
Di sisi lain, Valley melihat pesan ayah kandungnya yang baji*gan, mau tidak mau cemberut. Dia hanya bertanya-tanya, kenapa ayahnya harus berpisah dengan ibunya?
Wanita yang menjadi istri ayah baji*gannya saat ini sebenarnya lumayan tapi tidak secantik ibunya. Apakah Hayler buta?
Bukankah masih mencintai ibu? Lalu kenapa memiliki hubungan dengan wanita itu setiap hari? Ini bukan cinta!
Valley yang berpikir layaknya orang dewasa sangat tidak senang dengan Hayler. Tidak bisa mengharapkan pria itu menjadi ayahnya sama sekali. Jangan pikirkan!
"Nak, ada apa denganmu? Kenapa belum tidur?" Yuki datang ke kamar Valley hamya untuk mengeceknya. Tanpa diduga anak itu belum tidur sama sekali.
Valley meletakkan ponselnya. "Kalah bermain game lagi," katanya.
Yuki melihat jika ponsel anak itu menampilkan beberapa game di layar depan. Anak-anak suka hal yang baru dan aneh. Ia tersenyum pada Valley dan membujuknya.
"Oke, kenapa harus kesal? Jika kalah maka kalah. Kamu bisa menang di masa depan. Ini sudah larut malam, ayo tidur." Yuki duduk di sampingnya dan menarik selimut.
Valley tidak menolak. Ia kesal dengan Hayler saat ini dan butuh ketenangannya sendiri. Ia tidak ingin membuat ibunya sedih karena ayah baji*gan itu.
"Selamat malam, Bu," katanya.
Yuki mengecup keningnya. "Malam, sayang." Dia tersenyum.
Melihat anak itu memejamkan mata dan tidur dengan patuh, Yuki akhirnya mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur. Ia keluar, menutup pintu kamar dengan lembut.
Yuki kembali ke kamarnya setelah memastikan jika keduanya tidur. Ia sendiri tidak memiliki kegiatan apapun malam ini dan bersiap tidur lebih awal. Lagi pula, besok masih harus pergi bekerja. Ia sangat sibuk.
Namun ponselnya yang diletakkan di atas meja nakas menyala. Sebuah pesan dari Nobu dan Mirain muncul berturut-turut. Keduanya marah dan mengutuk seseorang. Siapa lagi jika bukan mengutuk Lita.
Mirain dan Nobu meminta Yuki untuk membuka media sosial dan melihat postingan Lita.
Yuki mengerutkan kening. Dia penasaran dengan apa yang dilakukan wanita itu hingga menguat Nobu dan Mirain sangat marah. Ia pun mengecek sosial media dan melihat jika Kita memposting sebuah foto mesranya dengan Hayler di tempat tidur.
Dalam foto itu, Hayler memakai jubah mandi longgar. Dada bidangnya terlihat sedikit. Rambutnya basah karena baru saja mandi. Di pelukannya ada Lita yang memakai piyama seksi. Keduanya berfoto mesra. Walaupun Hayler tidak menunjuk ekspresi senang atau kesal, jelas tidak menolak.
Ketika melihat foto itu, Yuki merasa dadanya tersumbat. Pria ini, benar-benar mampu melakukannya. Ia teringat kembali kehidupannya saat masih menjadi istri Hayler.
Mungkinkah keduanya dulu selingkuh hingga sengaja tidak mengambil foto? Sekarang keduanya tidak lagi diam-diam menjalin hubungan jadi berani memamerkannya di media sosial?
Yuki dan Hayler bahkan tak memilikimu foto-foto seperti itu. Keduanya adalah pernikahan tersembunyi.
"Apakah pria ini sengaja atau Lita yang sengaja, aku tidak peduli! Tapi ..." Yuki meremas ponselnya untuk beberapa saat sebelum akhirnya tenang.
Ia sudah bercerai dengan Hayler dan kini hanyalah berstatus mantan istri. Tapi menjadi mantan istri karena mantan suami yang berselingkuh juga tidak menyenangkan.
Yuki membayangkan jika Hayler dan Lita memiliki malam yang panas saat ini. Perasaannya tumpul. Hayler ingin menjadikan dirinya pelampiasan saat bosan dengan istrinya bukan? Ketika istrinya seksi, ia tergoda?
Tanpa diduga, Hayler meneleponnya saat ini. Yuki ragu untuk menjawab telepon dan akhirnya menolak panggilan. Tapi Hayler meneleponnya lagi.
Yuki kesal dan akhirnya menerima panggilan teleponnya. "Ada apa menelpon ku? Bukankah kamu sedang memiliki malam yang baik dengan istrimu tercinta?" tanyanya datar tapi hanya dia yang tahu jika hatinya tidak nyaman.
Ia jelas benci pria itu, lalu kenapa masih memikirkannya lagi? Terutama setelah keduanya memiliki malam yang panjang sebelumnya.
Tanpa diduga, Hayler tidak marah sama sekali. "Tidak ada malam yang indah, hanya foto yang Lita ambil karena curiga aku memiliki hubungan denganmu lagi. Temui aku di luar. Aku menunggu."
"Kamu ada di sini?" Yuki tidak percaya. "Apa yang kamu lakukan di sini? Pulanglah dan nikmati istrimu! Aku bukan pelampiasanmu saat kamu bosan!"
"Aku tidak tidur dengan Lita. Setelah aku tak sengaja mabuk dan meniduri Lita, aku mungkin sudah selingkuh sejak saat itu. Tapi percayalah, aku tidak pernah menidurinya lagi setelah malam itu," jelasnya.
Siapa yang percaya omong kosongnya? Yuki sama sekali tidak akan percaya. Tapi Hayler berkata lagi jika semua itu adalah kebenaran. Dia mungkin kencan dan memberi Lita kasih sayang tapi tidak dengan urusan ranjang.
Hayler tidak bisa menjelaskan lebih banyak soal ini. Ia hanya ingin bertemu Yuki malam ini.
Setelah menutup panggilan telepon, Yuki terdiam untuk waktu yang cukup lama. Dia menghampiri jendela kamar dan membuka gorden sedikit. Benar saja, Hayler menunggu di luar pagar, bersandar pada badan mobil hitamnya.
Tampaknya pria itu sudah tahu di mana dia berada dan melihat ke arah nya juga.
Yuki menutup gorden kembali. Hatinya berantakan. Ini adalah mantan suami. Bertemu larut Malam seperti ini, bukankah perselingkuhan?
Nobu dan Mirain menyetujui jika Yuki harus membuat Lita merasakan apa itu arti diselingkuhi dalam pernikahan.
Yuki sudah memakai piyama tipis dan siap tidur. Tapi kedatangan Hayler sangat tidak terduga. Ia akhirnya turun untuk menemui pria itu.
"Kenapa kamu di sini?" tanyanya kesal.
"Tentu saja menemukanmu."
"Bukankah Lita akan marah jika kamu pergi ke sini?"
Hayler tersenyum. "Di sibuk dan tak akan memedulikan apapun."
Ini memang kenyataan. Lita sibuk dengan Hayler palsu saat ini. Namun tidak memberi tahu Yuki sama sekali. Pihak lain bukan orang biasa. Semakin sedikit orang tahu, maka lebih aman.
"Masuk mobil," kata pria itu.
"Tidak, aku mau tidur. Ini larut malam, Hayler. Ke mana kamu akan membawaku pergi?" tanyanya.
"Masuk saja."
Hayler meraih tangan Yuki dan memaksanya masuk mobil. Yuki tak berdaya. Setelah masuk mobil, pria itu membawanya ke vila yang jaraknya cukup jauh dari rumah Yuki.
Jelas Yuki tak menyangka jika dia akan datang ke sini. Dia memelototi Hayler.
"Hayler, jika kamu ingin bicara, bicarakan saja sejak awal! Kenapa harus membawaku ke sini? Masalah ibumu, aku tidak akan pernah memedulikanya jika dia tidak akan datang lagi di masa depan."
Hayler tidak banyak bicara. Dia hanya meraih tangan Yuki dan membawanya masuk vila.
Tak ada siapapun di vila selain keduanya. Hayler membawanya ke kamar.
"Apakah kamu cemburu?" goda Hayler.
"Tidak!" Yuki menyangkal. "Apakah kamu hanya menanyakan ini? Aku hanya ingin kembali! Bawa aku kembali!"
"Yuki!" Hayler memeluknya. "Sudah kukatakan, kamu hanyalah milikku. Aku tidak tidur dengan Lita malam ini. Dia tidur bersama pria lain."
"Apa maksudmu? Lita selingkuh darimu juga? Ini bagus! Pria selingkuh yang diselingkuhi juga pantas!" Yuki mengejek.
Hayler tidak menjawabnya lagi. Dia melepaskan pelukan dan hanya menunjukkan sebuah foto padanya. Yuki tanpa sengaja menatap foto yang ditunjukkan. Lalu dia terkejut.
Orang yang mirip dengan Hayler tapi bukan Hayler. Apakah Lita tidur dengan wajah yang mirip Hayler?