FIRST AND LAST

FIRST AND LAST
Bagian 34: Afrika



Seminggu kemudian, Malvin dan Miya sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke Afrika, Rio ditinggal sendiri dengan fasilitas terbaik, bahkan Rio di belikan beberapa paket internet dan mesin minuman serta makanan instan dan nasi instan.


"Rio, kami pergi ya! Jangan meninggalkan rumah. Jika kau punya tugas sekolah kau bisa mengajak temanmu ke rumah, oke!" ujar Miya mengelus kepala Adiknya.


"Baik kak, kakak hati-hati, oh ya! Jika kakak pulang bisakah kakak membawakan oleh-oleh?" sahut Rio.


"Tentu! Kakak akan membawa beberapa pakaian dan makanan, jika perlu kakak akan membeli beberapa aksesoris dan alat musik seperti gitar!" ujar Miya tersenyum.


"Kenapa cuma barang kecil, Rio jika kau meminta mobil pun akan aku beli untukmu, kau tinggal memilih warnanya!" sahut Malvij menepis.


"Apa? Rio masih kecil, tidak mungkin dia mengendarai mobil, aku tidak mengijinkannya!" ucap cepat Miya melarang.


"Tapi aku tidak mau semua itu, aku hanya ingin bola Basket saja!" ujar Rio singkat.


"Baiklah, kakak akan membeli bola Basket untukmu!" sahut Miya memeluk adiknya. "Kami berangkat ya!"


"Dah kak!".



Dalam perjalanan, Miya sedikit bertanya pada Malvin perihal dimana mereka akan tinggal saat di Afrika. "Anu, kita akan tinggal dimana saat kita sampai disana?"


"Aku sudah membeli rumah disana, yang dekag dengan perusahaan kita nantinya!" ujar Malvin cepat.


"Mmm...baiklah kalau begitu!" jawab Miya singkat.


Keheningan terbentang di antara mereka sampai beberapa jam. Miya mulai merasakan kantuknya saat dia atas pesawat, sungguh matanya tak bisa menahan kantuk dan akhirnya....ia pun tertidur bersandar di pundak Malvin.


Malvin tersenyum melihat Miya tertidur sangat pulas, ia berpikir ia pasti sangat lelah. Setelahnya Miya tertidur, Malvin pun ikut terlelap.


12 jam kemudian, Duke yang berada di belakang kursi mereka segera membangunkan Miya dan Malvin karena tujuan mereka sudah sampai di bandara.


"Tuan, Nona? Ayo bangun, kita sudah sampai!" sahut Duke menepuk bahu Malvin.


Malvin terbangun, ia melihat sosok Pria dengan rambut yang sangat hitam dan sedang melihat ke arahnya. "Duke, apa kita sudah sampai?"


"Iya tuan, baru saja kita berhenti! Saya akan menurunkan barang, anda bangunkan Nona Miya, saya permisi!" ujar Duke menurunkan koper dan beberapa tas.


"Miya, bangun! Ayo kita turun, kita sudah sampai!" Malvin menepuk pelan pipi mungil Miya.


"Mmm...baiklah!" sahutnya menggosok mata bagian kanannya.



1 jam kemudian, akhirnya mereka sampai di rumah baru mereka yang akan segera mereka masuki.


"Miya masuk dan mandilah, kau butuh istirahat!" senyum Malvin membukakan pintu mobil.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih untuk pengertiannya!" Miya masuk ke rumah terlebih dahulu dengan langkah yang tidak beraturan.


"Mau kubantu Nona?" sahut Duke.


"Ah...tidak usah Duke, aku baik-baik saja, kalian lanjutkan saja!" ujar Miya mengisyaratkan dengan tangan.


Miya lalu menuju ke dapur untuk minum segelas air panas. Ia sangat membutuhkan air panas berupa teh hangat yang bisa menenangkannya.



Miya lalu beralih ke lantai atas dan mencari kamar, ia menemukan satu kamar yang ukurannya bisa menampung dua orang. Ia lalu masuk dengan tergesa-gesa dan mengganti seluruh pakaiannya dan beralih kekamar mandi.


Beberapa menit kemudian setelah ia keluar dari kamar mandi, terlihat Malvin sedang berdiri di depan jendela besar yang tengah menyeduh kopi di tangannya.


"Miya, apa kau sudah baikan sekarang, apa kau masih lelah?" tanya Malvin cemas.


"Aku sudah baik-baik saja, kau juga harus mandi, mandilah! Aku akan kebawah dan memasak makan malam!" ujar Miya yang keluar tanpa permisi.


Malvin lalu beranjak dari lamunannya dan meraih handuk dan menuju ke kamar mandi.


Setelah berpakaian, Malvin langsung menyusul Miya yang tengah memasak sesuatu untuk ia makan. "Miya, apa kau sudah selesai?".


"Sebentar lagi, panggil Duke juga untuk makan!" teriak kecil Miya.


Malvin lalu memanggil Duke yang tengah diluar sedang menangani mesin mobil. Duke pun terlihat dari ujung pintu dan segera menyusul ke meja makan.


"Silahkan Duke, kalian makanlah! Aku akan naik dan memakai pakaianku sebentar!" ujar Miya menuju tangga.


"Baiklah!" jawab Malvin singkat.