
Nyonya Luff kembali ke rumah tempat tinggal Lita dan Hayler berada. Hanya ada Lita dan putranya di rumah. Hayler mungkin di perusahaan saat ini.
Melihat Nyonya Luff pulang cukup larut, Lita terkejut. Belum lagi, tampaknya Nyonya Luff tidak terlihat bahagia.
Khawatir ada pelayan yang tak sengaja menguping atau lewat, Lita bertindak seperti menantu yang naik.
"Bu, apakah ada hasil?" tanyanya cemas.
Nyonya Luff duduk dengan kesal. "Tidak! Wanita itu lebih sulit dihadapi kali ini. Ancaman tidak lagi berguna karena pada akhirnya, kamu akan dirugikan."
Dia sangat kesal dengan fakta bahwa Hayler dan Yuki adalah melakukan pernikahan tersembunyi. Meski hanya beberapa pihak saja yang tahu, mata orang-orang tidak akan mudah dibodohi.
"Apa maksudnya dengan itu?" Lita duduk di sofa tak jauh darinya.
"Jika perselingkuhan Hayler dan Yuki terus menerus dipertahankan di internet, maka fakta bahwa kamu adalah pihak ketiga akan diketahui. Kamu tahu betul bahwa ini tidak baik untuk rencana kita."
Lita terdiam dan mengepalkan kedua tangannya. Hayler dulu sangat memanjakannya. Tapi tak lama setelah itu, Hayler sedikit kedinginan padanya.
Belum lagi setelah Yuki kembali dari negara J, Hayler jadi jarang di rumah. Pria itu sebenarnya masih merindukan mantan istrinya yang tidak berguna!
"Lalu apa yang harus kulakukan sekarang? Hayler jelas tidak membiarkanku untuk keluar rumah!"
Nyonya Luff menggelengkan kepala. "Kamu urus sendiri. Urusan ku sudah selesai. Ngomong-ngomong, apakah obat herbal yang dulu aku berikan pada Yuki masih tersisa di rumah ini?"
"Aku tidak tahu. Aku tidak peduli dengan barang-barang itu." Lita tahu sebenarnya tentang obat herbal yang dimaksud.
Tapi semenjak Yuki dan Hayler bercerai, barang-barang wanita itu dibuang.
Akhirnya Nyonya Luff memanggil kepala pelayan yang telah bertugas di rumah Hayler selama beberapa tahun.
"Nyonya, apakah Anda membutuhkan sesuatu?" tanya Kepala Pelayan sopan.
"Apakah obat-obat herbal yang dulu dikonsumsi Yuki masih ada?" tanyanya pura-pura penasaran.
Kepala Pelayan sedikit terkejut sejenak lalu menata ekspresinya tanpa sepengetahuan Nyonya Luff.
"Maaf, Nyonya, semua barang-barang milik nyonya rumah sebelumnya dikemas dan dirapikan oleh tuan muda. Dan sebagian lagi dibuang. Obat herbal itu tidak bisa bertahan untuk waktu yang lama dan sudah lama dibuang," jelasnya.
"Apakah kamu yakin semuanya sudah dibuang?"
"Nyonya, semuanya sudah dibuang. Jika nyonya ingin memastikan, beberapa pelayan bisa menggeledah gudang penyimpanan."
Kepala Pelayan masih berkata dengan nada profesional. Lagi pula, dia telah melayani Hayler di rumah ini dan hampir tahu setiap karakter di rumah utama.
Memastikan jika kepala pelayan tidak berbohong, Nyonya Luff akhirnya bisa tenang. Dia awalnya masih sedikit khawatir dengan keberadaan ramuan herbal itu.
Tampaknya, Yuki sudah memiliki beberapa tebakan kasar tentang obat herbal yang dikonsumsinya saat itu. Tapi sekarang tidak ada gunanya bahkan jika wanita itu menceritakannya pada Hayler.
Selama tidak ada bukti, maka tidak apa-apa. Belum lagi obat yang dibelinya tidak sembarangan tempat. Bahkan jika diselidiki, tak akan ada hasil yang memuaskan.
Setelah kepala pelayan pergi, Nyonya Luff juga tidak bisa tinggal lebih lama lagi.
"Aku akan kembali. Di pihak Hayler, aku tak bisa lagi membujuknya seperti dulu. Karena ada Hayrus, aku yakin dia tak mungkin meninggalkan putranya sendiri demi seorang wanita yang memiliki anak dari pria lain."
"Bu, apakah yakin jika anak kembar itu tidak ada hubungannya dengan Hayler?"
Nyonya Luff terdiam sebentar. Lalu berkata. "Seharusnya tidak. Aku sudah menyelidiki ini dan melihat foto anak-anaknya, sama sekali tidak mirip. Belum lagi, catatan tentang kelahiran anak itu juga tidak ada yang aneh."
"Sudahkah ibu melihat kedua anak itu secara langsung?"
"Tidak. Seseorang dari keluarga Haltes melindunginya. Kita harus berhati-hati saat menyelidiki sesuatu, jika tidak, akan mudah dilacak oleh pihak lain."
Sejak kapan keluarga Haltes begitu kuat?
Jangankan menyelidiki kedua anak itu, bahkan mendekatinya saja tidak bisa. Seolah-olah, ada seseorang di kegelapan yang tahu gerak-gerik nya.
Ini buruk.
Karena itu, ia tidak pernah melakukan apapun lagi untuk mendekati kedua anak itu.
"Aku akan kembali." Nyonya Luff berjalan meninggalkan rumah.
Lita mengantarnya sampai ke pintu sebelumnya akhirnya kembali ke kamar. Putranya sudah tidur nyenyak jadi tidak tahu jika Nyonya Luff datang.
Lita terlihat mondar-mandir di kamar, seraya memikirkan cara untuk mempercepat rencananya.
Dia benar-benar harus membiarkan Hayler menandatangani dokumen penting itu. Hanya saja Hayler bukan pria bodoh seperti kebanyakan pria yang dia tipu dulu.
Hayler jelas sangat waspada terhadap siapapun. Seorang pelayan bahkan tak diizinkan memasuki ruang kerjanya sendiri.
Dengan begini, di hanya bisa menggunakan cara lain yang bisa membingungkan atau mengalihkan perhatian Hayler agar lengah.
"Sepertinya tak ada pilihan lain. Hayler jangan salahkan aku karena kejam. Kamu bahkan tak menghargai niat baikku!"
Jika seandainya Hayler mendukung dia sepenuhnya, mungkin ia sendiri bisa menyingkirkan Rodney.
Tapi karena Hayler lebih suka memilih menghabiskan waktu dengan wanita itu, tidak mungkin untuk melakukan kerja sama.
Belum lagi tentang Hayrus ....