
Entah harus bersyukur atau merasa sedih, Yuki merasa beruntung memiliki si kembar dalam hidupnya. Meski keduanya lahir tanpa sosok ayah yang mendampingi, tapi setidaknya Yuki tak pernah membenci keduanya.
Anak-anak tidak pernah bersalah. Yuki tidak mau melepas emosinya pada kedua anak itu. Bagi Yuki, anak-anak adalah hartanya.
Selama bersantai di taman piknik, mereka mengambil foto bersama sebagai kenang-kenangan. Shirley berfoto lebih banyak dengan Yuki. Meskipun si kembar memiliki mata yang mirip dengan Hayler, tapi senyumnya semanis Yuki.
Karena khawatir kedua anak itu akan terekspos di internet secara liar, Yuki selalu mengaburkan wajah kedua anaknya. Dia tidak memiliki banyak koneksi, hanya akun pribadi tentang kehidupan sehari-hari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di perusahaan Johnson Del, Hayler bekerja seperti biasanya. Brim datang seraya membawa map cokelat dan beberapa berkas lainnya yang harus diperhatikan Hayler.
“Hayler, aku menemukan beberapa dokter yang bisa menangani penyakit anemia aplastik. Mereka memiliki tingkatnya tersendiri. Kamu bisa memilihnya,” kata Brim seraya menyerahkan map cokelat padanya.
Hayler mengerutkan kening. Dia membuka map cokelat tersebut dan beberapa resume beberapa dokter ditampilkan.
“Aku memintamu menyelidiki ini cukup lama dan kamu baru menyelesaikannya hari ini?” Hayler sedikit mengejek tapi tidak serius.
“Ini tidak mudah. Yang di luar negeri dan di negara kita saja ada beberapa. Sebagian tidak terlalu baik jadi aku memilih latar belakang yang bersih.”
Dia mengatakan itu semua seolah-olah sedang memilih calon istrinya sendiri. Agak berlebihan tapi Brim tahu kebiasaan Hayler. Jika ada yang salah dengan dokter yang dipilihnya sendiri, gajinya bisa dipotong. Jadi biarkan Hayler yang menentukannya. Ini akan menyelamatkannya dari berbagai masalah di masa depan.
Hayler melihat satu persatu profil dari dokter yang bisa menangani penyakit anemia aplastik. Kemudian tatapannya jatuh pada dokter yang identitasnya tidak terlalu dikenal. Setidaknya, Hayler masih bisa menilai apakah dokter tersebut bekerja untuk melayani masyarakat atau ingin dikenal oleh banyak orang.
“Orang ini, dari mana kamu mendapatkannya?” tanyanya pada Brim yang tengah minum kopi.
“Oh, dia direkomendasikan oleh temanku yang berada di negara B. menurutku Georgie tidak buruk. Dia terlihat malas saat aku melakukan video call dan pelit bicara. Tapi aku menemukan satu hal yang menarik. Pasiennya tidak pernah gagal menjalani perawatan darinya. Baik dari awal hingga pengobatan berjalan, semuanya baik-baik saja,” jelasnya panjang lebar.
Hayler mengerutkan kening. Dia terlihat tertarik dengan pria bernama Georgie itu. Tapi tidak tahu apakah mampu merawat Shirley? Belum lagi mungkin pihak lain enggan untuk datang ke negara A.
"Kenapa kamu tidak mencoba menghubunginya lebih dulu? Mungkin dia akan tertarik dengan kondisi anakmu," kata Brim merekomendasikannya.
"Apakah menurutmu dia layak?" Hayler menaikkan sebelah alisnya.
"Aku bukan dokter, jadi tentu saja tidak tahu. Tapi menurutku Georgie tidak buruk."
"Kalau begitu coba hubungi pihak lain untuk datang ke negara A. Katakan saja jika seseorang membutuhkan perawatan darinya."
"Aku akan mencobanya." Brim mengangguk. Dia memutuskan membujuk Georgie untuk mendapatkan perawatan putrinya. "Oh, omong-omong, mantan istrimu baru saja memposting beberapa foto."
Hayler menaikkan sebelah alisnya. Dia membuka ponselnya sendiri dan melihat beberapa foto yang diposting Yuki di social media. Namun wanita itu tidak menggunakan nama aslinya jadi tidak banyak orang lain yang tahu.
Wajah si kembar diberi emoticon sehingga tidak ada yang tahu seperti apa rupa mereka. Hayler juga mendapatkan akun dengan nama samaran. Ia sering menyukai foto dan status yang diposting Yuki.
Tentu saja Brim juga tahu itu dan hanya berdecak dalam hatinya.
“Si kembar akan berulang tahun. Biarkan Yuki mengundang kita untuk datang,” pintanya agak memalukan. Brim suka melihat si kembar. Terutama Valley. Anak laki-laki itu memiliki mulut yang menyebalkan.
Tak lama, balasan Yuki datang. Wanita itu mengatakan jika hari ulang tahun si kembar akan sederhana. Ini permintaan Valley. Belum lagi tidak cocok bagi Shirley untuk terlalu lelah. Ulang tahun akan diadakan di rumah bersama dengan kerabat.
Memikirkan hal ini, Hayler sedikit gugup untuk bertemu dengan orangtua Yuki. Ia telah mengecewakan anak mereka tahun itu. Pasti tidak ingin melihatnya. Ditambah, dia tidak mau orang-orang di sekitar Lita dan Rodney mengetahui kepergiannya nanti.
Membawa Brim saja untuk menyelamatkannya dari kemarahan orangtua Yuki tidak cukup. Dia harus membawa Steven ke acara itu. Jadi, Hayler juga mengirim pesan pada Steven saat ini.
“Bagaimana, apakah Yuki mengizinkan kita untuk datang?” tanya Brim.
“Ya. Ulang tahun si kembar dilakukan secara sederhana. Ini di rumah.”
“Rumah? Sepertinya akan sulit masuk bukan?” Brim ragu-ragu.
Hayler baru saja melihat balasan dari Steven dan senyum kecil muncul. “Sebenarnya juga tidak. Hanya saja akan sedikit merepotkan untuk bergaul. Ingatlah untuk mengatur jadwal nanti.”
“Tidak masalah.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada hari ulang tahun si kembar, memang dilakukan secara sederhana. Yuki membeli kue ulang tahun besar untuk keduanya. Tuan Frangky dan Nyonya Elisa sangat senang karena bisa merayakan ulang tahun cucu mereka tahun ini.
Tentu saja Valley dan Shirley berdandan lebih bagus malam ini. Shirley memakai gaun putih putri kecil. Sedangkan Valley memakai setelan jas dengan warna senada. Ruang keluarga didekorasi dengan berbagai jenis hiasan meriah.
Karena malam ini spesial, tentu saja Yuki juga berpakaian layaknya sosialita yang menghadiri acara pesta.
"Bu, apakah ayah akan datang malam ini?" tanya Shirley.
Yuki sedikit tertegun dan akhirnya tersenyum lega. "Dia bilang akan datang. Jika tidak datang, tidak apa-apa. Dia sibuk."
Tapi Valley cemberut. "Jika dia tidak datang, maka jangan datang di masa depan. Dia bilang padaku akan datang malam ini. Apakah dia berbohong?"
"Siapa yang berbohong pada siapa? Bagaimana mungkin aku tidak datang?" Suara Hayler membuat orang di ruang keluarga terkejut.
Terutama Nobu dan Mirain. Pria baj*ngan itu akhirnya datang! Sungguh tak tahu malu. Tapi karena ini hari ulang tahun si kembar, tentu keduanya senang. Lagi pula, tak ada yang lebih penting bagi seorang anak selain kehadiran orang tercinta.
Hayler datang bersama Steven dan Brim. Dia tidak datang dengan tangan kosong, melainkan dengan dua kado untuk mereka. Brim menyiapkan amplop berusia uang. Dia tak tahu apa yang diinginkan oleh mereka. Jadi beri saja uangnya.
Adapun Steven, sebagai perwakilan keluarga Heart, hadiahnya tak kalah istimewa dari Hayler.
"Ayah!" Shirley senang saat melihat Hayler dan bergegas untuk memeluknya.
Tentu saja Hayler menyambutnya dengan senang hati. "Selamat ulang tahun putri kecilku," bisiknya.
Shirley senang memeluk Hayler. Dia sudah lama membayangkan, alangkah baiknya bisa memeluk ayah kandungnya.
Daleon juga hadir sejak lama dan tidak mencari masalah dengan siapapun. Meski dia sedikit tidak senang dengan Hayler, namun orang-orang punya cerita sendiri. Belum lagi tentang Steven Heart.