
Shirley menggelengkan kepala. “Shirley hanya lelah setelah bermain di taman.”
Mendengar ini, Yuki merasa tidak nyaman di hatinya. “Istirahatlah, jangan terlalu lelah. jika Shirley jatuh sakit, ibu akan sedih di masa depan.”
“Bu, aku baik-baik saja. Aku mengantuk.”
Yuki tersenyum lembut dan mengusap kepalanya dengan lembut. Dia melihat ibunya datang dengan ekspresi serius. Namun karena ada seorang anak di sekitar, keduanya tidak langsung bicara.
Karena Shirley berkata ingin tidur, Yuki membiarkannya pergi ke kamar untuk istirahat. Yuki yang saat ini kakinya masih tidak nyaman untuk bergerak, hanya membiarkan seorang pelayan kepercayaan untuk menidurkan si kecil.
Setelah situasi sepi, Yuki akhirnya melihat ibunya. "Bu, apakah ada sesuatu yang ingin dikatakan padaku?"
Nyonya Elisa menghela napas panjang. "Apakah kamu sudah melihat berita terkait pria itu?"
Yang dimaksud Nyonya Elisa tentu saja tentang Hayler, pria yang telah mengecewakan putrinya. Sudah cukup lam semenjak si kembar lahir dan tumbuh, pria itu datang lagi mengganggu hidup putrinya.
Bagaimana mungkin Nyonya Elisa tidak kesal?
Tapi karena Hayler memiliki masalah rumit terkait pernikahannya dengan Lita, sengaja seorang ibu, Nyonya Elisa tidak ingin ikut campur terlalu jauh.
Yuki mengangguk. "Ya. Hayler mengirim pesan jika dalam periode dekat, dia akan disibukkan dengan banyak hal."
Tentu saja juga memberikan penjelasan tentang hubungan keduanya saat ini.
Yuki sebenarnya tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan Hayler setelah perceraian tahun itu. Tapi kedatangan pria itu lagi dan lagi—belum lagi penjelasan yang menggoyahkan hatinya, membuat Yuki sedikit bingung.
Sebenarnya rahasia apa yang dimiliki Hayler, mantan suami yang dulu sangat bersikeras bercerai dengannya hanya karena masalah tidak punya anak?
"Bu, apakah menurutmu, Hayler adalah pria yang menginginkan posisi di perusahaan?" tanyanya santai.
Nyonya Elisa mengerutkan kening. Dia duduk di seberang Yuki dengan posisi elegan.
Meski ia tidak menyukai mantan menantu itu, bukan berarti dia berpikiran sempit.
"Setahu aku dan ayahmu, dia bukan orang seperti itu. Kalian berdua memang melakukan pernikahan bisnis dan tidak banyak orang yang tahu, tapi Hayler bukan tipe pria yang menginginkan posisi CEO begitu cepat. Tapi bukankah karena desakan ibunya agar kalian punya anak sebelumnya, membuat dia berselingkuh?"
Nyonya Elisa mencibir diam-diam. "Semua pria itu sama. Ketika mereka kesal dengan urusan rumah, mereka akan mencari pelampiasan di luar."
Yuki terdiam. Kali ini, tidak tahu apa yang ada di pikirannya.
Ponselnya berdering, beberapa pesan dari **Nobu** dan ****Mirain**** di grup tiga orang masuk. Yuki membaca isi pesan dari keduanya sambil mendengarkan omelan ibunya.
^^^Nobu: My Bestie, sudahkah kamu melihat berita terbaru tentang mantan suami dan sl*t itu? ^^^
^^^Nobu: Cepat periksa Twitter, foto-foto anak wanita itu bocor. Orang-orang banyak berdebat.^^^
Dan bla bla bla ....
Mirain: Bisakah kamu memberiku kesempatan untuk membaca pesan dengan baik. Seberapa cepat kamu mengetik?
^^^Nobu: Oh, ini pesan suara yang secara otomatis menjadi tulisan. ^^^
Mirain: Mulut bebek.
Mirain: (눈‸눈) Kamu sangat narsis!
Dan begitulah seterusnya ....
Yuki membaca satu persatu pesan mereka. Tidak penting sama sekali, keduanya mulai bertengkar dan akhirnya kembali ke topik setelah Mirain mengakui kekalahannya dalam berdebat dengan Nobu.
^^^Nobu: Serius, ini tentang anak Lita. Orang-orang percaya jika Hayrus tidak mirip dengan Hayler. Betapa indahnya lelucon itu. Aku merasa anaknya terlalu jelek.^^^
Mirain: Ya, bagaimana benih yang bagus akan melahirkan bibit yang jelek?
Pesan Mirain agak tidak baik. Ini menandakan dia kesal.
Yuki menaikkan sebelah alisnya ketika membaca pesan itu. Setelah Nyonya Elisa selesai memberikan banyak kata pada Yuki, dia kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Kemudian Yuki mulai fokus berkirim balasan pesan dengan keduanya. Ia mengecek Twitter, melihat postingan yang tampaknya disengaja ada.
Melihat foto Hayrus yang dibandingkan dengan Hayler, memang rasanya ... tidak ada kemiripan sama sekali. Orang-orang di internet mulai gila dan berdebat satu sama lain. Segala jenis hal dijelaskan secara medis dan keturunan terdahulu.
Sudut mulut Yuki sedikit berkedut. Meski dia tahu ada anak yang berkulit lebih gelap dibandingkan orangtuanya karena masalah gen keluarga terdahulu, apakah anak yang tidak mirip juga sama?
Mungkin saja Hayrus mirip dengan salah satu anggota keluarga kedua belah pihak bukan?
Tapi ... Hayrus dan Hayler benar-benar terlalu mudah untuk dibedakan. Tak ada kemiripan sama sekali jika diputar berulang kali.
"Siapa yang menyebarkan foto-foto ini? Jika Hayler tahu, harusnya dia segera bertindak. Lagi pula, foto-fotonya sendiri tak pernah terlihat di mata publik," gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah Hayler membereskan masalah kedua wanita yang bertengkar, ia akhirnya menyendiri di kantornya.
Lita pulang dengan keadaan marah bahkan wajahnya pucat. Ia mencoba untuk menghubungi Rodney setelah tiba di rumah. Foto-foto Hayrus harus segera dihapus dari internet. Jika tidak .... konsekuensinya tidak terbayangkan.
Siapa tahu ketika panggilan terhubung, Rodney memintanya untuk menyelesaikan misi secepat mungkin.
Ini membuat Lita sangat marah hingga tak ada pilihan lain untuk tetap menjadi istri Hayler dengan santai. Ia sudah menikmati posisi nyonya muda yang luar biasa. Tapi kenapa harus ada anak yang bukan milik keluarga Hayler.
Jika Hayrus benar-benar darah daging Hayler sejak awal, ia setidaknya bisa mempertahankan segalanya tanpa ada hambatan. Sekarang, Rodney mengancamnya lagi dan lagi.
Jika harus mengalami kecelakaan ....
Lita menggelengkan kepalanya. "Apa yang aku pikirkan. Di anakku sendiri," gumamnya.
Dia tidak sekejam itu untuk membunuh darah dagingnya sendiri.
Dia menghubungi Rodney lagi dan langsung berkata setelah panggilan terhubung.
"Beri aku waktu yang cukup untuk melakukannya. Kirim dokumennya padaku dan akan ku selesaikan!"
Setelah itu, dia mengakhiri panggilan secara sepihak. Ia tidak peduli dengan kemarahan Rodney saat ini.
Sekarang bukan waktunya untuk mengurus perasaan yang kacau tapi segera menenangkan keadaan di internet.