apapun yang terjadi, cepat!" teriak Malvin lagi membuat isi rumah sakit yang tadinya hening langsung menghebohkan.
"Ba...baik tuan!" sahutnya dan berlari keluar rumah sakit.
Malvin tidak pernah memalingkan wajahnya dari pintu UGD yang sedang menangani Miya. Bahkan saat beberapa suster menyarankan untuk mengobati tangannya dulu Malvin tetap menolak saran itu.
Beberapa menit kemudian keluarlah dokter dan langsung ke arah Malvin.
"Ak...aku adalah kekasihnya!" ujar Malvin menjawab sang dokter.
"Kekasih anda demam tinggi saat ini, selain di kepala dan pipi, di lengannya juga terdapat sedikit retakan pada tulangnya, apa kekasih anda seorang peminum?" Pinta sang dokter lalu bertanya pada Malvin.
"Tidak sama sekali, memangnya ada apa dokter?" sahutnya kebingungan.
"Aku melihat ada kadar alkohol yang tak terlalu tinggi pada tubuhnya yang membuatnya sulit untuk sadarkan diri!" jawabnya.
Malvin berpikir apakah itu efek dari beef yang dimakan Miya siang tadi, Malvin lalu kembali bertanya.
"Apa aku bisa menemuinya sekarang?" tanya nya sambil melihat ke arah pintu UGD.
"Ya silahkan, saya juga harus menangani beberapa pasien, perawat akan ke ruangan ini nanti setelah kekasih anda terbangun, dan sebaiknya anda mengobati tangan anda!" pergi meninggalkan Malvin.
Malvin tak menghiraukan peringatan itu, tanpa pikir panjang ia langsung masuk dan melihat Miya yang sedang terbaring tak berdaya.
"Miya bangunlah, kalau kau tak bangun aku akan menambah utang ibumu, hey bangunlah!" gumamnya terus menatap Miya dan menggenggam tangan Miya.
Malamnya saat Miya belum sadarkan diri, Malvin keluar ruangan dan menunggu laporan dari Duke tentang pelacakannya. Saat mondar-mandir di depan pintu rumah sakit datanglah sebuah mobil dan di dalamnya terdapat sesosok Dukd yang turun dari mobil.
"Tuan, saya sudah tau!" sahut Duke.
"Apa yang membuatnya menyerang Miya?" tanya Malvin penasaran.
"Sepertinya nona Chelsea mendapat rumor bahwa tuan sudah berpacaran dengan nona Miya, Nona juga menyebarkan rumor bahwa Miya adalah Pelacur" sahutnya menjelaskan apa yang terjadi.
"Tapi kenapa dia melakukan itu?, untuk apa? Dia sudah bukan kekasihku lagi, apa yang membuatnya berani mempermalukan Miya?" Kebingungan akan tingkah mantan kekasihnya itu.
"Sepertinya nona melakukan itu karena nona masih mencintai tuan, tuan tidak ingat bagaimana tuan meninggalkan nona di pesta pertunangan, mungkin nona tidak bisa menerimanya tuan!" ujar Duke panjang lebar.
"Baiklah, kau terus cari informasi tentang dia, aku akan mengecek kondisi Miya sekarang".