Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Rodney



Hayler tidak berdebat dengannya. Dia segera membuka map dan melihat selembar laporan yang tercetak di atasnya. Jantungnya berdegup kencang saat melihat hasil tes yang menunjukkan 99, ....


Tangannya yang memegang laporan tersebut sedikit mengencang. Dia memastikan bahwa penglihatannya tidak salah. Bahkan Brim juga terkejut.


"Ini ... Ini— bagaimana bisa? Kamu dan kedua anak itu benar-benar—" Brim sampai tak bisa bicara dengan lancar.


Sungguh tidak terduga. Ternyata Hayler dan si kembar itu memang pasangan ayah dan anak kandung!


Keduanya tidak bicara untuk waktu yang cukup lama. Masing-masing memiliki pikiranya sendiri.


Hayler adalah orang yang banyak berpikir saat ini. Dan pikirannya sempat kosong saat membaca hasil tes DNA.


Jika Yuki melahirkan anaknya, kapan itu terjadi? Bagaimana dia bisa hamil dan kenapa tidak memberi tahunya?


Lalu Hayler memikirkan kembali malam saat keduanya bertengkar dan dia meminta cerai. Tidak, lebih tepatnya, dia secara sepihak menceraikan Yuki karena Lita hamil saat itu.


Menurut laporan Brim dari rumah sakit saat Yuki datang untuk mengecek tubuhnya, dokter berkata usia kandungannya masih muda, setidaknya enam minggu.


Yuki tidak mengalami gejala awal kehamilan saat itu. Mungkin tidak menyadari jika dirinya hamil.


Hayler merasa dirinya menjadi pria bodoh dalam sekejap. Dia benar-benar baji*gan!


"Sepertinya rencanaku harus dipercepat," gumam Hayler.


Brim masih bisa mendengar gumamannya. "Apakah kamu akan bertindak lebih awal?"


"Cepat atau lambat, Yuki dan anaknya akan diketahui oleh Lita. Si kembar memiliki kemiripan denganku, bagaimana mungkin Lita tidak akan tahu. Bagaimana dengan pria yang selalu datang ke rumah sakit untuk mendonorkan darah?" Ia melirik Brim.


"Oh, maksudmu pria itu? Namanya Rodney Hudson. Seorang pria pengangguran yang sedang membutuhkan uang jadi mendonorkan darahnya. Tapi ... Aku selalu merasa ada yang aneh dengannya."


Brim tidak bisa berpikir dua kali ketika melihat Rodney secara diam-diam waktu itu.


"Apakah dia anggota gangster bawah tanah?" tebak Hayler.


"Tepat! Bagaimana kamu menebaknya?"


Hayler tidak menjawab. Dia hanya menebak berdasarkan hubungan Lita dengan gangster itu.


"Pria itu selalu memakai masker jadi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas."


"Apa pekerjaannya dulu?"


"Dulu dia bekerja di salah satu perusahaan besar. Jabatannya tidak tinggi atau rendah. Namun perusahaan tempatnya bekerja bangkrut saat itu karena kebocoran informasi rahasia perusahaan ada di tangan lawan. Setelah perusahaan bangkrut, Rodney juga mencari pekerjaan lain. Ada yang lebih aneh lagi. Apakah kamu ingin mengetahuinya?" jelas Brim.


"Apa lagi?"


"Setiap kali dia bekerja di suatu perusahaan, pasti perusahaan itu akan mengalami banyak masalah kebocoran rahasia data perusahaan. Banyak karyawan yang di PHK termasuk dirinya. Sekarang dia menganggur. Masalahnya, dia mengajukan proposal untuk bekerja di perusahaanmu."


Brim tak bisa menahan diri untuk menghela napas. Ia merasa jika Rodney adalah bintang bencana bagi setiap perusahaan yang dimasukinya.


Delton Corp yang dipimpin Hayler tentu saja memiliki banyak pesaing bahkan musuh lama.


Bagaimana jika terjadi sesuatu di perusahaan setelah Rodney masuk?


"Kalau begitu jika data dirinya bagus, biarkan dia bekerja."


Hayler menyipitkan mata dan menghancurkan laporan tes DNA agar tidak disalahgunakan oleh siapapun.


Brim terkejut. "Apakah kamu serius? Apakah kamu tidak takut sesuatu terjadi pada perusahaan? Hanya karena dia mendonorkan darah untuk putra tercintamu, Hayrus?"


Hayler tidak menjawab. Dia memiliki pemikiran dalam tentang masalah ini tapi malas untuk memberi tahu Brim.


Di rumah sakit tempat Hayrus dirawat, Lita tampak mondar-mandir di dalam ruangan. Sesekali dia akan melihat putranya yang masih berbaring di ranjang rumah sakit, kondisinya lemah. Meski sudah beberapa hari dirawat, kondisinya masih belum membaik sepenuhnya.


"Bu, apakah ayah datang?" Hayrus yang terjaga sangat merindukan Hayler.


Lita menghampiri dan duduk di sampingnya. "Ayahmu masih bekerja di luar kota. Dia akan kembali dalam beberapa hari," jelasnya lembut.


Lita sudah meminta seseorang untuk mencari tahu keberadaan Hayler. Pria itu tidak ada di ibu kota saat ini dan pergi mengurus masalah anak perusahaan di kota lain.


"Bu, aku rindu ayah," ucap anak itu.


"Nak, ayah akan segera kembali dan menemuimu. Istirahatlah yang cukup. Ketika sembuh, kita pulang dan temukan ayahmu." Lita hanya bisa menenangkannya.


Beberapa hari lalu, ayah dan ibu mertuanya datang menjenguk Hayrus yang sakit.


Lita sempat gugup ketika ditanyai tentang keadaan Hayrus. Dia tidak menyangka jika putranya akan memiliki masalah jantung. Dan masih ada anemia.


Kenapa putranya begitu menderita dan banyak masalah?


Apakah dia melakukan banyak dosa di kehidupan sebelumnya?


Tak lama kemudian, seseorang masuk ruang perawatan Hayrus. Ketika Lita melihat siapa yang datang, wajahnya sedikit pucat.


"Kenapa kamu masih belum pergi? Hayrus tidak lagi membutuhkan transfusi darah sekarang," katanya sedikit pelan.


Pria yang datang itu hendak mengatakan sesuatu tapi melihat Hayrus masih terjaga, dia tahu.


"Haruskah kita bicara dengan putramu di sini?" tanyanya sedikit terkekeh.


"Kamu—" Lita sedikit berkeringat dingin.


Khawatir putranya bertanya siapa pria itu, dia segera mengucapkan beberapa patah kata pada Hayrus lalu membawa pria itu pergi keluar ruangan.


Lita sangat marah saat ini tapi tidak berani berteriak pada pria itu.


Setelah keduanya cukup jauh dari rumah perawatan Hayrus, Lita tak tahan lagi dan menatapnya.


"Rodney, aku sudah bilang, jangan muncul sembarangan di depanku! Bagaimana jika Hayler curiga?"


"Kenapa? Kamu ingin melupakan kasih sayang kita setelah berhasil menjadi istri keluarga Jhonson Del? Lita, jangan lupa tujuanmu menikahi Hayler di tahun itu. Kita sudah sepakat! Apakah kamu benar-benar jatuh cinta padanya?"


Rodney menyipitkan mata. Dia memakai masker sehingga wajahnya kurang jelas namun matanya penuh penegasan dan kekejaman. Dia diam-diam bertemu Lita selama ini. Setidaknya Hayler tidak tahu atau curiga.


"Aku tidak lupa kesepakatan kita!" Lita tidak berani menatap Rodney.


Ia jatuh cinta pada Hayler, memang benar. Pria itu, meski hanya membutuhkan anak di perutnya waktu itu, ia tidak keberatan.


Dengan anak di perutnya waktu itu, ia berhasil menendang Yuki yang infertilitas dan menggantikan posisi nyonya rumah.


Tapi dia tahu, semakin besar Hayrus di masa depan, pasti perbedaannya akan banyak terlihat. Karena Hayrus dan Hayler sebenarnya—


Lita tidak berani berpikir lebih jauh. Awalnya rencana Rodney dan Lita cukup dalam. Tapi Hayler bukan orang bodoh yang mudah dimanipulasi sehingga rencana Rodney tertunda lagi dan lagi. Sampai anak itu kini berusia lima tahun.


"Karena kamu tidak lupa, kemunculanku tidak perlu kamu pertanyakan! Ini sudah lima tahun, bukan lima bulan! Lita, sampai kapan kamu akan bermain dengan Hayler?"


"Tidak lama! Tunggu waktu yang tepat. Hayler jarang pulang ke rumah selama ini, bagaimana aku bisa memiliki keberanian memulai di luar?" Lita mencari alasan.


"Tidak perlu! Aku sudah memiliki cara agar bisa masuk ke wilayahnya dengan aman."