FIRST AND LAST

FIRST AND LAST
Bagian 32: Arrogant



Esoknya, Miya bangun sangat siang dan masih mendapati Malvin di samping sambil memeluknya.


"Malvin bangun, bukankah kau harus menghadiri rapat!" sahut Miya mengguncang tubuh Malvin lembut.


Malvin membuka matanya, ia mendapati sesosok perempuan dengan pandangan yang samar dan tak jelas, ia lalu mengedipkan beberapa kali dan akhirnya ia tau kalau yang sedang ada di depannya adalah Miya, wanita yang ia inginkan seluruh hidupnya.


"Pagi, ini sudah pukul berapa, sepertinya aku baru saja tidur satu jam-an?" pinta Malvin malas untuk bergerak.


"Cepetan bangun, kalau tidak kamu bakal terlambat! Cepet!" teriak Miya keras.


"Iya-iya!" kesal Malvin.



Di kantor, semuanya sedang serba sibuk! Karena, akan ada tamu yang akan datang dari negara Amerika yang akan datang berkunjung melihat perusahaan Malya Titanium.


"Malvin, ini berkasnya! Aku sudah melihat isinya dan memperbaiki kesalahan di dalamnya, tolong di lihat lagi, 10 menit lagi mereka akan datang, aku harus menyiapkan ruang rapatnya sebentar!" ujar Miya kewalahan mengejar waktu.


"Baiklah, hati-hati jangan berlari!" sahut Malvin memperingatkan.


Miya lalu berjalan cepat menuju ruang rapat yang akan mereka pakai untuk menemui klien hari ini dan rapatnya tinggal 10 menit lagi.


"Duke tolong atur kursinya, ambil sesuatu yang bisa mereka minum, berupa air atau kopi dan tarus di setiap tempat!" ujar Miya memberi arahan.


"Baik nona, nona bisa memanggil tuan dan menunggu kliennya di bawa bersama, saya akan menyusul!" jawab Duke cepat.


"Baiklah, tolong ya!" Miya kembali menuju ruangan Malvin dan mengajak Malvin ke lantai utama.


Sesampainya di bawa, semuanya sigap mengambil barisan mereka dan sejajar rapi menunggu sang klien. Tak beberapa lama kemudian, datanglah mereka, diantara mereka ada ketuanya yaitu tuan David Ryu yang sepadan dengan umur Malvin, di sampinya ada sekertarisnya yang anggun Lisa Tyana yang berjalan sedikit di belakang tuan David, kira-kira umur Lisa sekitar 2 tahun lebih tua dari Miya terlihat dari wajahnya yang masih segar tanpa ada jerawat, flek hitam, dan masalah yang ada pada wajahnya.


"Selamat datang tuan David, silahkan saya antar ke ruang rapat" ujar Malvin mengulurkan tangan.


"Lewat sini tuan, silahkan!" kali ini, Duke yang mengambil alih mengantar mereka. Setelah mereka semua masuk kedalam Lift, terlihat Malvin dari luar yang melihat Lift dari tadi terlihat geram dan sangat membenci sikap Arrogant milik David.


"Kau tak perlu marah, biarkan mereka menikmati vasilitas yang ada di kantor kita, ayo kita menyusul mereka!" sahut Miya menepuk pundak Malvin.


"Mereka pikir mereka siapa, beraninya mereka bertingkah arogan di depanku, dan lagi David itu hanya bisa melirik ke arahmu!" geram Malvin



"Sudahlah, ayo kita menyusul!".


Sampai di ruang rapat, Malvin langsung membuka Rapatnya dengan memperkenalkan diri. "Baik, saya buka rapat ini dengan memperkenalkan diriku, namaku Malvin Ramon, Direktur dari perusahaan Malya Titanium! Dan yang di sampingku ini adalah sekertarisku, ia bernama Miya Calandra, hari ini rapat kali ini menyangkut masalah pembuatan perusahaan baru yang akan di buat di Amerika, aku berpikir membuat perusahaan baru itu berseblahan dengan perusahaan Alumunium Groses yang didirikan oleh tuan Bertand Brian yaitu ayah dari tuan David Brian, dan terlihat bahwa perusahaan itu akan jadi dalam waktu seminggu lagi, jadi saya mohon kerja samanya dari pihak perusahaan Groses!".


"Baik saya setuju, tapi syaratnya...sekertaris anda harus di tukar dengan sekertarisku selama sebulan! Apa anda setuju taun Malvin?" pernyataan David membuat Miya, Malvin dan Tyana yaitu sekertaris dari David sendiri.


"Apa? Tunggu dulu, apa hubungannya dengan sekertaris saya dengan pembangunan itu...tuan?" tanya Malvin emosi dan bingung.


"Dengar, kalau sekertaris anda dan sekertaris saya di tukar, maka kita akan terhubung secara satu sama lain. Misalnya, ada pertemuan penting dan berita penting, aku bisa langsung memberi tahu sekertarismu, dan ia akan menelpon atau langsung ke perusahaanmu, dan begitu pula sebaliknya dengan sekertarisku. Lagi pula waktunya hanya sebulan!" ujar David santai. "Anda bisa mempertimbangkannya lagi, Tyana ayo pergi, aku lapar!".



Malvin benar-benar sudah tak tahan, ia sangat murka akan sikap arogan milik David yang ingin ia cabik-cabik dari tadi itu. Ditambah lagi ia langsung meninggalkan ruang rapat dan meniggalkan rapat yang belum selesai dengan alasan yang memuakkan.


"Miya, aku tidak akan menukarmu dengan sekertarisnya, walaupun itu hanya sebulan, aku juga tidak akan mau!" Malvin menggenggam erat bahu Miya dan menatapnya dalam.


"Sebaiknya, kita menurutinya, aku tau dia punya maksud jahat!" sahut Miya. "Tenanglah Malvin, tidak akan ada yang bisa membahayakanku, lagipula kantor itu akan berseblahan dengan kantor Groses, bukan?"