
30 menit kemudian, Miya berhasil menguasai materi yang di terangkan oleh Malvin dan dibantu oleh tulisan yang ada di leptop.
"Baiklah, kita masih punya banyak waktu sebelum meeting, kau mau makan beef yang kau masak sendiri?" ujar Malvin meraih kotak makan di sebelah leptop.
"Mmm, kau makan saja! Aku tidak mau makan itu, kadar alkoholnya terlalu tinggi!" jawabnya hendak turun dari pangkuan Malvin.
"Eittss, efek dari alkoholnya akan terlihat saat 8 jam berlalu, ini juga tidak akan terlalu memabukkan karena di masak dengan baik, apa lagi beef ini sudah di panaskan, kadar alkoholnya akan pudar karena beef ini sudah bermalam, jadi kau juga harus makan!" menarik Miya lagi ke pangkuannya.
"Ba...baiklah, makanlah lebih dulu...aku akan keluar dulu lalu kembali" mencoba turun dari pangkuan Malvin lagi.
"Kau mau kemana?" menahan Miya.
"Aku hanya berkeliling di lantai ini, aku hanya ingin melihat-lihat" sahutnya lalu menoleh
"Tunggu! Makanlah satu potong saja dan kau bisa pergi. dan ingat, kau tidak boleh turun ke lantai bawah oke!" sahutnya menyodokkan garpu yang di atasnya ada sepotong beef.
Miya memakannya lalu berlalu setelah meminum air dan keluar ruangan.
10 menit kemudian, Miya kembali ke ruangan Malvin dan menanyakan kapan akan meeting nya akan di mulai.
"Anu, kapan kita akan meeting!" masuk ke ruangan dan langsung duduk.
"Kau sangat bersemangat ya! Tenang saja 15 menit lagi kita akan meeting, aku sudah mempercepat pertemuannya, bersiaplah" sahutnya dan kembali sibuk dengan bukunya.
"Mmm, boleh aku membaca buku juga?" tanya Miya kepada Malvin.
"Kenapa tidak? Silahkan!" menjawab tanpa memalingkan wajah dari buku.
Miya memilih buku-buku yang tersusun rapi di rak buku itu, bahkan di rak itu ada sebuah manga/komik di samping buku lainnya. Miya memilih buku berjudul 'syair cinta'. Ia membacanya sampai senyum-senyum sendiri dan membuat Malvin yang diam-diam melirik Miya sedikit tersenyum.
15 menit kemudian, mereka bersiap dan mulai melangkah ke ruangan meeting dan memulai rapatnya.
Miya menjelaskan semuanya secara detail tanpa ada kesalahan sedikit pun, Malvin senang akan penjelasan Miya yang mudah di pahami dan bisa langsung masuk ke otak. 1 jam kemudian, meeting selesai dan semuanya bubar kecuali Malvin dan Miya, mereka sedikit tersenyum dan lega akan kerja sama mereka.
"Mmm...aku akan keluar mencari angin dulu, aku tidak akan turun dari lantai ini. Oh ya! Di mana toiletnya?" pinta Miya yang berdiri tepat di depan pintu.
"Terima kasih, aku akan langsung ke ruanganmu setelah dari toilet".
~
Setelah dari toilet, Miya di kejutkan oleh seorang wanita yang berdiri di depan pintu toilet dan di dampingi oleh dua orang lelaki di belakangnya.
"Kerjakan tugas kalian!" suruh wanita tersebut kepada dua pria itu.
Salah satu pria mengeluarkan pemukul besbol dan memukul kepala Miya dengan keras. Tanpa peringatan tubuh Miya langsung ambruk. Kemudian pria yang lain mengeluarkan tali dan penutup mata untuk mengikat serta menutup mata Miya.
"Bawa dia ke mobil!" sahut sang wanita.
Namun, saat baru saja menyeret tubuh Miya datanglah seorang clening servers sedang membawa peralatan pembersih untuk membersihkan toilet. Mereka langsung panik dan tak punya pilihan lain selain menyeret tubuh Miya kedalam gudang di sebelah toilet itu. keuntungan bagi mereka karena kunci gudang itu tepat tergantung pada lubang kunci itu.
Setelah mereka menyekap Miya dalam posisi terikat dan sudah di siram air berharap Miya sakit.
Oh ya! Author lupa ngenalin sih wanita yang nyekap Miya tadi. Baiklah Author akan ngenalin pada kalin semua...
Nama dari wanita yang menyekap Miya adalah mantan kekasih Malvin yaitu 'Chelsea Flish' yaitu anak dari teman ayah Malvin.
Chelsea dan kedua anak buahnya segera pergi dari sana dan keluar tanpa ada yang mengetahuinya. Di sisi lain, Miya yang dari tadi tidak muncul membuat Malvin sedikit khawatir, Malvin menelpon Duke(Orang kepercayaan Malvin) untuk mencari Miya. Malvin mengirimkan foto Miya padanya dan menyuruh Duke untuk mencarinya.
Setelah beberapa jam tidak ada kabar dari Duke tentang Miya, Malvin mulai bergerak dan mencari ke semua lantai dan ruangan. Malvin mengingat-ingat kejadian sebelum Miya menghilang.
Gumam Malvin :
”Tadi dia ke toilet, lalu tak kembali lagi, apa yang aku lewatkan?, Miya ke toilet di dekat gudang...gudang? Eh! Tunggu, gudang!”
Malvin berlari ke arah gudang yang tepat berseblahan dengan toilet itu. Malvin ke sulitan untuk membuka pintu gudang dan akhirnya... Malvin mendobrak pintu gudang sampai berkali-kali, namun tidak ada hasil yang memuaskan. Malvin lalu menendang pintu nya dan....pintu itu bisa terbuka namun, ada karung beras serta beberapa batu dan kayu menghalangi pintunya dari dalam.
"Miya! Apa kau di dalam?" teriaknya ke dalam gudang yang masih setengah terbuka. "Miya jika kau di dalam jawab aku!"