
Nyonya Clauser sedikit tidak senang. “Bukankah kamu menghamili seseorang sebelumnya? Jika tidak menangkapnya sekarang? Kapan lagi? Sudah berapa lama kamu sendiri? Hayler saja sudah punya anak!”
Brim ingin tersedak sesuatu. “Bagaimana ibu tahu tentang ini? Lagi pula, Hayler juga bercerai sebelumnya. Tidak mudah mencari wanita yang cocok.”
“Hah! Itu karena Hayler dibutakan oleh lumpur sebelumnya. Jangan mengubah topik. Pokoknya ibu akan datang dan menyelenggarakan pertunanganmu.”
“Ibu … Ibu setuju aku dengan Mirain?”
“Jika tidak? Haruskah aku mengiriminya uang untuk meninggalkanmu? Bagaimana dengan cucuku? Bukankah itu akan hilang pada akhirnya? Lebih baik segera mengikat wanita itu sebelum pergi. Ibu sudah menghubungi orang tua wanita itu dan kami sepakat mengadakan pertunangan.”
Penjelasan Nyonya Clauser membuat Brim tak bisa berkata-kata. Ia menebak jika Hayler yang memberi tahu ibunya berita tersebut. Sungguh, persahabatan plastik!
Namun mengejutkan jika ibunya akan langsung setuju dengan ini. Apakah ini hanya karena dia mulai tua hingga ibunya khawatir tak bisa memeluk cucu?
Setelah mengobrol cukup lama, Brim terdiam sebentar lalu kembali ke perusahaan. Dia ingin menuntut Hayler!
"Hayler, kenapa kamu memberitahu ibuku tentang masalah ini? Bagaimana jika dia tidak setuju aku dengan Mirain?"
"Ibumu bukan orang berpikiran sempit. Lalu bagaimana dengan diskusinya?"
"Tentu saja sudah jelas, aku akan menikahi Mirain di masa depan. Aku hanya belum terbiasa dengan perubahan mendadak ini. Ibuku akan datang dalam waktu dekat. Dia ingin aku langsung mengadakan pertunangan."
"Itu bagus. Semakin cepat, semakin baik."
Pintu kantornya diketuk dan seorang sekretaris datang membawa seorang wanita cantik. "Bos, Nona Ren datang untuk menemui Anda."
"Ya." Hayler meminta wanita berpakaian seksi itu untuk masuk.
Sang sekretaris keluar dengan sopan dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Fokus Brim juga tidak lagi tentang ibunya yang mendesak untuk bertunangan. Namun menatap wanita berpakaian cukup seksi, tapi tidak menunjukkan kegenitan apapun.
"Kamu ... Rena! Kamu wanita h*mo!! Apa yang kamu lakukan di sini?"
Brim tidak kenal dengan Rena. Tapi dia tahu karena akhir-akhir ini wanita itu mesra dengan Hayler. Tidak tahu apa yang dipikirkan Hayler. Kenapa dia mau jalan dengan wanita tak normal ini.
Rena menatap Brim dari atas ke bawah, sedikit jijik. "Tentu saja bisnisku bukan urusanmu."
Hayler tidak memedulikan keduanya berdebat satu sama lain. Hanya menanyakan tujuannya datang. "Apa yang salah kali ini? Steven mendesakmu untuk berakting denganku?”
“Kamu yang paling tahu. Bos berkata jika istrimu sedang bersama teman-teman selingkarannya di Mall. Biarkan kamu membawaku ke sana dan tunjukan bahwa aku adalah selingkuhanmu.” Rena menjelaskan dengan santai. Dia duduk tanpa sopan dan mengedipkan mata genitnya pada Brim.
Brim merasa merinding di sekujur tubuhnya. Meski dia suka dengan wanita seksi yang cantik tapi Rena bukan seleranya. Tanpa diduga, ia langsung memikirkan Mirain. Wanita itu meskipun agak pendiam tapi tingkah lakunya tidak berlebihan.
Hayler melirik jam tangan. Sebenarnya dia masih memiliki beberapa pertemuan hari ini. Namun karena Steven memintanya untuk bermain, ia hanya bisa menuruti pihak lain.
“Baiklah, ayo pergi.” Hayler menunda pekerjaannya, melemparkan sisanya pada Brim.
Rena pergi lebih dulu dan menunggunya di parkiran. Ketika Hayler menyusul, ia masuk mobil itu dan pergi ke pusat perbelanjaan terbesar.
Sesampainya di sana, Rena tentu saja melingkarkan tangannya di lengan Hayler dan masuk ke pusat perbelanjaan dengan bangga.
“Beli barang yang kamu inginkan, aku akan menaruh tagihan di rekening Steven.” Hayler melihat jajaran barang mewah yang disukai wanita dari segala sisi.
“Uangku hanya dibelanjakan untuk wanitaku.”
“Mantan istrimu itu? Yuki sangat cantik. Apakah dia tertarik jatuh cinta pada wanita? Aku suka dengannya.”
Hayler menatapnya dengan tidak senang. “Jangan coba-coba untuk menyentuhnya.”
“Kamu sangat protective. Lalu kenapa kalian bercerai sebelumnya?”
“Bukankah ini semua gara-gara bosmu juga?”
Rena tidak berkata-kata lagi. Sepertinya ini ada benarnya juga. Bahkan jika Hayler tak sengaja tidur dengan Lita sebelumnya, ini bukan perselingkuhan yang kuat. Paling-paling rasa bersalah yang dalam. Tapi karena Steven merasa bahwa Hayler lebih cocok untuk melakukan pekerjaan rahasia itu, tentu saja risiko perceraian tidak terbantahkan.
Akhirnya benar-benar bercerai. Sulit menahan rasa bersalah selama bertahun-tahun.
Keduanya berjalan menuju beberapa toko barang mewah di sana dan tanpa sadar melihat rombongan Lita di kejauhan. Rena tentu saja memakai earbuds sebelumnya sehingga bisa mendengar apa yang dikatakan anak buah yang memantau di kejauhan.
“Sepertinya istrimu sudah mengetahui keberadaan kita sekarang,” katanya.
“Ya.” Hayler sama sekali tidak gugup atau sejenisnya. Ini bukan pertama kalinya dia harus berpura-pura dengan seorang wanita demi misi.
Sementara itu di sisi Lita saat ini, tentu saja tanpa sengaja melihat sosok yang dikenalnya. Siapa lagi jika bukan suaminya, Hayler. Selain itu, bersama wanita lain. Mungkinkah wanita itu yang selama ini membuat Hayler pulang terlambat?
Lita segera mengirimi mencoba untuk menghubungi nomor telepon Hayler. Pria itu menolak panggilan nya. Ia tidak berdamai. Lalu mengiriminya pesan. Menanyakan di mana dia berada sekarang dan kapan pulang.
Hayler bahkan berbohong jika dia masih berada di perusahaan dan melakukan pertemuan kecil dengan klien-nya. Lita benar-benar marah dan pergi dengan cara yang benar, menghampiri Hayler dan Rena yang tengah memilih barang.
Pria itu baru saja menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku dan suara Lita sudah terdengar di kejauhan. Rena berpura-pura terkejut seperti telah dipergoki selingkuh.
“Jal*ng! Ternyata kamu yang merayu suamiku!” Lita sangat marah hingga dia akhirnya menampar Rena.
Tentu saja Rena kurang siap dan akhirnya berhasil ditampar meski sebenarnya dia sudah sedikit menghindar. Kuku palsu yang dipakai Lita bahkan berhasil menggores wajahnya. Ia juga marah. Wanita penipu ini, selain jahat tapi juga berpura-pura suci!
Pada saat yang sama, Yuki mengajak Nobu dan Mirain berbelanja. Baru saja berjalan menuju toko yang diinginkan, ketiganya terkejut dengan adegan Lita memergoki perselingkuhan Hayler bersama wanita seksi yang sangat cantik.
Yuki sendiri bahkan terkejut.
Namun saat ini, Lita tidak memperhatikan kedatangan ketiganya. Ia hanya terfokus pada Rena dan Hayler.
“Hayler, apakah dia yang membuatmu jarang pulang selama ini? Kamu bahkan berani membawanya ke sini daripada menemani aku dan Hayrus?” Lita mencoba menahan suaranya agar tidak terdengar menyebalkan. Lagi pula, Hayler paling tidak suka dengan keadaan seperti itu.
Hayler sendiri tidak terkejut. “Kenapa kamu di sini?”
“Tentu saja aku sedang jalan-jalan dengan teman-temanku. Lalu apa yang kamu lakukan di sini? apakah ini klien yang kamu maksud? Bagaimana bisa kalian begitu mesra?”
Tatapan Lita pada Rena sama sekali tidak ramah. Ada beberapa pengunjung yang menonton kegembiraan saat ini. Termasuk Yuki. Kali ini, Yuki bermaksud untuk menyulut api lebih jauh lagi.
“Oh, Lita, lama tak berjumpa. Kenapa kamu marah-marah di sini? Bukankah kamu harusnya sudah terbiasa dengan adegan seperti ini. Lagi pula, kamu dulu juga berada di posisi wanita itu,” jelasnya. Nobu dan Mirain juga terkekeh, mengejeknya.
“Mantan selingkuhan meneriaki selingkuhan suaminya sendiri. Ini menarik,” ejek Nobu.