
“Pergi ke rumah sakit?” Hayler mengerutkan kening. “Apakah dia sempat sakit sebelumnya?”
“Tidak mungkin. Bukankah dia selalu baik-baik saja sebelumnya bukan? Tidakkah kamu berpikir jika kedua anak itu mirip denganmu?” Brim mencoba untuk memberanikan diri menanyakan hal ini. Meskipun mustahil baginya berpikir jika Yuki mengandung anak Hayler. Lagi pula, wanita itu infertilitas.
Bukankah dia juga pergi ke negara J bukan sekadar untuk melanjutkan kuliahnya tapi juga mengobati masalah infertilitas. Kemudian melakukan program bayi tabung dan tidak tahu siapa ayah anak itu. Tapi masalahnya, anak itu mirip dengan Hayler, beberapa poin setidaknya mirip. Bagaimana mungkin dia tidak curiga.
“Sudahkah kamu memeriksa rumah sakit terkait?”
“Aku belum sempat memeriksanya. Lagi pula jika dokter yang memeriksa Yuki bermitra dengan keluarga Sconava, ini akan merepotkan,” jelasnya.
Hayler juga mengetahui ini. Tapi dia harus memeriksa rumah sakit tempat di mana Yuki datang sebelum pergi ke negara J. Mungkin ada petunjuk khusus di sana. Lebih baik dia sendiri yang pergi ke sana. Lebih cepat lebih baik.
Setelah membaca semua informasi Yuki dan Daleon, Halbert menghancurkan semua dokumennya untuk menghilangkan bukti. Lagi pula, Lita masih sekretarisnya saat ini walaupun sudah jarang datang ke kantor. Dia memiliki dua sekretaris dan Lita adalah sekretaris pribadinya.
Jika informasi ini diketahui Lita, sulit untuk menjelaskannya. Ia tidak mau membuat wanita itu terlalu banyak berpikir. Dan di sisi lain, dia menikahi Lita juga karena anak yang dilahirkannya. Dengan begitu, ia bisa mewarisi perusahaan. Ia selingkuh di tempat pertama dan semua ini tidak bisa disalahkan pada Yuki.
Ponsel Hayler berdering dan nama Lita tertera di layar. Hayler tidak merasa ada sesuatu yang harus dijelaskan jadi dia mengangkat panggilan teleponnya. Sebelum dia bertanya lebih dulu, suara Lita di seberang telepon sedikit panik.
“Hayler, cepat pulang! Hayrus pingsan!” Suara Lita yang sedikit terisak membuat Hayler bangkit dari duduknya.
“Aku akan segera pulang.” Pria itu mengakhiri panggilan telepon dan mengambil jasnya yang tersampir di punggung kursi.
“Hey, apa yang terjadi?” Brim menahannya.
“Hayrus pingsan. Aku akan pulang dulu.” Hayler menjawab dengan nada tergesa-gesa.
Sebelum Brim mengatakan sesuatu, pria itu sudah meninggalkan ruangan. Brim menghela napas dan memiliki firasat jika Hayler tidak mungkin kembali lagi dengan Yuki jika urusan Lita belum selesai. ini hanya bencana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah sakit, Lita sedang berjalan mondar-mandir di depan ruangan di mana anaknya sedang diperiksa saat ini. Wajahnya sedikit pucat. Jelas anaknya baik-baik saja sebelumnya. Tapi ketika sedang bermain di kamarnya, Hayrus mengeluh sakit pada dadanya dan akhirnya pingsan.
Tak lama kemudian, Lita melihat Hayler datang. Dia akhirnya tak kuasa untuk menangis.
“Hayler …,” isaknya langsung memeluknya.
Hayler menenangkan Luta terlebih dahulu. Karena dia sibuk mengutus beberapa permasalahan di perusahaan dan tentang pengalaman hidup Yuki, perasaannya campur aduk saat ini.
“Tenang, ceritakan bagaimana Hayrus bisa pingsan?” tanyanya.
Lita menceritakan secara singkat kejadian sebelumnya tanpa ada yang disembunyikan. Kemudian dokter yang memeriksa Hayrus keluar. Pasangan itu menanyakan keadaan putra mereka.
Penjelasan dokter membuat Lita dan Hayler terkejut. Terutama Lita yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung sama sekali. Apa lagi Hayler yang sama-sama sehat. Sekarang yang dipermasalahkan Lita bukan penyakit jantungnya, tapi anemia.
Anemia Hayrus sudah melebihi batas dan harus transfuse darah. Inilah yang dikhawatirkan Lita saat ini. Tentang masalah jantung bawaan, selalu ada solusi di masa depan. Tapi bagaimana caranya dia mendapatkan transfusi darah?
Ia melirik Hayler, tapi tidak mungkin pria itu mengambil darahnya sendiri dan memberikannya pada Hayrus. Sama sekali tidak mungkin.
Tapi Hayler sama sekali tidak memedulikan reaksi Kita yang cukup terdistorsi. Dia jelas ingin menyelamatkan putranya sendiri.
"Gunakan darahku untuknya."
Dokter mengangguk dan berencana untuk memeriksa kecocokan darah Hayler dengan Hayrus. Misalnya, jika Hayler sendiri dinyatakan sehat dan darahnya aman, maka bisa melakukan donor darah.
Tapi Lita yang tahu tujuan Hayler langsung menolaknya. Bahkan ia sedikit panik ketika melihatnya akan pergi untuk pemeriksaan. Jika dokter memeriksa golongan darah Hayrus dengan Hayler, pasti akan merasa aneh. Ia tidak bisa membiarkan Hayler mengurusnya.
"Tidak, Hayler, kamu tidak perlu melakukan donor darah. Biar aku saja yang melakukannya. Lagi pula, aku ibunya. Kamu bisa pergi untuk menyelesaikan urusan di perusahaan. Aku akan menjaga Hayrus di sini," jelasnya tanpa ragu sedikit pun tapi tubuhnya sudah berkeringat dingin.
Hayler mengerutkan kening, merasa jika Lita sedikit berlebihan. "Aku adalah ayahnya, tentu saja bukan hal besar jika hanya mendonorkan darah. Lagi pula ini baru mau pemeriksaan kecocokan. Apa yang kamu khawatirkan?"
"Aku hanya khawatir tubuhmu yang sudah lelah semakin lelah. Jangan khawatir, ini hanya transfusi darah, aku baik-baik saja jika mendonorkan darah untuk putra kita."
Lita terus meyakinkan suaminya. Lagi pula Hayler sangat memanjakannya dan tidak pernah mempertanyakan apa yang dilakukannya. Oleh karena itu, dia tidak ragu untuk membujuknya lagi.
Karena bujukan wanita itu lagi dan lagi, Hayler akhirnya menyerah. Ia hanya tersenyum padanya, berusaha untuk menenangkan kepanikan Lita karena kondisi Hayrus saat ini. Kebetulan malam ini dia juga harus menghadiri pesta perayaan keluarga Heart.
Jadi Hayler pergi meninggalkan ruang dokter dengan lancar. Lita sama sekali tidak menghentikannya. Jika Hayler pergi, maka ia bisa membuat beberapa pengaturan untuk perawat putranya dengan baik.
Tapi sebenarnya Hayler tidak langsung pergi. Dia bersandar di mobilnya selama beberapa saat. Menelepon seseorang yang dipercayainya di rumah sakit itu.
"Perhatikan pergerakan istriku dan lihat siapa saja yang datang untuk menjenguk putraku." Nada bicaranya sangat dingin tapi ia mengucapkan semuanya dengan santai.
Pihak lain di seberang telepon menjawab dengan ringan. Setelah menutup panggilan telepon, Hayler masuk mobil dan harus bersiap-siap untuk pergi ke jamuan makan keluarga Heart. Ia ingin tahu sosok Yuki saat datang ke jamuan makan kali ini.
Hayler bukannya tidak tahu apa-apa tentang Lita dan Hayrus selama ini. Dia hanya tidak membongkarnya begitu cepat. Lagi pula, dialah yang menikahi Lita di masa lalu dan menceraikan Yuki. Keluarga nya mendesak dirinya untuk memiliki anak jika ingin mewarisi perusahaan. Mau tidak mau, Hayler hanya bisa mengambil keputusan besar itu.
Hampir setiap malam, mimpi buruk akan selalu menghantuinya. Untungnya selama dia bermimpi buruk, tidak ada reaksi atau gumaman tidak jelas keluar dari mulutnya. Jika tidak, Lita bisa curiga.
Tanpa terasa, Hayler sudah berkendara ke rumah. Ia mengganti pakaiannya dan pergi ke jamuan makan keluarga Heart.