
Apa yang dikeluarkan Roberto sebenarnya adalah rancangan proyek baru tentang pusat perbelanjaan. Ia memang tahu jika Hayler memang berusaha keras untuk membangun sebuah proyek baru akhir-akhir ini. Ternyata tahun ini, Hayler fokus untuk membangun proyek pusat perbelanjaan.
"Mungkinkah Hayler memintamu untuk merancang desainnya?" tanya Lita lagi seraya melihat isi dokumen tentang rencana pembangunan proyek baru.
Ini proyek besar perusahaan Delton Corp saat ini. Siapa yang menyangka jika Hayler akan memulainya secepat ini.
"Benar. Proyek ini baru dibahas dan kami setuju untuk membangunnya. Anggarannya juga cukup. beberapa investor juga optimis dengan proyek ini sehingga meminta timku untuk maju."
Tanpa sadar, Roberto memang diminta untuk menemukan perancang yang andal, menyusun beberapa gambaran dan menyerahkannya pada Hayler.
Satu bulan memang bukan waktu yang lama. Merancang desain dan menentukan bagian-bagian lainnya tidaklah mudah.
"Lalu ... Apa yang akan dilakukan dengan proyek ini?" Lita masih belum mengerti.
Rodney sudah punya rencana tentang ini. "Tentu saja rencananya akan lebih bagus di masa depan. Kali ini, tidak perlu terburu-buru."
Rodney hanya meminta Roberto untuk mengerjakan proyek dengan senang hati, lalu minta persetujuan Hayler. Jika rancangan proyek sudah selesai dan disetujui oleh Hayler, maka pasti tidak akan ada yang salah. Ia bisa menjualnya ke perusahaan lawan Delton Corp.
"Roberto, ke depannya, aku akan mengandalkanmu." Rodney sudah yakin dengan keputusannya.
Jika Roberto tidak yakin ada di pihaknya, maka hanya akan membawa alasan saat datang ke sini. Tapi isi proyek itu langsung diserahkan padanya. Sungguh tidak terduga.
Dengan begitu, dia yakin jika Roberto memang memiliki dendam dengan keluarga Johnson Del.
"Tidak masalah. Aku akan mengirim beberapa hal yang cukup rahasia di perusahaan. Aku sendiri harus berhati-hati agar Hayler tidak curiga. Akan sia-sia bagiku untuk membahas dendam jika ketahuan."
"Masalah ini, orang-orangku akan menutupinya."
Lita seperti pelengkap di antara mereka. Ia hanya bisa mendengarkan. Setelah Roberto pergi, Rodney berhenti merokok dan menyeret Lita ke tempat tidur.
Wanita itu tak bisa menolak setiap kali Rodney menginginkannya. Karena jika dia menolak Rodney pasti akan melakukan kekerasan padanya.
"Malam ini kamu tidak perlu kembali. Bukankah suamimu juga tidak ada di rumah dan bersama selingkuhannya?" Rodney tersenyum dingin.
Lita menggigit bibir bawahnya. Hayler ... dia benar-benar berselingkuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayler ada di rumah sakit dan tidur bersama kedua anaknya di ruangan yang sama dengan Yuki dirawat. Karena malam semakin larut, mereka semua tertidur. Tapi Hayler masih terjaga. Dia harus menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
Dia mendapatkan telepon dari rumah jika Lita tidak pulang dan menginap di rumah temannya. Meskipun sudah dipastikan, tapi Hayler tahu wanita itu tidak ada di rumah temannya.
Bukan hanya tidak ada di rumah temannya tapi juga bertemu Rodney. Masalahnya z Roberto juga terlibat.
"Apa yang mereka bahas sebenarnya? Apakah itu tentang proyek?" gumam Hayler langsung tersenyum dingin.
Masih terlalu dini untuk senang.
Hayler menatap Yuki yang sudah terlelap di ranjang rumah sakit. Memikirkan kecelakaan yang menimpanya, ia semakin tidak ragu untuk menyerang.
Sekarang ia juga tahu bahwa orang yang menabrak Yuki memang anak buah Rodney. Tapi Hayler tidak maksud untuk mengungkapnya lebih awal. Ia hanya menggertak mereka sehingga Rodney panik.
Malam ini Lita dipanggil pasti untuk masalah kecelakaan Yuki. Sepertinya dia harus pulang besok dan melihat seperti apa kondisi Lita.
Pada dini Hari, Hayler memang kembali ke rumah namun Lita belum kembali. Ia tidak menanyakan apapun pada kepala pelayan yang sudah bangun.
"Telepon temannya kapan dia akan pulang." Hayler menunggu di rumah belajar seraya minum secangkir kopi.
"Ya." Butler segera menghubungi teman Lita melalui telepon rumah. Setelah berbicara sebentar, ia mengakhiri percakapan. "Katanya nyonya akan kembali sebelum fajar."
"Oh ... Temannya ini sedikit loyal padanya."
Memang pada pukul lima pagi, Lita baru kembali. Ia belum tahu jika Hayler kembali lebih awal. Namun saat melihat mobil terparkir, Lita sangat terkejut.
Pria itu kembali?
Lita sedikit khawatir. Ia masih tidak lupa bagaimana Hayler menatapnya hari itu karena bertengkar dengan Yuki.
Benar saja, ketika masuk, Hayler sudah menuruni anak tangga. Ia masih memakai kemeja yang sama seperti sebelumnya. Tampaknya kembali dini hari tadi.
"Ke mana saja kamu?" tanyanya dingin.
"Bukankah aku sudah memberitahu butler bahwa aku menginap di rumah teman?"
"Aku tahu. Aku hanya ingin mendengarnya langsung dari mulutmu."
Lita tertegun. Melihat Hayler yang menatapnya seperti sedang menembus pikiran seseorang, ia bahkan berkeringat dingin diam-diam.
Tidak heran kenapa temannya langsung menghubunginya. Namun ... ditanyai langsung seperti ini, membuatnya kurang nyaman. Jika dia berbohong, kebohongan akan terjadi lagi dan lagi. Ia merasa bahwa Hayler tidak sederhana sama sekali.
"Aku ... menginap di rumah teman karena urusan mendesak."
Sejujurnya, Lita berkeringat dingin saat ini ketika Hayler menatapnya. Ia benar-benar tidak tahu jika pria itu memiliki sisi lain dalam dirinya. Lagi pula, Hayler memang seorang pemimpin di perusahaan. Sikapnya di hati kerja sungguh berbeda dengan di rumah.
Namun Lita yang jarang memperhatikan hal ini hanya menganggapnya biasa. Ia sekarang adalah istri dari Hayler. Bahkan jika Hayler berselingkuh, nyonya di rumah ini hanya bisa menjadi dirinya.
"Karena kamu akan kembali ke perusahaan menjadi sekretarisku, maka bersiap-siaplah. Setelah kamu siap, datanglah ke perusahaan untuk melapor," jelas Hayler sedikit melunakkan sikapnya setelah puas melihat Lita tertekan.
"Ya, jangan khawatir. Aku tidak lupa tentang ini." Lita tersenyum kaku.