Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Kecantikan Mantan Istri



Jamuan keluarga Heart sangat meriah tapi elegan. Semua tamu undangan yang hadir memakai pakaian terbaik mereka untuk bisa membangun komunikasi dengan banyak pihak. Tapi Yuki sendiri tidak perlu melakukannya. Keluarga nya sudah memiliki kontak yang lama dengan keluarga Heart.


Ketika datang, ia disambut secara langsung oleh Nyonya Heart. Yuki datang bersama Daleon. Nyonya Heart mengira keduanya adalah teman kencan.


Yuki memakai gaun putih yang cukup terbuka. Setidaknya menampilkan belahan dada dan sebagian pahanya. Sosoknya yang ramping terbalut gaun putih yang cantik, semakin menambah pesonanya.


Tak jauh di belakang para tamu yang lain, Hayler sebenarnya sudah memperhatikan kedatangan Yuki bersama Daleon. Wanita itu ... rasanya semakin cantik. Hayler tidak bisa berkata-kata dan hanya meneguk anggur merah yang disajikan oleh pelayan. Tenggorokannya yang kering sedikit terobati.


Acara jamuan makan berjalan dengan baik hingga akhir acara. Hayler sedikit mabuk ketika keluar dari ruang perjamuan. Untuk mendinginkan wajah, dia pergi ke toilet umum. Dia butuhkan percikan air dingin di wajahnya.


Namun ketika hendak memasuki toilet untuk pria, ia tak sengaja melihat sosok wanita bergaun putih baru saja keluar dari toilet khusus wanita. Hayler tertegun untuk sementara waktu dan tanpa sadar dia melangkah ke arahnya.


Yuki tak menyadari jika dia akan bertemu dengan mantan suaminya di jamuan makan. Dia sama sekali tidak ingin memedulikan masa lalunya. Tapi siapa yang menyangka jika keduanya akan berpapasan di lorong setelah keluar dari ruang toilet.


"Yuki ..." Hayler yang sudah menunggunya mencium aroma parfum manis dari tubuh wanita itu.


Yuki tertegun ketika melihat pria yang tidak ingin dilihatnya sama sekali. Hayler tidak banyak berubah selain menjadi lebih dewasa. Suaranya juga mengalami sedikit perubahan, agak serak.


Yuki sama sekali tidak mau bicara dengannya dan buru-buru melewatinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Pria itu mabuk, dia tahu itu. Tidak tahu apa alasan Hayler menemukannya, mereka sudah bercerai sekarang. Hayler adalah pria yang telah beristri.


Tapi Hayler sama sekali tidak membiarkannya pergi. Dia meraih lengan wanita itu dan memojokkannya di dinding.


"Lepaskan! Hayler, apa yang kamu lakukan? Dasar baj*ngan!" Yuki berusaha melepaskan cengkeraman pria itu tapi gagal.


Hayler yang setengah mabuk justru merasa perlawanan Yuki seperti tantangan baginya. Dia tak bisa menahan diri untuk memeluk dan mengecap bibirnya dengan rakus. Rasanya seperti ada sesuatu yang meledak dalam pikirannya. Sesuatu yang sudah lama dia rindukan, pecah saat ini.


Yuki sangat terkejut ketika mendapatkan ciuman itu. Dia tanpa sadar ingin melawan sekuat tenaga. Sangat disayangkan bahwa ciuman pria itu sangat sombong, membuatnya hampir tak bisa bernapas.


Mata wanita itu sedikit memerah. Dia sama sekali tidak menginginkannya. Dengan kemarahan yang membakar di dadanya, dia langsung mendorong Hayler sekuat tenaga dan menamparnya tanpa belas kasihan.


Suara tamparan keras dan rasa sakit di pipi membuat Hayler sedikit terjaga dari kegilaannya. Ia menatap wanita yang memasang wajah marah di depannya. Mau tidak mau terkejut.


"Ini pertama kalinya kamu menamparku. Apakah kamu merasa lebih baik?" tanyanya tidak marah sama sekali. Bekas tamparan di pipinya terlihat cukup jelas tapi Hayler tidak peduli sama sekali.


Yuki sama sekali tidak merasa suasana hatinya membaik setelah menamparnya. "Kita sudah bercerai dan tidak memiliki hubungan lain selain status mantan suami dan istri. Apakah kamu memperlakukan mantan istrimu seperti selingkuhan? Kamu sangat mampu untuk menyodok kiri dan kanan di belakang istrimu! Apakah kamu masih seorang pria terhormat?!"


"Pria terhormat?" Hayler terkekeh ketika mendengarnya.


Ia telah berubah dari pria terhormat menjadi baj*ngan sejak lama. Jika tidak, dia tidak akan menceraikan Yuki dan menikahi selingkuhannya. Ia sudah kehilangan dirinya sebagai pria terhormat. Jadi bagaimana dengan menjadi baj*ngan?


"Aku bukan pria terhormat! Aku hanya tahu, bahwa aku hanya ingin menciummu! Apa yang salah dengan itu? Tidak peduli apakah kamu mantan istrimu atau bukan, aku hanya menginginkanmu!"


Dia benar-benar tidak berdamai melihat Yuki bersama dengan Daleon. Ia awalnya berpikir jika Yuki mengalami infertilitas dan tidak ada pria yang ingin menikahinya. Kecuali wanita itu menikah dan mengadopsi anak untuk melengkapi keluarga.


Karena hal itulah, Hayler telah berencana akan mengejar mantan istrinya lagi setelah mendapatkan warisan dari ayahnya. Tidak ada yang tahu tentang hal ini, bahkan dari Brim selaku sahabat dan asistennya.


Yuki yang memiliki anak kembar sangat tidak terduga baginya. Bahkan anak-anak itu memiliki kemiripan dengan dirinya ketika masih kecil. Jika benar kedua anak itu adalah putra dan putrinya, maka keputusannya untuk bercerai di masa lalu sangatlah konyol.


Yuki tidak menyangka jika Hayler akan begitu tak tahu malu. Ia tidak tahu harus menghadapi Hayler seperti apa. Tanpa diduga, Hayler mencengkeram pergelangan tangannya dan membawanya pergi dari jamuan makan keluarga Heart.


"Ke mana kamu akan membawaku pergi?! Hayler, lepaskan aku! Kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi!" Yuki terus meronta tapi semua usahanya sia-sia. Tenaga pria itu lebih besar dari miliknya.


Hayler tidak menjawab. Dia berkendara menuju salah satu hotel kelas atas yang terjamin kerahasiaan semua tamunya. Setelah memesan kamar president suite, ia membawa Yuki ke atas.


Yuki bukan lagi gadis berusia 20 tahun lagi, ia sudah dewasa dan tahu apa yang akan dilakukan pria itu dengan membawanya ke hotel. Namun ia sama sekali tidak bisa melepaskan diri dari cengkeramannya.


Ia hanya minum sedikit anggur jadi pikirannya masih jernih.


Setibanya di kamar, Hayler baru melepaskan tangannya. Tapi wanita itu segera pergi menuju pintu dan hendak keluar. Hayler langsung memeluknya dari belakang dan membawanya ke tempat tidur.


"Kamu tidak bisa pergi malam ini. Kamu adalah milikku, Yuki." Suara Hayler agak serak dan tenggorokannya agak kering.


Keinginan tubuhnya untuk menginginkan wanita ini sangat besar. Rasanya dia mencoba mencari air minum untuk mengisi tubuhnya yang telah lama kosong.


"Tidak, kamu tidak bisa melakukan ini!" Yuki yang terempas ke tempat tidur besar mencoba untuk bangun lagi.


Pria itu sudah melepaskan jas dan sabuk mahalnya, lalu membuka satu persatu kancing kemeja dengan tidak sabar.


Di bawah pengaruh alkohol, sebenarnya Hayler masih sadar saat ini. Tapi keinginan kuat tubuhnya tidak bisa ditahan lagi. Ia hanya ingin melampiaskan semua kerinduannya yang terpendam selama bertahun-tahun.


Hayler menekan Yuki di tempat tidur besar dan merobek gaun putihnya yang terlihat mahal. Ia sama sekali tidak peduli dengan gaun yang menutupi tubuh indahnya.


"Hentikan! Hayler, aku mohon jangan!"


Yuki mulai menitikkan air mata dan sangat tidak berdaya setelah melihat gaunnya dirobek dengan paksa.


Namun Hayler sama sekali tidak peduli. Setelah merobek gaun itu, dia mengecap tubuhnya dengan penuh gairah, meninggalkan banyak jejak kemerahan yang intim di beberapa bagian tubuhnya.