
Keesokan paginya, Miya bersiap dan membangunkan Malvin yang masih dalam mimpi indahnya itu.
"Malvin, ayo bangun! Kita harus ke peresmian perusahaan kita!" sahut Miya mengguncang tubuh Malvin.
"Baiklah, apa kau sudah siap?" ujarnya melihat dari bawah sampai atas Miya. "Tunggu aku ya! Kau tak boleh pergi dulu!".
"Baiklah, tapi cepat sedikit, 20 menit lagi kita harus disana!" ujar Miya meraih handuk dan di berikan pada Malvin.
Malvin kemudian masuk ke arah kamar mandi, sedangkan Miya keluar dan mengabari Duke untuk sarapan dan berangkat bersama.
"Duke, makanlah dulu! Setelah sarapan tolong periksa mobilnya lagi ya!" pinta Miya tersenyum ke arah Duke dan menyajikan makanan di atas meja.
"Baik nona!" ujar Duke singkat.
Beberapa menit kemuian, turunlah Malvin yang sudah sangat rapi dan berusaha dengan jas dan celana yang senada dan di padukan dengan dasi merah sungguh membuat Malvin sangat gagah.
"Ayo kita berangkat, Miya tolong masukkan sarapanku ke kotak makan! Duke ayo!" ujar Malvin menuruni tangga dengan cepat dan langsung menuju teras.
"Baik tuan, nona silahkan!" ujar Duke mempersilahkan Miya keluar terlebih dulu.
"Terima kasih!".
Beberapa menit kemudian,mereka pun sampai kepada tempat dimana perusahaan baru yang didirikan oleh Malvin di Afrika.
Mereka bertiga pun beranjak dari mobil dan di sambut baik oleh warga sekitar maupun pekerja serta karyawan dan pegawai disana. Terutama dari Miya, Miya hari ini memakai pakaian berwarna ungu dan memakai kecamat berwarna coklat yang sesuai dengan matanya yang cerah.
"Malvin, kenapa mereka menatapku?" tanya Miya gugup.
"Bodoh, mereka sedang mengagumimu, hari ini kau sangat cantik!" jawab Malvin tertawa kecil.
"Ah...sangat tidak enak, mata mereka semuanya tertuju padaku!" sahut Miya menunduk.
"Tenang saja, ayo kita kesana, disana lebih tertutup!" ujar Malvin meraih tangan Miya.
Mereka lalu menuju kedepan pintu kantor itu. Dan terlihat disana sedang berdiri David dan Lisa yang menunggu kedantangan mereka.
David membalas senyuman Miya namun, ditolak oleh Lisa yang sangat cuek dan lebih melihat keseliling tanpa memperhatikan Miya dan malah tertuju kearah Malvin.
"Selamat datang tuan Malvin, apa perjalanan anda kemari baik-baik saja dan lancar?" pinta Lisa tersenyum ke arah Malvin.
"Ya! Seprtinya begitu. Apa tidak sebaiknya kita memulai Peresmiannya?" jawab Malvin canggung.
"Baiklah, saya akan membuka acara nya!".
"Baiklah para tamu undangan dan para karyawan serta petugas dan warga yang hadir hari ini, kami persilahkan kepada tuan Malvin Ramon untuk membuka dan meresmikan perusahaan Malya yang ketiga hari ini, di dampingi oleh sekertarisnya nona Miya, di persilahkan!" ujar Lisa membuka acara.
Kemudian, Malvin mengambil gunting yang telah disediakan. Tak lupa ia memanggil Miya untuk mendampinginya dan bersama-sama menggunting pitanya.
Kemudian mereka berdua memegang gunting tersebut dan menggunting pita merah yang di letakkan di depan pintu perusahaan. Dan akhirnya, pita itu tergunting, semua yang menyaksikan itu bersorak dan bertepuk tangan dengan gembira.
Kemudian, semua tamu berkepentingan masuk dan memulai rapat pertama mereka di perusahaan ini. Kali ini rapat di pimpin oleh David dan Miya yang sedang berdiri menjelaskan tentang pengusulan dan kerja sama mereka di depan monitor.
"Kami dari perusahaan Groses ingin mengambil kesimpulan bahwa, kami meminta agar perusahaan Malya dan perusahaan Groses segera melakukan kerja sama dan do setujui dari segala pihak" ujar David menjelaskan.
Dilanjut oleh Miya dengan lantang. "Saya sekertaris Miya mewakili atasan saya tuan Malvin Ramon mengatakan bahwa kami dari perusahaan Malya setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan Groses!".
Semua bertepuk tangan dan saling berjabat tangan dan dilanjut dengan pelukan. David lalu melayangkan senyumnya ke arah Miya dan ingin memeluk Miya. Namun, langung di hadang oleh Malvin yang langsung memeluk Miya sampai tubuh Miya terangkat. Malvin sedikit memberikan tatapan tajamnya pada David yang sedang mengawasi Miya dari belakang. Lalu ia kembali tersenyum dan berbisik. "Kau akan kuhukum nanti! Lihat saja saat kita sudah pulang".
Miya bergidik, Miya sedikit tak mengerti dengan tingkah laku Malvin yang terlalu berlebihan. David hanya ingin memeluk, apa dia juga cemburu akan hal itu?.
Rapat selesai, mereka pun kembali kepada ruangan masing-masing, namun keempat orang penting itu(Malvin, Miya, David, Lisa)menuju ke arah Cafe yang tepat berada di depan perusahaan itu.
"Selamat atas peresmiannya tuan Malvin!" ujar David tersenyum paksa. "Nona Miya, anda ingin minum apa, kopi? Kopi disini sangat terkenal dengan rasanya yang khas loh!".
"Miya tidak minum kopi, Miya lebih suka teh seperti Matcha!" ujar Malvin cepat menepis.
"Haha, baiklah kalau begitu. Pelayan! Tolong dua kopi, Capuchino satu dan Matcha!" sahut David memanggil.
"Baiklah, mari kita nikmati kesenangan kita dulu!".