
Mengenai Hayler, Yuki juga harus jujur. "Kami hanya dekat hanya karena di kecil. Jika bukan keduanya, aku dan dia mungkin tak akan saling menyapa lagi," jelasnya setengah benar dan salah.
Yuki juga tahu bahwa Daleon bertanya ini mungkin untuk memastikan apakah dia lajang atau tidak.
"Apakah kamu menyalahkanku karena tidak menerima lamaranmu sebelumnya?" tanyanya.
"Tidak. Apakah aku termasuk orang seperti itu?"
"Menurutku bukan."
Daleon tersenyum. "Aku tidak ingin memaksamu jika tidak mau. Aku setidaknya masih ayah angkat kedua anak itu dan menyaksikan bagaimana mereka tumbuh sebelumnya." Kemudian dia mengerutkan kening. "Mantan suamimu tampaknya menyimpan banyak cerita."
Pria itu tidak bermaksud untuk mengadu domba tentang hubungan keduanya. Hanya saja menurut pengamatannya secara tidak sengaja, Hayler tampaknya tidak sebebas yang dipikirkan. Terutama setelah dia mencari tahu tentang perceraian Yuki dengan Hayler.
Setelah bercerai, Hayler menikah tak lama kemudian. Pada saat itu, Yuki pergi ke negara J untuk mengembangkan diri. Namun dari hasil investigasi diam-diam, Hayler memiliki kehidupan yang tampaknya seperti robot.
Kerja, pulang, berkumpul dengan keluarga kadang membuat perjalanan bisnis yang panjang. Terutama setelah mengambil alih perusahaan Johnson Del. Tampaknya sangat jarang berkumpul dengan Lita layaknya suami dan istri. Kehidupan Hayler bergulir seperti itu selama lima tahun terakhir.
Jadi tidak mengherankan jika Daleon curiga.
Tentu saja Yuki juga tahu itu setelah Hayler sedikit cerita tentang kerja sama dengan pihak misterius. Namun ia tidak akan memberi tahu Daleon soal ini.
"Memang. Aku juga ingin tahu apa yang terjadi. Tapi dia bilang saatnya belum tiba, hanya memintaku untuk menunggu," jelasnya.
"Pernahkah dia mengatakan sesuatu padamu?" Daleon tiba-tiba ingin bergosip. Untungnya tidak ada pengunjung mendesak hari ini jadi kantornya sepi. "Aku tidak bermaksud memata-matai. Jika dia benar-benar masih memiliki perasaan padamu, itu ... harusnya bagus."
Daleon lebih suka melihat orang yang dicintainya tersenyum bahagia daripada membuatnya sedih.
"Hayler hanya bilang jika semua itu palsu. Tapi aku sendiri kurang paham apa maksudnya. Lagi pula aku tidak mau memikirkan ini sekarang. Kalau begitu aku akan kembali dulu. Kamu sibuk," ucap Yuki setelah dia melirik jam tangannya. Dia harus pergi lagi.
Daleon tidak menahan Yuki di rumah sakit. Akhirnya hanya bisa mengangguk sopan. Penampilannya saat ini membuat Yuki sedikit tersipu. Jujur saja, Daleon juga tampan. Terutama saat Daleon memakai kacamata bening dan berseragam dokter.
Sayangnya, dia tak bisa menikah dengannya. Ia hanya bisa menganggap Daleon sebagai kakak laki-laki dan ayah angkat anaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ulang tahun Hayrus akhirnya tiba. Lita sudah berdandan sebaik mungkin dan mengurus putra kesayangannya. Ini merupskan hari yang baik untuk membiarkan putranya menjadi pusat perhatian di perusahaan.
Lagi pula di masa depan, Hayrus akan menjadi pewaris perusahaan Johnson Del. Tentu saja harus membangun komunikasi yang baik dengan banyak pihak.
Sebagai seorang ibu, Lita tentu saja ingin yang terbaik untuk putranya.
Wanita itu menyipitkan mata, seandainya kehidupan bahagia ini bisa terus berlanjut hingga dia tua nanti ... Betapa bagusnya itu.
Sayangnya, Lita melihat Hayrus lagi. Anak ini akan mirip dengan Rodney di masa depan, cukup mengkhawatirkan. Jadi tidak ada cara lain selain berada di sisi Rodney. Belum lagi Rodney pandai merencakan. Jika rencananya berhasil, dia masih bisa aman bersama putranya.
"Bu, apakah hari ini akan ada kue ulang tahun yang besar?" Hayrus tiba-tiba ssja bertanya.
Lita tersenyum dan menyimpan pikiran lainnya. "Tentu saja. Ayah sudah memesan kue ulang tahun kesukaanmu."
Sungguh mengejutkan jika Hayler membeli ulang tahun untuk Hayrus. Sebelumnya jarang melakukan ini. Kali ini Hayler bilang jika kue ulang tahun dipilih bersama dengan Rodney.
Hayler sudah lama bersiap dan menunggu ibu dan anak itu untuk turun. Tuan Johnson Del dan Nyonya Luffs tak bisa hadir karena sedang berada di luar negeri. Simpelnya, semua ini rencana Tuan Johnson Del untuk tudks menghadiri ulang tahun Hayrus karena alasan tertentu.
Karena itu, pasangan itu hanya bisa menjanjikan hadiah untuk Hayrus saat kembali nanti. Lita tidak curiga tentang ini karena memang sudah tahu jika Tuan Johnson Del memiliki bisnis di luar negeri. Karena Hayler ada di sini untuk merayakan ulang tahun Hayrus, maka pasangan itu pergi menggantikannya.
"Apakah kalian sudah siap?" Hayler melihat ibu dan anak itu menuruni anak tangga.
"Ayah, aku sudah siap!" Hayrus sangat senang dan segera menghampiri Hayler.
"Yah, bagus. Ayo kita pergi." Hayler mencium pipi anak itu. Lagi pula, anak-anak tidak bersalah ....
Lita sangat percaya diri dengan penampilannya saat ini. "Suamiku, bagaimana penampilanku?" tanyanya malu-malu.
Hayler menatapnya cukup lama dan tersenyum lembut. "Cantik, seperti biasanya."
Ketiganya pergi ke perusahaan. Ulang tahun dirayakan pada sore hari menjelang malam makan. Sehingga semua tamu di perusahaan utama Johnson Del menikmati makan malam dan acara pemotongan kue.
Malam ini menjadi yang paling bahagia bagi anak itu. Belum lagi, Lita dan Hayler berdiri berdampingan, sangat serasi.
Banyak tamu yang mengambil foto dan video. Tak terkecuali Steven yang diundang ke acara itu oleh Hayler. Tentu saja berbaur dengan yang lain seraya mencari tahu tentang Lita serta Rodney.
Ketika pesta ulang tahun hampir selesai Steven sengaja mengajak Hayler untuk melakukan perjalanan bisnis. Keduanya memiliki beberapa kerja sama meski tidak resmi mengenai bisnis perusahaan. Ini kerja sama pribadi Steven dengan Hayler.
Mau tidak mau, Lita dan Hayrus hanya bisa pulang sendiri nanti. Ia ingin meminta Brim mengantar mereka pulang. Tapi siapa tahu Rodney mengajukan diri. Tentu saja Hayler tidak menolak sehingga Brim ditugaskan untuk mengendalikan situasi pesta hingga selesai.
Hayler dan Steven akhirnya meninggalkan tempat itu. Di perjalanan, keduanya yang berada dalam satu mobil saling serius satu sama lain.
"Rodney ini cukup berhati-hati." Hayler berkata jujur.
"Tentu saja. Pencuri data rahasia perusahaan nomor satu di negara ini, tidak mungkin melakukan kesalahan." Steven mencibir. "Sulit menangkap orang ini tanpa bukti. Sekarang menargetkanmu, benar-benar takdir."
Bukannya tak bisa menangkap Rodney dan melakukan investigasi. Tapi karena buktinya tidak kuat. Rodney sangat pandai menghapus jejak dsn mengelabui banyak orang. Sehingga perusahaan yang berhasil kecolongan mengira ada karyawan dalam yang berkhianat.
"Ke mana kamu akan membawaku?" tanya Hayler malas.
"Carilah bukti. Aku sudah menetapkan beberapa orang untuk mengawasi pasangan itu. Tebak, pasti keduanya akan berkumpulnya malam ini." Steven tersenyum jahat. Mengumpulkan bukti perselingkuhan juga sangat bagus.
"Sejak kapan kamu begitu suka mengamati hal-hal kecil ini?"
"Tampaknya setelah kita bekerja sama."
Keduanya tidak banyak bicara. Steven menghentikan mobilnya di sebuah hotel privat yang hanya bisa disewa oleh kalangan atas. Lalu keduanya membuka kamar.
Steven membawa tabletnya yang sudah terhubung dengan orang-orang suruhannya di luar sana.
"Mari kita tonton dan pesan popcorn," kata Steven.
Hayler mengerutkan kening. Dia ragu apakah Steven ini seorang agen atau bukan.