FIRST AND LAST

FIRST AND LAST
Bagian 48: Dia Datang



Esoknya, Miya terbangun dengan perasaan terkejut kerena mendapati dirinya sedang berada di ranjang Malvin. Miya semakin terkejut mendapati Malvin juga ada di sampingnya.


Miya segera turun dari ranjang dengan hati-hati agar tidak membangunkan Malvin yang sedang tertidur.


Baru saja menggerakan kakinya, Malvin langsung terbangun dan memeluk Miya erat, "kau mau kemana?"


"Aku...aku ingin turun membangunkan Rio, aku juga akan langsung memasak!" dengan segala cara, Miya mencari alasan.


Miya kembali bergerak ingin bangun dari ranjang, tapi tetap saja Malvin tak melepaskan pelukannya, "tolong lepaskan aku, Rio harus sekolah, dia akan terlambat!"


"Baiklah, setelah kau membangunkan Rio, kau langsung kembali kesini!" Malvin masih pada posisinya.


"Tapi, aku harus membuat sarapan untuk Rio! Dan kau juga harus bekerja, bukan?" Miya kembali mencoba melepaskan diri.


"Aku tidak akan bekerja hari ini, aku ingin di rumah saja!" Malvin bermanja-manja pada Miya.


"Baiklah, sekarang lepaskan aku! Aku akan kembali setelah pekerjaan ku selesai di bawah!" Miya berhasil melepaskan diri dan langsung menuju pintu untuk menghindari tingkah Malvin di pagi hari.



Di bawah, Miya langsung menuju kamar Rio untuk membangunkan Rio, "Rio.... Ayo bangun, saatnya kau sekolah!"


"Iya, iya! Sebentar lagi kak!" Rio bergumam.


"Jika kau belum siap saat kakak kembali nanti, kakak akan menyita ponselmu!" Miya mengancam.


"Iya, iya! Aku mandi sekarang!" mendengar kata ponselnya akan disita, Rio langsung berlari menuju kamar mandi.


Setelah melihat pintu kamar mandi tertutup, Miya pun keluar dari kamar Rio dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.


_


"Kakak, aku sudah selesai makan, aku akan pergi sekarang! Sampai jumpa" Rio seperti biasa mencium pipi kakaknya sebelum berangkat.


"Hati-hati Rio!" Miya berteriak karena Rio sudah menghilang di ujung pintu.


Saat berbalik, Miya sudah mendapati Malvin tengah duduk dan melihat kearahnya, "aku... Akan segera mengambil Beef nya!"


"Tunggu! Kesini sebentar" Malvin memberi kode dengan anggukan kepala lembut.


Miya mendekat agak ragu, "Iya, kau membutuhkan sesuatu?"


"Temani aku disini, aku akan memakan ini saja, sekarang duduklah!" Malvin mempersilahkan Miya duduk di sampingnya.


"Berhenti, menyingkir dari sana!" sebelum Miya duduk, Suara seseorang bergema dari balik pintu menghalangi Miya dan Malvin bersama.


Lalu, sosok itu muncul, dia adalah Chelsea, "Menyingkir dari sana, itu tempatku!"


Disisi lain, sang ibu Malvin yang mendengar Chelsea sudah datang langsung menuju ruang makan, "Chelsea, kau sudah datang, kan tante sudah bilang, tante akan menjemputmu!"


"Tidak apa-apa tante, aku ingin sekali bertemu dengan Malvin jadi aku kemari dengan cepat!" Chelsea menyeringai sambil menatap Miya dengan sombong.


"Malvin kemarilah, Chelsea mencarimu!" dengan senang, sang ibu memanggil Malvin.


"Aku akan mandi, nanti kita bicara lagi!" Malvin dengan wajah dingin meninggalkan ruang makan.


"Maaf ya Chelsea, Malvin memang seperti itu. Duduklah, tante akan mengambilkan makanan yang tante masak tadi!" Ibu pun masuk ke dapur meninggalkan Chelsea dan Miya berdua.


"Hai, kita bertemu lagi. Oh ya! Aku akan bertunangan dengan Malvin selasa ini, tanggal 14 July, kau harus datang dengan pakaian yang cantik!" Chelsea langsung duduk berhadapan dengan Miya.



"Terima kasih untuk undangannya, aku akan datang!" Miya menjawab dengan santun dan datar.


"Aku akan menunggumu, menunggumu hancur!" Chelsea kembali menyeringai.


Sebelum menjawab pernyataan Chelsea, ibu Malvin langsung datang dengan gembira, "Ini makanan nya sayang, kau akan suka!"


"Terima kasih tante! Setelah ini, bisakah tante menemaniku Belanja?" Chelsea tersenyum manis.


"Tentu sayang, tante akan menemanimu. Lagi pula sudah lama kali kita tidak berbelanja!" Ibu Malvin menjawab dengan Riang, "Miya, tolong jaga rumah sebentar! Jika Malvin ingin bekerja, segeralah membersihkan rumah!"


"Baik!" dengan singkatnya, Miya menjawab dan pergi dari meja makan.


"Makanlah Sayangku, setelah kau makan kita akan langsung berbelanja!"


Baik tante!".



Saat turun dari kamar, Malvin tak mendapati seseorang di bawa, "Miya? Kau dimana?"


Miya yang mendengar itu tidak menyaut sama sekali, ia tetap fokus kepada tugasnya yang harus membersihkan rumah.


Malvin yang tak mendengar sautan dari Miya segera turun kebawah dan mencari Miya. Malvin menuju dapur, Miya tak ada, Malvin juga menuju ruang tamu, Miya tetap tidak ada.


Malvin kembali keatas dan menuju atap untuk memeriksa apa Miya sedang memberi makan kucing kesayangannya.


Ya! Dia ada di atas. Saat Malvin sampai di atas, terlihat jelas Miya tengah memberi makan kucing kesayangannya dengan teratur.


"Miya, kau dari tadi ada disini?" Malvin berseru dari belakang Miya.


Miya menoleh, "kau ya! Ya aku sedang memberi makan Oki, yang lainnya sedang tidur jadi aku memberi makan Oki saja!"


"Ayo kita ke bawah, tunggu aku dan kita akan pergi ke taman! Kau mau kan?" Malvin mendekat ke arah Miya.


"Turunlah lebih dulu, aku akan menyusul!" Miya bersikap dingin.


Malvin yang tak menyukai sikap Miya padanya, langsung menggendong Miya, "ayo ke bawah!"


"Hei! Lepaskan aku, turunkan aku!" Miya memberontak.


"Huusstt... Diam! Temani aku sebentar, kita akan melanjutkan aktivitas kita yang tertunda kemarin, oke!" senyum Malvin membuat Miya tak berkata apa-apa lagi.


_


"Oke aku sudah siap! Ayo kita berangkat!" dengan sigap Malvij menarik lengan Miya dan berjalan menuju mobil.


"Hei.... Tunggu! Tidak ada yang menjaga rumah, bagaimana bisa kita meninggalkan nya?" Miya berusaha mencari alasan untuk tidak ikut.


"Biarkan saja, ayo! Taman sedang menunggu kita!" Malvin semakin menarik Miya agar bisa sampai ke mobil yang sudah terbuka lebar.


"Hei....!"