
Hayler tak perlu mendapatkan persetujuan Rena. Ia tentu saja segera membawa Lita pulang. Dia sangat marah hingga wajahnya terlihat galak. Tak ada yang berani menghalangi jalannya. Semua orang langsung menyingkir.
"Hayler! Lepaskan! Kamu belum menjelaskan tentang wanita itu!" Lita tidak ingin pergi begitu saja. Dia belum meneriaki Rena, wanita genit yang merayu suaminya.
Tapi Hayler tidak peduli. Dia membawa Lita masuk mobil dan kembali ke rumah dengan hawa dingin di sekujur tubuhnya.
Setibanya di rumah, Hayler jelas tidak sebaik sebelumnya. Dia mengempaskan wanita itu ke lantai ruang utama tanpa ampun.
"Sudah kubilang, jangan ikut campur urusanku!! Kamu sepertinya terlalu sombong akhir-akhir ini! Tidak bisakah kamu diam di rumah dan menjadi nyonya muda Johnson Del dengan patuh? Kamu hanya perlu membesarkan Hayrus dengan benar. Apakah begitu sulit? Jika bukan karena anak yang kamu lahirkan, apakah aku akan membiarkanmu masuk ke rumah ini?"
Hayler sangat marah hingga dia benar-benar ingin menampar wanita ini sampai mati. Berani menganggap si kembar sebagai anak liar. Anak liar itu adalah miliknya. Bukankah dia sendiri adalah ayah liar dan baj*ngan?
Semua perkataan Hayler seperti guntur di kepala Lita. Ia hanya tahu jika Hayler menikahinya karena anak di perutnya. Membiarkan anak itu lahir sehingga bisa mewarisi posisi kursi presiden di perusahaan.
Tapi Lita tidak tahu jika Hayler akan begitu kejam. Apakah selama ini Hayler menganggapnya sebagai ibu yang membesarkan seorang anak? Dia sendiri bersenang-senang dengan wanita itu?
Ia bukan pengasuh! Ia adalah nyonya muda Johnson Del. Ia juga berhak untuk menanyai suaminya. Lita mencoba untuk bangun dan kembali bertengkar dengan Hayler perihal perselingkuhan tadi. Para pelayan tak bisa berbuat apa-apa. Hanya berpura-pura tidak tahu.
Sejak lama, ini pertama kalinya tuan mereka marah pada nyonya. Pertengkaran itu semakin parah hingga akhirnya Hayler menamparnya.
“Lita, sudah cukup! Jangan berpikir aku tidak tahu jika kamu sering keluyuran selama ini bersama pria lain!” Hayler tidak tahan lagi dan merobek lapisan kelembutan terakhir.
Lita tertegun setelah ditampar. Tidak memedulikan rasa panas dan perih di pipinya, telinganya berdengung. Apakah selama ini Hayler tahu tentang kebiasaannya di luar selama pria itu tak ada di rumah?
“Apa … apa yang kamu katakan?” Lita masih bertanya untuk memastikan.
Namun Hayler hanya menatapnya dengan ekspresi dingin, seolah-olah telah Melucuti semua pertahanan di tubuh Lita. Wanita itu sedikit takut di hatinya. Apa yang diketahui Hayler selama ini? Apa yang dia tahu? Apakah dia juga tahu hubungannya dengan Rodney?
Tapi jika Hayler tahu, Rodney tidak akan dengan mudah diterima di perusahaan Delton Corp.
“Bu … Ayah …” Suara Hayrus terdengar dari anak tangga.
Keduanya menoleh dan mendapati anak itu berdiri di sana dengan sedikit takut. Sepertinya mendengar pertengkaran keduanya tadi. Hayler tetap tidak bergerak, memandangi anak itu yang sedikit mirip dengan Rodney. Terutama matanya.
Jika anak ini semakin besar, perubahannya akan semakin terlihat. Hayler yakin jika Lita tak akan bisa menahan diri lebih lama lagi.
“Sayang … kenapa kamu turun? Kembalilah ke kamar, Ibu akan menemani bermain nanti,” kata Lita bicara lembut pada putranya.
Hayrus sedikit takut ketika melihat tatapan ayahnya. Dia dengan cepat kembali ke kamar. Ini pertama kalinya anak itu melihat ayahnya yang marah dan menatapnya seperti orang asing.
Sementara Hayler langsung meninggalkan rumah. Lita mengejarnya dan berteriak.
“Kamu mau pergi ke mana? Apakah kamu akan menemukan wanita itu lagi?!!”
“Aku sibuk dan tidak ada waktu mengurus wanita! Lebih baik kamu tetap di rumah!” Hayler memperingatinya.
Lita terdiam dan mau tidak mau menutup mulutnya. Menyaksikan pria itu pergi, dia sangat kesal. Ada jejak kekejaman di matanya. Hayler … jangan salahkan aku di masa depan!
Awalnya Lita lebih suka hidup dengan Hayler daripada dengan Rodney. Namun ia tidak bisa melihat suaminya selingkuh begitu saja. Dia lebih suka bersama Rodney. Bahkan jika kejam, pria itu tak akan meninggalkannya.
Setelah bertengkar di Mall, Yuki pergi ke kafe bersama Nobu dan Mirain. Daleon sendiri sudah kembali bekerja sehingga tidak ada waktu menemani mereka. Suasana hati Yuki masih buruk saat ini. Ia tidak menyangka, pertemuannya dengan Lita akan membuat pertengkaran. Wanita itu sama sekali tidak berubah. Bahkan menjadi lebih buruk.
Hari sudah malam dan mereka hanya bisa pergi ke restoran untuk makan malam. Namun sebelum memasuki restoran, ponsel Yuki berdering.
“Siapa yang meneleponmu?” tanya Nobu.
“Ini Hayler,” jawabnya lemah.
“Kalau begitu Bicaralah. Apa yang ingin dia katakan,” kata Mirain.
Yuki ragu sejenak sebelum akhirnya menerima panggilan telepon Hayler. Keduanya bicara sebentar sebelum akhirnya Yuki mengakhiri panggilan.
“Maaf, sepertinya aku harus pulang sekarang. Dia ada di rumah ku bersama si kembar.”
Mirain dan Nobu tak bisa menahan Yuki. Lagi pula, lebih baik menjelaskan kejadian tadi agar semuanya kembali normal. Mirain juga sedang hamil saat ini sehingga tidak bisa kelelahan. Akhirnya mereka tidak jadi makan dan pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah, Yuki melihat Hayler sedang memasak di dapur. Shirley duduk di meja makan sambil makan pudding sedangkan Valley membantu Hayler mencuci sayuran. Karena tubuhnya yang pendek, Valley naik kursi untuk bisa menjangkau wastafel.
“Ibu sudah pulang!” Shirley melihat Yuki berdiri di ambang pintu dapur.
“Ya, Ibu pulang.” Yuki mengkhawatirkan kondisi Shirley saat ini. “Apakah Shirley merasa lelah hari ini?”
Gadis kecil itu menggelengkan kepala. “Tidak. Shirley tidur siang tadi.”
“Anak baik.” Yuki mengecup kepala putrinya.
Hayler sedang membuat sayur sop saat ini dan melihat Yuki bergaul dengan anak itu. “Kejadian tadi, aku minta maaf. Aku tidak tahu jika kamu akan muncul di sana.”
Yuki menatapnya datar. “Apakah wanita yang kamu bawa juga seorang mitra?” tanyanya
“Ya, namanya Rena. Dia suka dengan wanita. Hati-hati saat bertemu dengannya di masa depan.”
Walaupun Yuki menebak jika Hayler hanya berakting dengan wanita seksi itu, ia masih cukup terkejut karena Rena ternyata suka dengan sesamanya sendiri. Ini … agak canggung.
Valley baru saja selesai mencuci sayuran dan Hayler mengambil alih, memotong semua sayuran itu lalu menunggu ayam rebusnya agak matang sebelum memasukkannya bersama.
“Ibu, kakek dan nenek pergi untuk bisnis dan akan kembali besok.”
“Kapan?” tanya Yuki.
Sebelum Valley menjawab, Hayler mendahului. “Keduanya pergi saat aku datang ke sini untuk mencarimu. Awalnya mereka akan pergi besok setelah kamu kembali malam ini. Namun karena aku datang, si kecil dititipkan padaku.”
“Maaf, merepotkanmu.” Yuki merasa tidak enak.
“Tidak masalah. Toh, aku tidak akan pulang malam ini.”
Shirley dan Valley senang karena ayah mereka akan tidur di sini. Shirley ingin tidur dengan ayahnya dan langsung disetujui oleh Hayler. Tempat tidur Yuki besar sehingga keempatnya bisa tidur bersama nanti.