
Sebenarnya sebulan lalu, keduanya sedikit lebih dekat. Setidaknya Yuki tak lagi melarang Hayler bertemu dengan si kembar. Shirley dan Valley senang punya ayah kandung. Tapi ayahnya harus berpisah dengan mereka untuk sementara waktu.
Walaupun Shirley agak sedih sebelumnya, tapi lebih banyak bahagia. Pria yang memeluknya ke rumah sakit saat itu ternyata memang Hayler. Bukan hanya itu, tapi juga mendonorkan darah untuknya.
Mendengar ucapan si kembar yang baik tentang Hayler, Yuki sedikit lengah selama ini. Pertemuannya dengan Hayler menjadi lebih sering akhir-akhir ini.
Hayler menyiapkan anggur terbaik dan keduanya setengah mabuk. Yuki tak bisa mabuk sepenuhnya malam ini. Dia harus kembali bekerja besok pagi. Namun Hayler tak mau melepaskan Yuki malam ini dan meminta untuk menemaninya sebentar.
“Aku akan kembali sekarang. Tidak terlalu baik bagi kita untuk sering berkumpul. Hayler, jika kamu benar-benar tulus dan jujur kali ini, kamu harus tahu maksudku,” jelas Yuki.
Walaupun Hayler enggan untuk berpisah, tapi memang agak tidak pantas bagi Yuki. Ia tahu lebih baik dari siapapun, termasuk bagi Yuki. Hanya saja Hayler tak bisa mengungkapkan banyak rahasia saat ini. Tunggu waktu yang tepat.
“Baiklah, kalau begitu.” Hayler memeluknya cukup lama sebelum melepaskannya. “Beri tahu si kembar bahwa aku merindukan mereka.”
Yuki mendengkus. Dia bangkit dan mengambil tasnya. “Apakah kamu yakin tidak memiliki hubungan yang dalam dengan Lita? Bukankah kamu mencintainya?”
Walaupun Hayler agak mabuk, ia masih sadar dengan pertanyaan itu. Dia menggelengkan kepala. “Sejak aku membawa Lita ke rumah dan menceraikanmu, semuanya sudah dalam perhitungan yang matang.”
Hayler tidak mengungkapkan banyak rahasia yang tersembunyi. Dia hanya memberi tahu Yuki jika perceraian itu juga bagian dari rencananya.
Wanita itu menatapnya cukup lama, tidak tahu apa yang dipikirkannya. Namun ia segera pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Hayler hanya menyaksikan sosoknya menghilang di balik pintu. Suasana akhirnya sepi.
Hayler menuangkan anggur untuk dirinya sendiri dan menghubungi seseorang untuk datang menemaninya minum.
Orang yang dihubunginya adalah Steven. Pria itu datang tak lama setelah dihubungi dsn duduk tanpa permisi.
"Kamu mabuk lagi? Bukankah Yuki baru saja datang?" Steven menguangkan gelas berisi anggur dengan posisi angkuh. "Kenapa kamu tidak mengajaknya bergabung untuk mencari informasi. Mungkin dia lebih baik darimu," candanya.
Hayler meletakkan gelasnya. "Jangan libatkan dia. Aku sudah cukup membuatnya kecewa selama ini."
Steven berdecak, tidak lagi bicara. Dia meminum anggurnya dalam satu kali teguk.
Hubungan keduanya sudah terjalin selama beberapa tahun. Tapi baru tahun itu Hayler dan Steven memiliki kerja sama yang serius. Belum lagi, ini melibatkan keluarga dan pernikahan.
Saat keluarga Heart mengadakan jamuan kembalinya Steven dari luar negeri, sebenarnya ada sedikit rasa bersalah. Keluarga Heart adalah teman baik keluarga Sconava. Tapi Steven harus mengorbankan pernikahan Yuki dan Hayler demi misinya.
Jangan salahkan keluarga, tak ada yang tahu tentang identitas rahasianya selama ini. Jika suatu hari keluarga Sconava ingin menyalahkan orang, salahkan saja dirinya. Orangtuanya tak ada hubungannya dengan ini.
Steven menghela napas. "Apakah kamu membenciku setelah kerja sama itu dibentuk?" tanyanya samar.
Hayler tersenyum kecut. "Bahkan jika aku membencimu karena menghancurkan pernikahanku, lalu apa? Haruskah aku menendangmu ke gerbang dewa kematian?" candanya agak dingin.
Tanpa diduga, Steven tertawa. Dia menuangkan anggur ke gelasnya yang kosong. "Jangan khawatir, ketika misi ini selesai, aku akan memberimu pernikahan paling tak terlupakan di negara ini."
Hayler sedikit mengerang. "Bagaimana bisa pernikahan itu terjadi? Yuki mungkin tidak ingin menikah lagi."
"Huh! Belum mulai tapi sudah menyerah." Steven mengejeknya. Lalu dia berekspresi serius. "Kudengar ibumu mengalami gangguan mental?"
"Jangan pura-pura tidak tahu. Bukankah kamu mencari tahu?"
Hayler kesal dengannya. Kenapa Steven Heart ini selalu pura-pura bertanya walaupun sudah jelas jawabannya?
"Tidak bisakah kamu bersikap seolah-olah tidak tahu?"
"Lupakan saja." Hayler malas berdebat dengannya. "Ibuku memang mengalami gangguan mental. Ayahku cerita segalanya. Bagaimana menurutmu?"
"Tentu saja. Dulu ibuku terlihat sangat baik hingga ingin aku segera punya anak. Tapi dia mengirim obat pencegah kehamilan pada Yuki dan menuduhnya infertilitas. Dia menjadi lebih depresi dan mudah tersinggung setelah aku dan Yuki bercerai.
Bukankah kamu bilang Lita dan Rodney adalah komplotan dan hanya akan menyerang perusahaanku? Mungkinkah mereka menyerang ibuku juga?" jelasnya panjang lebar.
Hal ini membuat Steven terdiam. Dia menyipitkan mata. "Tampaknya ada beberapa detail yang terlewat. Aku akan mencari tahu perlahan. Rodney ini bukan penjahat biasa. Berhati-hatilah di masa depan."
"Lalu kapan aku bisa berkumpul dengan anak-anakku?"
"Apakah kamu pamer?!" Steven memelototinya. "Baik, aku lajang! Kenapa aku tidak menjadi ayah tiri anakmu?" candanya lagi.
Hayler menggertakkan gigi. "Langkahi dulu mayatku!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayler pulang dalam keadaan mabuk. Ketika Lita mendengar suara, ia segera keluar kamar dan menemukan Hayler baru saja masuk.
Ini sudah tengah malam dan Hayler yang mabuk sedikit berkeringat. Dua kancing bagian atas kemejanya dilepas hingga menampilkan tulang selangka yang seksi.
Lita terkejut ketika melihatnya pulang dalam keadaan mabuk. "Suamiku, apakah kamu mabuk lagi?" Ia menghampirinya.
Hayler tersenyum. "Mengobrol dengan beberapa kolega asing. Kami minum cukup banyak," jawabnya datar. Sudah terbiasa dengan mencari alasan.
Lita tersenyum dan mencoba membantunya kembali ke kamar. Namun dia tertegun saat mencium bau parfum wanita dari tubuh Hayler. Hatinya sedikit tidak nyaman.
Pria ini dulu selingkuh dengannya saat masih bersama Yuki. Sekarang mengetahui Hayler mungkin ditemani wanita cantik saat minum-minum dengan para kolega, dia tak bisa berkata-kata.
"Hayler, wanita seperti apa yang menemanimu minum malam ini? Parfum ini tampaknya sangat mahal," ucap Lita memberanikan diri untuk bertanya.
Hayler terkejut. Ia sering bertemu Yuki dan memeluknya. Tapi tidak pernah meninggalkan banyak bau parfum di tubuhnya. Memikirkan Yuki yang memiliki aroma manis saat dipeluk, tampaknya parfum yang disemprotkan itu menempel di tubuhnya sendiri.
Mungkinkah wanita itu sengaja ingin membuat Lita cemburu?
Matanya menyipit. Tampaknya Yuki tidak menolak pendekatannya selama ini, salah satunya mungkin untuk membalas dendam.
Wanita yang tak berperasaan itu!
Hayler terkekeh. "Bukan siapa-siapa, hanya gadis penghibur yang disewa mereka," jawabnya tanpa ada keraguan.
Lita memperhatikannya sebentar. Ia juga tahu kebiasaan ini saat para kolega berkumpul dan minum-minum. Terkadang mereka akan menyewa para penghibur untuk menyenangkan tamu penting.
Lita berusaha menyembunyikan ketidaksenangannya. "Aku akan menyiapkan air hangat untukmu. Tidurlah setelah mandi?"
"Tidak perlu. Aku akan langsung tidur. Bagaimana kabar Hayrus?"
"Dia merindukanmu seperti biasanya. Ngomong-ngomong, Hayrus akan segera berulang tahun bulan ini. Bisakah kita merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya?"
"Ya ..." Hayler lupa jika anak itu akan berulang tahun.
Jika dia ingat dengan benar, umur Hayrus hampir sama dengan si kembar Shirley dan Valley. Umur mereka hanya terpaut bulan.
"Mari adakan pesta ulang tahun di perusahaan," ucapnya mengambil keputusan.