Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Menjalankan Rencana



Hayler malas untuk berurusan dengan Lita saat ini. Tapi karena ia sendiri juga sedang mempertahankan diri agar Lita tidak cemburu, tentu saja tidak akan menghukumnya.


"Lain kali, hubungi aku tidak ada urusan mendesak. Karena aku adalah suamimu, maka jangan selalu menghubungi pelayan. Hubungi saja aku," ucapnya datar dan nyaman.


Namun di telinga Lita, kata-katanya sangat lembut seperti Hayler yang biasanya. Ia menghampiri Hayler dan memeluknya.


“Terima kasih, sayang.”


“Ya.” Hayler memeluknya namun tatapannya sangat dalam. Rencananya juga harus dijalankan saat ini. Ia merindukan Yuki lagi sekarang. “Kembalilah ke kamar dan istirahat yang cukup. Masih ada dokumen yang harus kuurus setelah ini, jadi tak bisa menemanimu.”


“Tidak ... tidak apa-apa.”


Lita justru bersyukur saat ini jika Hayler tak akan di kamar yang sama dengannya. Bukan apa-apa. Ia ingin menenangkan diri lebih dulu setelah ditatap aneh oleh Hayler. Jujur saja, ia juga merasa takut. Belum lagi karena ada anaknya sendiri.


Jika Hayler melakukan sesuatu pada anaknya di masa depan, ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia harus memastikan jika rencana Rodney berjalan lancar seperti sebelumnya. Kali ini risikonya lebih besar daripada sebelumnya.


Setelah melihat Lita naik ke lantai atas, Hayler pergi ke ruang belajar dan memang benar mengurus beberapa dokumen yang belum selesai. Tapi itu hanya sebentar. Setelah itu, ia juga tidur untuk mengistirahatkan pikirannya yang kelelahan selama beberapa hari terakhir.


*


Sebulan kemudian, kondisi Yuki sudah lebih baik daripada sebelumnya meski harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas. Meski begitu, ia sama sekali tidak mengeluh sedikit pun. Daleon sesekali akan datang untuk menemaninya ketika orangtua Yuki sedang bekerja ke luar kota atau luar negeri.


Tentu saja Hayler jarang datang akhir-akhir ini setelah Lita kembali bekerja ke perusahaan sebagai sekretarisnya lagi. Oleh karena itu, peran Rena dalam menjadi kekasih palsu Hayler menjadi semakin  berani.


Inilah yang membuat Lita terkadang marah dan kehilangan kesabaran selama di kantor.


Sayangnya Yuki tidak tahu semua itu dan sibuk dengan kedua anaknya di rumah.


“Ibu, apakah kaki Ibu masih sakit? Kapan Ibu akan bisa berjalan?” tanya Shirley.


“Mungkin masih cukup lama. Apakah Shirley bosan di rumah? Jika bosan, pergilah bermain dengan kakakmu.”


Yuki yang duduk di kursi roda kebanyakan menghabiskan waktu di kamar, ruang keluarga atau halaman belakang. Jika bosan biasanya akan membaca buku, sesekali melakukan terapi pemijatan kaki.


Daleon juga senggang hari ini sehingga memiliki waktu menghabiskan kebersamaan bersama mereka.


“Sudahkah kamu membaca berita terbaru hari ini?” tanya pria itu.


“Berita apa?”


“Lihat sendiri.” Daleon menyerahkan tablet miliknya pada Yuki.


Wanita itu melihat sebuah artikel berita yang membahas tentang keluarga Johnson Del. Ia membacanya dengan hati-hati dan sangat terkejut. Berita ini bukan hanya memuat tentang Hayler dan Lita tapi juga kesehatan Nyonya Luff.


“Perselingkuhan Hayler dan Rena membuat Lita marah dan berbalik selingkuh dengan Rodney, salah satu karyawan di perusahaan Delton Corp? Apa-apaan ini?” Yuki mengerutkan kening. “Kesehatan Nyonya Luff dipertanyakan.”


Semua berita dipenuhi dengan berita tersebut seolah-olah benar adanya. Hal ini pasti akan menimbulkan banyak sensasi beberapa kalangan. Yuki tidak tahu apakah ini sengaja disebarkan atau dibuat oleh orang lain. Tapi Yuki sangat berterima kasih padanya.


Bukan hanya itu, tapi juga foto mereka tertangkap jelas di kamera. Karena Lita sudah kembali ke perusahaan tentu saja pasti akan bertemu Rena yang kadang datang untuk menggoda Hayler.


Awalnya Lita hanya ingin menyebarkan foto perselingkuhan Hayler dan Rena. Siapa tahu fotonya sendiri tersebar dan kini ia malu untuk bertemu Rodney.


“Sejak kapan berita ini muncul?”tanya Yuki.


“Kemarin malam.”


Yuki lega karena dia tak terlibat dalam pernikahan atau kisah asmara seperti itu. Ia lebih suka menjadi ibu tunggal yang membesarkan anak-anaknya. Namun ia juga tak bisa egois bukan? Bukankah anak-anak juga harus tumbuh bersama seorang ayah?


“Untungnya bukan aku yang ada di berita. Jika tidak, mereka akan menanyakan asal muasal kedua anak itu,” jelas Yuki juga ada benarnya.


“Apakah berita ini disengaja?” tanya Daleon.


“Memang.” Yuki mengangguk. “Ia sudah memberi tahuku masalah ini sehingga tak perlu buru-buru.”


Daleon mengerutkan kening. “Entah kenapa dia menatapmu seperti sudah lama merindukan sesuatu.”


“Hmm … mungkin karena rindu dengan anak-anak.”


“Ya, tapi aku masih sedikit khawatir.”


“Khawatir kenapa?” Yuki masih sibuk membaca berita tentang Nyonya Luff.


“Aku khawatir jika badai akan segera datang ke ibu kota. Mungkin identitasmu sebagai mantan istri Hayler akan terungkap. Begitu pula dengan keberadaan kedua anak itu,” jelas Daleon.


“Memang.” Itulah kenapa Yuki sangat khawatir.


Tapi kekhawatiran Yuki tidak sejauh itu . Ia memang tak bisa melihat kondisi Lita yang berusaha untuk mengambil alih Hayler. Namun tentu Lita juga tidak bahagia selama beberapa hari karena lelah harus bertengkar dengan Rena.


Hampir tiap hari ada pertengkaran di kantor Hayler, membuat Brim sendiri merasa bosan. Ia tidak tahu alasan Hayler membuat keduanya bertengkar di satu tempat yang sama. Namun Brim curiga jika Hayler kecanduan menonton drama percintaan rumah tangga.


Ketika Yuki yang membaca berita itu pun menggelengkan kepala. “Berita ini sudah seperti membaca alur novel saja. Mereka benar-benar tahu jika di ruang kantor Hayler ada pertengkaran seperti itu?”


“Apapun bisa dibeli dengan uang.”