
Di rumah, Lita melihat beberapa foto Rena yang bergandengan mesra dengan Hayler di salah satu hotel terbaik di ibu kota. Ia sangat marah hingga ingin segera datang ke sana dan merobek wajah jal*ng itu.
“Dasar wanita genit! Masih berani merayu Hayler.”
Ia melihat satu persatu foto yang dikirim oleh orang yang ditugaskan untuk mengikuti Hayler selama beberapa hari terakhir. Semua fotonya sangat menusuk mata. Lita hampir tak bisa menahan citranya sebagai wanita yang lembut saat ini.
Dan Hayler, kenapa dia harus pergi dengannya ke sana? Kenapa tidak pulang dan menemaninya seperti itu? Sejak kapan Hayler berubah? Sepertinya semenjak bercerai dengan Yuki.
Benar, Yuki!
Sejak wanita itu kembali ke negara ini, tampaknya telah bertemu dengan Hayler berulang kali. Namun ia tidak terlalu memperhatikan masalah ini karena bagaimana pun juga keduanya tidak pernah melakukan apa-apa.
Sebelumnya di pusat perbelanjaan, ia sangat ingin menampar Yuki. Mengembalikan tamparan yang sempat mendarat di pipinya. Karena amarahnya tak bisa dipadamkan, ia pun meminta Rodney untuk membuat wanita itu mengalami kecelakaan mobil.
Sayangnya Rodney sendiri menolak untuk membantunya. Itu karena Rodney tidak ingin menggunakan orang-orangnya untuk membuat masalah. Jika ketahuan, risikonya tidak kecil
Oleh karena itu, ia meminta anak buah Rodney secara diam-diam untuk menabrak mobil Yuki. Menciptakan serangkaian kecelakaan alami. Sayangnya Lita mungkin tidak terlalu memperhatikan jika di zaman serba modern ini, kamera pengawas ada di mana-mana.
Di saat dia begitu kesal, Lita melihat seseorang meneleponnya. Ini dari Rodney. Ia sedikit gelisah untuk sementara waktu. Ia ragu untuk menjawab teleponnya. Tak lama, Rodney mengakhiri panggilan telepon.
Lita menghela napas lega. Tapi tak lama, pria itu mengirim pesan padanya. Setelah membaca pesan singkat itu, Lita mau tidak mau menggertakkan gigi lagi.
“Apa yang sebenarnya ingin dibicarakan pria itu di malam seperti ini?”
Jika dia tidak menemuinya, kemungkinan besar Rodney akan mengganggu putranya lagi. Akhirnya, ia berpakaian dan pergi dengan alasan temannya mengalami masalah mendesak.
Meski begitu, Lita khawatir Hayler akan tahu dia keluar lagi dan mengawasinya. Jadi lebih baik menghubungi salah satu temannya untuk memberikan kesaksian palsu jika butler di rumah menelepon diam-diam untuk mengonfirmasi.
Lita pergi ke apartemen di mana Rodney tinggal. Baru saja tiba, Rodney sudah menyambutnya dengan tamparan. Ia sangat kaget hingga berteriak.
“Rodney, apa yang kamu lakukan? Tiba-tiba menamparku?!”
Lita sedang kesal karena Hayler pergi ke hotel dengan Rena. Sekarang ia ditampar lagi, kesabarannya habis. Rodney jelas tidak peduli dengan masalahnya sama sekali. Dia memelototi Lita dan ingin sekali mencekiknya sampai mati.
“Beraninya kamu menggunakan orang-orangku untuk mencelakakan Yuki! Apakah kamu tahu, apa yang kamu lakukan hampir saja membuatku ketahuan??!!”
Selama ini, Rodney selalu bersembunyi dan berhati-hati dalam bertindak. Bahkan jika terlihat baik-baik saja di permukaan, bukan berarti tidak ada masalah sama sekali. Hanya kurang dari dua hari, orang-orangnya berantakan karena dilacak oleh pihak tak dikenali.
Kemudian Rodney mencari tahu. Barulah setelah itu dia tahu jika Lita memerintahkan anak buahnya untuk menabrak mobil Yuki. Apakah wanita itu tidak punya otak di kepalanya?
"Itu hanya orang-orang. Apa yang membuatmu begitu marah hanya karena ini. Lagi pula, bukankah kita sudah terbiasa melakukan ini. Ini hanya Yuki. Dia tidak punya pendukung apapun di belakang selain orangtuanya!"
"Siapa yang memberimu kepercayaan diri? Jika dia tidak memiliki pendukung di belakangnya, bagaimana bisa mereka itu menemukan jejak orang-orang ku?"
Lita terdiam setalah Rodney mempertanyakan ini. Bukankah Yuki hanya wanita bisa tanpa latar belakang apapun selain berstatus pewaris keluarga Sconava? Bagaimana bisa terhubung dengan orang-orang yang selama ini mengincar mereka?
Rodney telah menjadi buronan internasional. Lita adalah wanita serta kaki tangannya sendiri. Apa yang dilakukan Rodney, Lita akan maju menjadi perantara. Ia bertugas untuk membuat pihak lain lengah dengan pesonanya.
Namun seiring berjalannya waktu, ia juga tidak muda lagi seperti dulu. Tugas kali ini bahkan sampai harus bermain anak dan menghancurkan pernikahan orang lain. Rodney memang kejam. Tapi Lita juga senang menjadi nyonya muda keluarga Johnson Del.
Rodney tidak repot-repot untuk bicara dengannya tentang masalah ini. "Lain kali, jika aku bilang untuk tidak menggunakan orang-orang ku, maka jangan pakai! Apakah kamu tahu. Ini peringatan terakhir. Jika sampai kamu menggunakan orang-orang ku untuk hal-hal sepele ini, Hayrus tidak harus berada bersamamu."
"Kamu mengancamku?" Lita langsung bangun dan waspada dengannya. "Dia anak kita!"
"Hanya seorang anak. Aku tidak jarang."
Rodney terkekeh. Dia duduk di sofa mahal dan menyalakan rokok. Sedangkan Lita sudah berwajah pucat. Hayrus sudah sakit dan kondisi kesehatannya harus tetap dijaga. Jika suatu hari anaknya membutuhkan donor darah lagi, maka hanya Rodney yang mampu melakukannya.
Masalahnya, Hayrus semakin tumbuh dewasa. Ia tak bisa terus menerus menyembunyikan kemiripan Hayrus dengan Rodney.
"Kapan ... Kapan rencanamu akan dimulai? Kamu sudah masuk ke perusahaan. Apakah masih sulit untuk mencuri data penting?" tanyanya.
Rodney mengembuskan asap rokok ke udara. "Tidak terburu-buru. Tunggu sebentar lagi. Aku sudah menemukan seseorang yang cocok untuk diajak bekerja sama."
"Siapa?"
"Orang itu akan datang sebentar lagi."
Lita mengerutkan kening. Dia duduk tak jauh darinya. Wajahnya masih merasa sakit karena tamparan. Tapi dia tidak memedulikan itu sekarang.
Kurang dari seperempat jam, pihak lain datang. Lita terkejut melihat siapa yang datang ke apartemen Rodney.
"Direktur Perencanaan, Roberto?"
Roberto datang sambil membawa tas jinjing hitam berisi laptop dan dokumen penting. Ia tersenyum sopan pada Lita. Seolah-olah tidak terkejut melihatnya.
Sementara itu, Lita tidak memperhatikan Roberto dan Rodney secara bergantian. Lalu dia bertanya pada Rodney tentang maksud semua ini. Lalu menatap Roberto lagi.
"Roberto, sejak kapan dan Rodney bekerja sama?" tanyanya.
"Tak lama setelah Tuan Rodney masuk ke perusahaan. Sebenarnya, orangtuaku dulu juga menjalankan perusahaan namun bangkrut dan diakuisisi oleh perusahaan Delton Corp. Aku sengaja bekerja di perusahaan itu untuk merencanakan balas dendam orangtuaku ..." Roberto tampak mengenang masa lalunya.
Sekarang keluarga nya sudah tidak ada. Ia satu-satunya yang masih bertahan dan mencoba mengumpulkan keberanian untuk balas dendam. Bahkan jika dia harus menjadi pengkhianat perusahaan, setidaknya Rodney lebih kuat. Ia bersedia untuk bekerja sama.
Lita sama sekali tidak meragukan ucapan Roberto. Karena pada kenyataannya memang seperti itu. Tapi ia tidak pernah berpikir jika Roberto sebenarnya memiliki dendam pada Hayler.
Penyamarannya di perusahaan sangat sempurna. Bahkan berhasil menjadikannya direktur perencanaan.
"Jadi, apa rencana berikutnya?" tanya Lita pada Rodney.
Rodney meminta Roberto untuk menunjukkan sesuatu.
Roberto mengangguk. Dia duduk di seberang mereka, membuka tas hitam jinjing dan mengeluarkan beberapa dokumen. Lita membelalak saat melihat dokumen itu.
"Ini—" Lita hampir tak bisa mempercayai matanya.