
"Ibuku terkadang bingung. Tapi ... Dia jernih sesekali. Meski dia tidak menyukaimu, dia memang tidak banyak membenci. Hanya saja ... ini memang aneh." Hayler menimpali penjelasan Yuki di seberang telepon.
Yuki tampak menghela napas. Hayler bisa mendengar helaan napasnya meski pelan.
"Hayler, aku tidak mau berprasangka tentang ibumu. Hanya saja perasaan ini selalu membuatku tidak nyaman. Aku bertemu ibumu malam ini. Dia tampak sama seperti tahun itu. Hanya saja ketika melihatku, dia terlihat stabil dan terencana, seolah-olah aku hanya orang yang hanya perlu diperingati.
Tapi terkadang, saat ibumu dulu berdebat denganku karena aku belum hamil sejak satu tahun pernikahan kita, dia jelas tampak tertekan dan kesal. Seolah-olah ada banyak kebencian karena aku belum bisa memberikan hal-hal yang berguna untuk keluargamu."
Penjelasan panjang lebar Yuki di telepon membuat Hayler jatuh dalam renungan panjang. Dia mendesah tidak berdaya.
"Apakah kamu berpikir jika ibuku adalah orang lain atau ... dia benar-benar memiliki kepribadian ganda?" tebaknya. Ia ingin tahu tentang pendapat wanita itu.
"Aku rasa ini yang pertama, seperti orang lain tapi jelas dia adalah Nyonya Luff. Tapi entah kenapa rasanya selalu berbeda setiap kali dia menunjukkan sikap yang tenang." Kemudian nada bicara Yuki menjadi tidak senang. "Dia bahkan memberiku obat herbal untuk membuatku tidak mengandung anakmu. Dia benar-benar tahu obat selama ini."
Perkataan Yuki yang terakhir langsung membuat Hayler jatuh dalam pemikiran yang dalam lagi. Kali ini lebih banyak keraguan.
Ayahnya berkata ibunya sengaja berpura-pura gila dan tak masuk akal hanya untuk tidak diceraikan. Tapi terkadang dia akan pergi keluar untuk bertemu dengan beberapa teman sebayanya sendiri.
Tapi saat pulang ke rumah, Nyonya Luff tampak agak berbeda dari biasanya. Ini menurut kesaksian para pelayan yang sering menyaksikan Nyonya Luff pulang dan pergi.
Memang obat herbal yang diberikan pada Yuki berasal dari tangan ibunya. Dia berkata itu baik untuk kesehatan sehingga Yuki bus mengandung dan melahirkan anak lebih awal.
Namun ... kenapa rasanya ada yang berbeda?
Jelas ibunya berkata dia membeli itu dari seorang ahli pengobatan negara C. Dan ada bukti pembelian. Namun ....
Ibunya tahu obat herbal dari negara C? Sejak kapan dia tahu obat?
Hayler juga bertanya-tanya.
Di saat ia sedang berpikir lebih jauh, suara Yuki kembali membangunkannya.
"Hayler, rasanya aku diikuti saat pulang. Aku melihat mobil hitam terparkir tak jauh dari kediamanku."
"Mengikutimu? Apakah mobil itu mengikutimu sejak kamu selesai mengobrol dengan ibuku?"
Hayler tidak meragukan kata-kata Yuki. Situasi saat ini memungkinkan segalanya terjadi. Belum lagi, dia tidak mau mengecewakannya lagi.
Jika dia ragu-ragu dan terlalu memikirkan sesuatu yang menurutku logis, mungkin beberapa bahaya akan mengintai tanpa disadari.
"Ya, bisa dikatakan demikian. Tapi itu hanya mengikutiku saja. Pengawal yang kamu tugaskan untuk menjagaku diam-diam juga tahu ini. Apakah mereka belum melapor padamu?" Yuki sedikit heran.
Barulah sekarang Hayler ingat jika dia menugaskan beberapa orangnya untuk mengawal Yuki.
Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Hayler memutuskan panggilan telepon. Kemudian dia menerima beberapa pesan dari Brim tentang informasi terkait serta apa yang harus dilakukan.
Pihak lain mungkin tahu sedang diawasi jadi hanya mengikuti Yuki sampai ke rumah.
"Apakah ada masalah?" Steven tahu ekspresi Hayler sedikit tidak baik sekarang.
"Yuki diikuti seseorang."
Steven juga mendengar sedikit percakapan keduanya di telepon. Dia sedikit berpikir sebelum akhirnya berkata.
"Sepertinya kamu harus menyelidiki tentang ibumu lagi."
"Ibuku tidak mungkin terkait dengan hal-hal ini."
"Dia mungkin tidak terkait. Tapi bukankah ibumu dan Lita memiliki hubungan baik bahkan saat pertama kali bertemu? Seseorang tidak akan menjadi baik tanpa alasan di pertemuan pertama." Steven memberikan sedikit pencerahan.
Hayler terdiam dan mendesah kasar. "Aku tahu apa yang harus dilakukan. Aku akan kembali dulu."
Dia tidak ingin tinggal di sini lebih lama. Lebih baik kembali ke rumah orang tuanya untuk mencari tahu.
Kali ini Steven tidak mencegahnya untuk tetap tinggal. Setelah Hayler pergi, dia masih berpesta dengan rekan-rekannya yang lain.
Sementara itu, Hayler menerima panggilan telepon dari Brim dan menjelaskan kejadian terbaru. Mobil yang mengikuti Yuki sudah pergi dan anak buahnya sendiri tidak mengambil banyak tindakan.
Plat nomor pihak lain juga palsu. Ini jelas lebih mencurigakan. Namun untuk tidak mengejutkan ular keluar dari sarangnya, Brim tidak memberikan perintah apa pun.
Setibanya di kediaman lama, lampu masih menyala. Itu artinya, Tuan Johnson Del berada di ruang keluarga untuk menonton televisi sambil membaca majalah keuangan.
"Ayah, apakah ibu ada di rumah?" tanya Hayler saat berjalan mendekati ayahnya.
Tuan Johnson Del mengalihkan pandangannya ke arah Hayler sebentar. Melihat waktu sudah larut, ia menggelengkan kepala.
"Jika dia tidak kembali malam ini, mungkin dia akan menginap di rumah temannya sendiri."
Tampaknya Nyonya Luff sudah izin pada suaminya untuk keluar rumah dan bermain dengan teman seusianya.
"Kenapa kamu menanyakan hal ini?"
"Bukan apa-apa."