Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Menebar Jaring dan Menangkap Ikan



Masalah berita tentang foto Hayler dan Yuki yang berselingkuh di internet belum reda selama seminggu lamanya. Pada saat itu juga, Yuki tidak keluar rumah setelah memastikan jika beberapa reporter mondar-mandir di sekitar wilayah kediamannya.


Sementara itu, Hayler sibuk dengan perusahaan nya. Lebih tepatnya, berpura-pura memiliki kerja sama dengan keluarga Heart dan beberapa kali bertemu dengan Steven.


Di kantor perusahaan, Hayler merokok sedangkan Steven minum anggur merahnya.


"Bagaimana? Bukankah ini bagus?" Steven tersenyum santai. Ia sepertinya sudah menebak segalanya ketika berita perselingkuhan Hayler dan Yuki diposting.


"Aku hanya khawatir ini akan berdampak pada perusahaan Sconava." Hayler sedikit gelisah.


"Jangan khawatir, bahkan jika para pemegang saham dan investor mereka gelisah, aku jamin saham perusahaan nya tidak akan jatuh." Steven mengerutkan kening. "Kamu harus berterima kasih padaku tentang ini. Jangan lupa, aku juga memiliki kerja sama dengan perusahaan itu. Dengan aku di sana, bagaimana mungkin mereka berani untuk membuat masalah?"


Memang benar jika keluarga Heart memiliki kerja sama dengan keluarga Sconava. Mengingat hubungan keluarga, mereka bisa dikatakan sangat dekat.


"Jangan khawatir tentang ini. Kita telah berjuang selama bertahun-tahun, jangan membuat sedikit kesalahan. Kali ini aku tidak akan membuat keluarga Sconava mengalami kerugian seperti tahun itu."


Steven bukan orang jahat. Tapi terkadang demi misi organisasi, dia harus melakukan sesuatu yang tak diinginkan.


"Apakah sisi Lita sudah bergerak?" tanyanya.


"Sepertinya wanita itu masih ragu." Hayler mengerutkan kening. Ia sengaja pulang selama ini untuk menciptakan peluang bagi Lita.


Walaupun mereka sesekali bertengkar setelah Hayler dan Yuki memang selingkuh, Kita tidak mengambil inisiatif untuk mendorongnya lebih jauh.


Tampaknya wanita itu sengaja ingin membuat reputasi Yuki hancur karena selingkuh dengan pria beristri. Menciptakan Lita menjadi korban.


Ini membuat Hayler sangat marah.


Mereka juga telah memperhatikan Rodney selama ini, baik disengaja maupun tidak disengaja.


Hebatnya, Rodney memiliki kecakapan untuk berbaur dengan cepat. Bukan hanya berteman dengan beberapa orang penting perusahaan tapi juga meyakinkan mereka.


Setelah dokumen perencanaan yang dijual Roberto pada Rodney diserahkan pada perusahaan real estate, situasi nya masih baik-baik saja. Belum waktunya untuk mengekspos mereka.


"Dia harusnya sudah memiliki sesuatu yang bisa membuatku menandatangani kepemilikan. Aku tidak percaya jika dia belum bergerak dalam waktu dekat," jelas Hayler kesal.


Steven sedikit cemberut. "Rodney bukan orang yang sabar. Dia tidak akan membiarkan Lita bersantai terlalu lama."


Kemudian ponsel Steven berdering. Ia melihat berita yang dikirim oleh bawahannya. Lalu menatap Hayler dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Rancangan yang dijual Roberto pada Rodney kini bermasalah. Perusahaan real estate yang sedang mengembangkan proyek sedang diselidiki saat ini."


Ketika mengatakan ini, Steven sedikit mengerutkan kening.


"Masalahnya, pihak lain yang menyelidiki bukan orang-orang ku. Ini dari negara J."


Steven menggelengkan kepala. "Setidaknya itu bukan musuh kita. Anak buahku akan mengirimkan informasi lebih lanjut mengenai pihak lain."


Tak butuh lama bagi anak buah Steven untuk mencari tahu. Tapi masih dalam tahap awal. Mereka hanya mengungkap jika pihak lain berasal dari keluarga Haltes.


"Keluarga Haltes adalah asli penduduk negara A. Bagaimana bisa mereka berdomisili di negara J?" Steven merasa heran. "Bukankah tuan muda keluarga itu berprofesi sebagai dokter kandungan?"


"Ya," jawab Hayler mengangguk malas. "Dia juga ayah angkat si kembar," imbuhnya dengan ekspresi tidak senang.


"Apa hubungannya keluarga Haltes dengan beberapa perusahaan di ibu kota? Tampaknya mereka sedang bersih-bersih."


Steven membuat tebakan yang berani jika kedatangan Daleon ke negara ini bukan hanya untuk pekerjaan tapi hal lain juga.


"Persaingan bisnis, itu wajar."


Kali ini Hayler yang sedikit mengejek Steven. Steven telah lama tinggal di organisasi dan jarang membuat sosialisasi bisnis. Jadi tentu saja tidak akan terlalu tahu tentang bagaimana saingan bisnis saling menjatuhkan satu sama lain.


Namun ini juga kebetulan keluarga Haltes menyerang perusahaan yang menjadi antek Rodney.


"Jadi kita tidak perlu menyingkir keluarga Haltes?" Steven tidak terlalu peduli dengan keluarga itu.


"Daleon Haltes, kamu juga tahu siapa dia. Apakah kamu yakin ingin menyerangnya?"


Steven terdiam sebentar, memikirkan Yuki dan Daleon sangat dekat. Jika dia mengganggu keluarga Haltes, terutama Daleon hanya karena hampir membuat rencananya berantakan, maka ....


Hubungan Yuki dengan Hayler mungkin akan hancur lagi. Tanpa sadar Steven menatap Hayler dengan ekspresi kasihan.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggunya. Sudah waktunya menebar jaring dan menangkap ikan kita."


Steven mendesah kasar dan menghubungi anak buahnya lagi untuk menginstruksikan sesuatu. Setelah itu, dia menatap Hayler sekali lagi.


"Ketika kamu pulang nanti, lebih baik memancing Lita untuk melakukan rencana Rodney. Hanya dengan Rodney memulai menyerang perusahaan mu, aku bisa melancarkan rencana dengan baik." Steven bangun dari duduknya dan siap untuk pergi.


"Aku mengerti." Hayler menjawabnya dengan malas.


Masalah ini memang tidak bisa terus menerus didiamkan. Yuki akan dirugikan karena masalah ini. Hayler punya tujuan sendiri dan Steven juga sama.


Karena itu, Hayler sengaja pergi ke rumah Yuki dan membiarkan reporter koran harian memfotonya. Lalu pulang saat malam harinya. Dia bertengkar lagi dengan Lita. Lebih tepatnya, dia sengaja membiarkan wanita itu bertengkar dengannya setelah mencium parfum wanita dari pakaian kerja Hayler.


Lita benar-benar tak bisa menahan dirinya lagi kali ini. Meski putranya ada di kamar dan belum tidur, itu tak menghalanginya untuk bertengkar dengan Hayler.


Topik pertengkaran selalu sama, yaitu tentang orang ketiga dalam hubungan mereka. Lita sendiri mungkin tidak ingat jika dirinya sendiri dulunya adalah wanita yang menghancurkan rumah tangga orang lain.


Pertengkaran itu selalu diakhiri dengan Hayler yang tidur di ruang belajar sampai pagi.