Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Sebenarnya Punya Cucu Lain



Tuan Johnson Del saat ini berpikiran liar. Mungkinkah putranya tertekan selama menikah dengan Lita dan memiliki anak perempuan di luar sana?


Ia secara otomatis bertanya tentang suara anak itu. Hayler tidak menyembunyikannya. Namun tidak menjelaskan lebih jauh tentang Shirley dan Valley saat ini. Mari bicarakan saja saat kembali ke rumah. Tapi masalah ini harus disembunyikan dari ibunya atau siapapun itu.


Tuan Johnson Del secara alami tahu ini dan memiliki pemahaman sesama pria. Setelah percakapan berakhir, Hayler menutup telepon.


"Ayah bicara dengan kakekmu. Cepat, tidur kembali." Hayler menemukan si kecil untuk kembali berbaring.


"Kakek? Apakah itu ayahnya ayah?"


"Ya, ini ayahku. Kamu akan bertemu dengan kakek di masa depan."


Shirley juga ingin tahu seperti apa kakek pihak ayahnya itu. Tapi dia juga tahu bahwa tidak ada gunanya juga penasaran sekarang. Jadi Shirley memilih untuk tidur kembali karena hari masih terlalu pagi.


Ketika bangun, hari sudah agak siang. Yuki bangun lebih awal, diikuti oleh Hayler dan anak-anak. Namun Hayler tak tinggal lama dan dia pulang ke rumah orangtuanya karena suatu hal.


Saat Hayler tiba di sana, Tuan Johnson Del sudah menunggunya. Keduanya pergi ke ruang belajar untuk membahas sesuatu yang penting.


"Katakan, siapa anak perempuan yang ada di telepon sebelumnya?" tanya Tuan Johnson Del.


Hayler terdiam untuk sementara waktu lalu mengerutkan kening. "Ini anakku."


"Aku tahu. Namun, wanita mana yang melahirkan anakmu?"


"Ini tentu saja Yuki."


Sempat hening untuk waktu yang lama, Tuan Johnson Del mendedah kasar. Ia sudah melihat kedua anak Yuki sebelumnya dan menyadari sesuatu. Namun tidak menyangka jika faktanya memang benar.


Ini masih anak putranya. Anak-anak Yuki sudah besar sekarang, hampir seusia dengan Hayrus. Itu artinya, Yuki hamil di tahun yang sama dengan Lita.


Hayler hanya cerita jika Yuki juga hamil saat bercerai dengannya. Jadi karena itulah kenapa anaknya hampir seusia dengan Hayrus.


"Karena dia melahirkan anakmu ... tahun itu kamu harusnya tidak bercerai bukan?" tanya Tuan Johnson Del ragu-ragu.


Namun Hayler menggelengkan kepala. "Aku masih harus bercerai dengannya juga. Tak akan ada yang berubah."


"Kamu— Nak!" Tuan Johnson Del merasa jika putranya teflalu keras kepala. "Apakah karena ibumu lagi?"


"Salah satunya, dan yang lainnya bukan."


"Karena di kembar adalah cucuku, lain kali akan bertemu dengan mereka secara langsung. Kali ini kamu bertengkar dengan Lita. Dia mengadu pada ibumu. Bersiaplah untuk dimarahi nanti."


Hayler tidak menjawab. Ia sudah terbiasa diceramahi oleh ibunya yang kadang terlihat seperti baik-baik saja. Kadang terdengar seperti orang gila.


Masalah Shirley dan Valley belum bocor ke dunia luar. Bahkan Lita dan Rodney belum menyadari jika keduanya adalah anak Hayler.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuki tidak bekerja di hari libur dan memanfaatkan waktu untuk bersama kedua anaknya di rumah. Orangtuanya sedang melakukan perjalanan bisnis. Tidak tahu kapan akan kembali.


Namun hari ini, Yuki merasa jauh lebih santai. Dia juga menelepon Mirain dan menanyakan kondisinya saat ini. Ternyata orangtuanya sudah tahu tentang kehamilannya dan akan segera bertunangan dengan Brim.


Adegan ini terlalu cepat hingga Yuki sendiri terkejut. Keluarga Brim setuju untuk masalah ini. Tampaknya karena oramgtua Brim khawatir dengan putranya yang sama sekali belum menikah dan memiliki anak.


Sekarang ada wanita yang dihamili putranya, tidak masalah apakah keluarga berada atau tidak, yang penting anak itu tidak pergi.


Ponselnya berdering dan nama Hayler tertera di layar. Ia tidak tahu untuk menerima panggilan teleponnya.


"Ada apa?" tanyanya.


"Georgie sudah tiba. Datanglah ke rumah sakit untuk bertemu dengannya. Jangan khawatir, aku sudah menyapanya lebih dulu sehingga kamu bisa langsung pergi membawa Shirley," jelasnya serius dan sedikit lebih santai.


"Begitu, terima kasih untuk ini."


"Maaf, aku tak bisa menemanimu. Lita masih meminta seseorang untuk mengawasiku hari ini."


"Tidak masalah. Aku baik-baik saja. Kalau begitu aku tutup telepon dulu." Yuki memutuskan panggilan lebih dulu dan segera membawa Shirley ke rumah terkait yang dikatakan oleh Hayler.


Sesampainya di rumah sakit, Yuki membawa Shirley untuk check up. Kondisi Shirley belum memburuk saat ini. Alangkah lebih baik jika dirawat lebih awal.


"Kondisinya tidak buruk tapi selama menjalani perawatan yang baik, semuanya akan berjalan lancar. Masalah sembuh atau tidak, ini tergantung."


Georgie melihat hasil laporan yang dijalani oleh Shirley sebelumnya. Kondisinya memang tidak separah yang dibayangkan namun cukup rentan.


"Namun jangan khawatir, di bawah perawatanku, semuanya akan baik-baik saja. Ingatlah untuk datang setiap seminggu sekali untuk melakukan pemeriksaan ringan."


Georgie menulis semua yang diperlukan dan menyerahkannya pada Yuki. "Ikuti aturan yang ada di catatan sehingga menjamin putrimu bisa bermain cukup lama di luar."


Yuki tersenyum lega. Entah kenapa, dia merasa jika Georgie mampu merawat penyakit putrinya dengan baik. Setelah meninggalkan rumah sakit, Yuki membawa kedua anaknya untuk bemain sebentar.


Tanpa diduga, mereka akan bertemu dengan Tuan Johnson Del. Awalnya Yuki tidak mau menyapanya. Tapi karena pihak lain menyapa dengan senyuman hangat.


"Yuki, Hayler sudah cerita tentang masalah kedua anak itu. Paman benar-benar minta maaf untuk perilakunya di masa lalu." Tuan Johnson Del dan Yuki bicara di sebuah kafe tak jauh dari keberadaan rumah sakit.


"Tidak apa-apa. Ini masa lalu. Toh, semuanya baik-baik saja sekarang." Yuki menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak ingin mengingat masalah ini.


Tuan Johnson Del menggoda kedua anak itu dan mengusap kepala keduanya. Mereka benar-benar lucu. Lebih lucu daripada Hayrus yang terlihat nakal.


"Anak-anak, panggil Kakek," katanya pada keduanya.


Shirley menatap Tuan Johnson Del dengan bingung. "Kakek ini ... Kakek ini mirip dengan ayah," gumamnya.


Tanpa diduga, Tuan Johnson Del tertawa ringan dan menganggapnya lucu. "Benar. Sehingga Shirley bisa memanggilku, Kakek."


Kedua anak itu telah diajari oleh Yuki tentang menghormati satu sama lain. Jadi saat ini, Shirley dan Valley juga sopan dengan Tuan Johnson Del.


"Tahun ini telah banyak yang berubah. Bagaimana kabarmu selama tinggal di negara J? Kudengar kamu dekat dengan pewaris dari keluarga Haltes." Tuan Johnson Del adalah seorang pengusaha sehingga tahu tentang masalah ini.


"Semuanya masih hampir sama seperti sebelumnya. Kecuali suasana rumah yang kini berbeda."


"Jika kamu tidak bercerai dengan Hayler, itu sangat bagus pada awalnya. Siapa tahu jika istriku akan berbuat demikian. Namun kamu dapat yakin. Aku akan pastikan jika istriku tidak akan datang lagi padamu untuk menuduh," jelasnya.


"Paman, sebenarnya ... Apakah paman menyukai ibuku dulu?" tanya Yuki sangat penasaran.


Karena alasan kenapa Nyonya Luffs membuatnya menderita pasti ada hubungannya dengan Tuan Johnson Del.


Pria itu meminum kopinya dan mengangguk. "Sayangnya baik aku maupun ibumu memiliki takdirnya masing-masing. Namun istriku terlalu paranoid sehingga aku sendiri lengah."