
Esoknya :
"Miya, apa kau sudah selesai? Kita harus berangkat sekarang!" Malvin melangkah keluar dan tak lupa berteriak sebentar.
Miya pun turun menuruni tangga dan berjalan cepat ke arah luar, Terlihat Malvin dan Duke sudah ada di atas mobil tengah menunggu Miya.
Miya dengan cepat masuk ke mobil, mereka lalu melesat pergi meninggalkan rumah dan menuju perusahaan.
Sampai disana, mereka langsung berpisah tanpa memperdulikan satu sama lain, mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Masuk ke perusahaan Groses, Miya langsung menuju ruangannya dan memulai mengurus file dan data yang di beri oleh David dan langsung mengelola nya.
Di sisi lain, Malvin juga sedang sibuk untuk rapat yang akan di laksanakannya di luar perusahaan, dan salah satu orang penting yang ikut rapat itu akan ada dia dan David.
"Tuan Malvin, ini file yang anda minta!" Lisa menuju kearah Malvin yang sedanh serius dengan Laptopnya, "tuan Malvin, apa saya boleh berkunjung ke perusahaan Groses saat anda dan tuan David pergi?"
"Tentu, kau jangan mencoba menyakiti Miya, kau boleh pergi untuk melihat atau berteman Miya, tapi jika sampai terjadi sesuatu pada Miya, aku tidak akan segan untuk membalas! Sana pergilah" Malvin terlihat menatap Lisa dengan tajam dan memberi ancaman yang asli.
"Ba...baik tuan!".
Setelah David, Duke dan Malvin pergi, Lisa mulai mengunjungi perusahaan Groses dan langsung menuju ruangan Miya.
"Permisi Nona Miya! Apa saya mengganggu?" Lisa masuk ke ruangan tersebut dengan nada angkuh yang nyata.
"Tidak nona Tyana, anda perlu apa dengan saya?" Miya sedikit curiga akan kedatangan Lisa ke ruangannya.
"Tidak ada, saya hanya merasa bosan, jadi saya kemari untuk mengganggu" Lisa mengeluarkan kalimat yang cukup menggelitik bagi Miya.
"Hahaha, nona anda terlalu rendah diri, anda sama sekali tak mengganggu. Ya, kalau memang anda merasa mengganggu saya, anda bisa langsung keluar sekarang!" Miya sedikit tertawa dan mulai memokokkan Lisa.
"Kau! Ingat ini, kalau kau sampai merebut David dariku, aku akan membunuhmu!" Lisa tiba-tiba emosi dengan kata-kata yang dilontarkan Miya.
"Maafkan aku nona tapi, tuan David sendiri yang tergoda, bukan salahku karena dia tergoda" ujar Miya mulai berani.
Lantas Lisa langsung menuju kearah Miya dan menjambak rambut Miya, "kau...akan kubunuh kau!"
Disana, Miya di dorong sampai menyentuh jendela yang sedang terbuka, "lep...lepaskan aku, kau gila? Lepaskan aku, jendela nya terbuka...minggir"
"Aku akan membunuhmu, kau sudah berani menggoda David, David hanya milikku, siapapun yang merebutnya dariku akan kuhabisi, matilah!" Lisa mendorong Miya...
Miya tergelatak bersimbah darah, lengan Miya yang pertama kali mendarat dan dilanjut oleh anggota tubuh lainnya, Miya tak sadarkan diri, Apakah ada seseorang yang akan menolongnya.
Di sisi lain, Malvin yang mendapat perasaan buruk segera menunda rapat, "Rapat kali ini kita tunda, saya punya urusan sebentar"
Diluar ruangan, Malvin segera menyuruh Duke untuk menghubungi Miya, "Duke, tolong hubungi Miya, aku benar-benar mendapat firasat yang buruk".
Tanpa menanggapi, Duke langsung meraih ponselnya dan menelpon nomor Miya dan menanyakan keadaannya.
(Panggilan terhubung)
"Halo, nona Miya? Apa anda baik-baik saja?" Duke langsung membuka suaranya.
"Maaf, apa anda keluarga nona milik ponsel ini, nona pemilik ponsel ini sedang di bawa kerumah sakit, nona terjatuh dari lantai tiga, tolong anda cepat menyusul, nona sedang membutuhkan darah!" seseorang terdengar panik dan menggunakan ponsel Miya untuk menjawab.
"Duke, apa katanya?" Malvin bertanya.
Keheningan terbentang disana, Duke terlihat membeku, ia lalu membangun kembali kesadarannya dan mulai panik, "tu...tuan, nona?"
Malvin juga ikut panik ketika melihat Duke panik, "Ada apa dengan Miya Duke? Miya kenapa?"
"Nona...dia...nona Miya...nona Miya jatuh dari lantai tiga tuan" Duke langsung memalingkan wajahnya ke arah Malvin.
Malvin terkejut dan membeku, "Apa? Kenapa, kapan, bagaimana bisa? Tunggu apa lagi, ayo kita kesana!"
"Nona sudah di bawa kerumah sakit oleh karyawan dan masyarakat sekitar, kita bisa langsung menuju rumah sakit tuan!"
"Aku akan kerumah sakit, kau ke perusahaan Groses dan cari tahu kenapa Miya bisa terjatuh, cepat!" Malvin langsung meraih kunci mobil di tangan Duke.
"Baik tuan!".
Malvin langsung menuju rumah sakit dimana Miya di rawat, sedangkan Duke menuju perusahaan Groses untuk menyelidiki terjatuhnya Miya lebih lanjut.