
Memang pada saat pesta ulang tahun selesai, Rodney mengantar Lita dan Hayrus. Tapi tidak kembali ke rumah, melainkan pergi ke sebuah vila yang disewa oleh Rodney.
Hayrus sudah lelah dan mengantuk sehingga tidak peduli di mana pun tidur. Dia berada di gendongan Rodney dan memejamkan matanya yang lelah. Anak-anak memiliki waktu terjaga yang singkat dan harus tidur lebih awal setiap malam.
"Aku akan membawanya ke kamar sebelah. Kamu tunggu di kamar," kata Rodney.
Lita mengangguk. Dia juga lelah dan ingin istirahat malam ini. Namun harusnya mustahil. Rodney tidak membawanya pulang tentu saja pasti ingin menyentuhnya malam ini.
Setelah memastikan jika Hayrus tidur nyenyak, Rodney dan Lita akhirnya memiliki waktu berduaan. Keduanya begitu panas di tempat tidur hingga suara erangan dari waktu ke waktu tampak tidak terkendali.
"Rasanya masih sama seperti dulu. Kamu memang tahu cara menyenangkanku," jelasnya.
Keduanya tidak tahu jika ada kamera tersembunyi dengan megapiksel yang tinggi sedang merekam diam-diam dari luar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di hotel kamar private VIP, Hayler dan Steven mengamati semuanya. Dari awal hingga akhir, membuat darah keduanya mendidih. Hayler kurang senang. Bukan karena Lita bersama Rodney menggulung selimut bersama tapi adegan ini tak layak ditonton.
Ia menatap Steven yang masih antusias. "Kamu sepertinya sangat menikmati ini?"
"Tentu saja. Adegan langsung lebih memuaskan. Tidak ada efek tambahan atau akting."
Hayler malas mengobrol dengannya. Dia duduk di sofa dan mengecek pesan masuk beberapa waktu yang lalu. Yuki mengiriminya pesan tentang ulang Hayrus malam ini. Ia bisa memastikan jika wsnita itu cemburu bukan?
Memikirkan adegan Lita dan Rodney yang begitu intens, bisakah dia memilikinya juga dengan Yuki malam ini? Jujur saja, Hayler bukan pria murni yang acuh tak acuh ketika mengalami situasi seperti itu. Tapi dia tidak mau menyalurkannya pada wanita yang salah.
Jika ada, itu hanya bisa menjadi Yuki. Keduanya sepakat untuk bertemu di bar.
"Aku akan pergi dulu. Pinjam mobilmu," katanya.
"Kemana kamu akan pergi jam segini? Sudah pukul sepuluh malam." Steven mengerutkan kening.
"Berkumpulah dengan mantan istri."
Hayler menekan kata 'mantan' dengan penuh makna. Steven tersenyum masam. Pria itu juga sepertinya akan memiliki malam yang indah saat ini. Masih berpura-pura tenang di depannya.
Kunci mobil diberikan Steven pada Hayler. "Pergilah dan ingat untuk kembali besok pagi."
"Ya." Hayler tidak peduli dan akhirnya pergi.
Hayler dan Yuki bertemu di bar yang telah dijanjikan. Tentu saja untuk menghindari kecurigaan, keduanya tidak melakukan pertemuan apapun di luar.
Bagi orang lain, Hayler datang sendiri untuk bersenang-senang. Sedangkan Yuki tak ada yang mengenalinya di sana. Jadi aman-aman saja.
"Kenapa kamu ingin bertemu denganku malam ini? Pesta ulang tahun putramu sudus selesai?" Yuki tersenyum ketika melihat Hayler duduk di kursi bar. Dia juga menuangkan anggur mahal ke gelasnya sendiri.
Bartender menawarkan beberapa anggur berkualitas terbaik pada keduanya. Yuki jarang minum jadi menolaknya.
Hayler sudah minum dua gelas ketika wanita itu belum datang. Ketika mendengar suaranya, ia menuangkan anggur lagi.
"Baru saja selesai. Aku berkumpul dengan Steven lebih dulu sebelum datang ke sini," jelasnya setengah mabuk.
"Steven? Di hari ulang tahun putramu, kenapa kamu malah berkumpul dengan Steven alih-alih keluarga kecilmu?" Yuki sedikit menyindir.
Kali ini tidak sepeda sebelumnya yang penuh kecemburuan dan ketidakmauan. Dulu dia mencintai pria ini, begitu pula sekarang. Cinta dan benci saling berdampingan. Namun Yuki tak bisa membencinya lagi dan lagi.
Hayler bercerai dengannya dan menikahi Lita. Katakanlah itu adalah konspirasi mantan suaminya sendiri semenjak membawa Kita ke rumah hanya untuk sesuatu. Kenapa harus bercerai? Tidak bisakah menyelesaikannya tanpa harus bercerai?
Fakta bahwa Hayler selingkuh saat itu benar. Hayler hanya mengatakan jika rencana rahasianya dengan Steven dimulai terhitung saat membawa Lita ke rumah. Itu artinya sebelum membawanya ke rumah, Hayler memang berselingkuh.
Yuki tak bisa melupakan fakta jika Hayler memang menginginkan seorang anak saat itu demi mewarisi perusahaan.
Hayler menyesap anggurnya lagi dan dia merasa mulai gerah hingga akhirnya membuka dua kancing kemeja atasnya.
"Lita bersama kekasihnya saat ini. Mereka masih begitu mesra di vila. Aku melihatnya berkumpul dengan pria lain di tempat tidur. Apakah aku harus bahagia?" Hayler sengaja ingin menggodanya.
Wanita itu mengerutkan kening. "Aku merasa puas dengan kondisi kalian berdua yang saling selingkuh menyelingkuhi. Yang harusnya senang itu aku, bukan?"
"Tidak, aku sudah tahu ini sejak lama." Hayler tertawa mengejek dirinya sendiri. Dia benar-benar mabuk sekarang. "Aku hanya ingin mengakhirinya dengan cepat. Tapi Steven sangat bertele-tele ketika bekerja."
"Apakah kamu mengundangku hanya untuk mendengarkanmu mencurahkan isi hati?" Yuki sedikit tidak sabar.
Kenapa dia harus membiarkan pria itu membahas Lita di sini? Jika ingin menyebarkan cinta, jangan didatangi padanya. Bukankah ini sama saja dengan menusuk sarang lebah yang sudah lama tenang?
Tapi siapa tahu, Hayler tiba-tiba saja meraih pinggang wanita itu dan berbisik padanya. "Aku merindukanmu. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku tidak peduli dengan Lita sama sekali."
"Kamu—" Yuki tidak tahu harus berkata apa saat jarak keduanya terlalu dekat.
Bar memiliki pencahayaan temaram, sangat seksi dan romantis. Menambahkan kesan kuno yang tak pernah pudar dari sejarah. Sehingga ketika keduanya dalam posisi yang cukup ambigu, tidak banyak pengunjung bar yang memperhatikan. Bagi mereka, normal untuk saling menggoda.
Hayler memanfaatkan ekspresi linglung Yuki dengan mencium bibirnya. Dia sudah lama ingin merasakan ini, mengisi kembali energi tubuhnya yang tampak telah dilubangi.
"Yuki, kamu selalu membuatku kecanduan. Aku sudah lama merindukanmu. Enam tahun, ini bukan waktu yang singkat bagiku." Hayler berbisik.
Tiba-tiba saja pria itu mengajak Yuki meninggalkan bar dan pergi ke suatu tempat yang tenang. Dia masih ingat adegan panas Lita dan Rodney yang tak sengaja dilihatnya. Ini membuat tubuhnya panas dari kepala hingga kaki.
Sudah terlambat untuk memesan hotel untuk menginap. Dia hanya bisa menahan diri hingga tiba di apartemen milik Brim. Hayler sudah meminta izin pada Brim dan membuka pintu apartemen dengan kata sandi.
"Hayler, kamu membawaku ke sini seperti sedang mengajak selingkuhan untuk tidur," ucap Yuki sedikit tidak nyaman.
Hayler tidak peduli. Setalah menutup pintu dan menguncinya, dia mencium wanita itu kembali dengan penuh gairah.
Ini apartemen yang disewa Brim, bersih dan rapi karena jarang ditempati. Jadi Hayler tidak akan sungkan untuk memakainya.
Setelah cukup menanti bibir, Hayler menyentuh wajahnya yang cantik. "Kamu bukan selingkuhanku, ingat itu," bisiknya meyakinkan.
Yuki mengerutkan kening. Kata-kata manis pria sungguh tak bisa dipercaya. "Si kembar akan berulang tahun tak lama lagi. Maukah kamu datang?"
"Tentu saja, jangan khawatir, aku pasti akan datang." Hayler menantikan ulang tahun si kembar untuk pertama kalinya. Meski tidak akan muncul sebagai seorang ayah, setidaknya si kembar akan senang bukan?