
Pada malam harinya, Hayler jatuh sakit dan dikirim ke rumah sakit oleh Brim. Beberapa karyawan tahu jika bos mereka dalam keadaan tidak enak badan akhir-akhir ini, merasa cemas. Tentu saja bahkan jika para wanita mengidamkan Hayler, mereka tak akan sebodoh itu untuk memanfaatkan keadaan.
Gaji di perusahaan sangat tinggi. Mereka lebih suka berjalan ke tepian daripada melompat ke tengah jalan untuk memotong hidup sendiri.
Ketika Rodney mendengar jika Hayler masuk rumah sakit, tentu saja senyumnya tak bisa surut. Saat ini, dia sedang bersama Lita di apartemennya sendiri. Keduanya baru saja makan malam. Meski Lita ingin pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Hayler, dia tak bisa melangkah pergi jika Rodney menahannya.
“Apa yang kamu lakukan pada Hayler sebenarnya? Apakah kamu meracuninya?” Lita yang kini sedikit pucat menatap Rodney dengan ketidakpercayaan.
Kapan pria itu meracuninya?
Rodney tertawa ringan dan menuangkan anggur ke gelas jangkung nya. “Kenapa memangnya? Bukankah kamu sendiri yang menambahkan obat itu ke dalam makanannya?”
“Bukankah kamu bilang itu hanya akan membuatnya lemah sedikit demi sedikit? Aku setuju karena itu masih racun dari tanaman herbal Tiongkok. Jika bukan, aku sama sekali tidak akan bodoh melakukannya untukmu. Jika Hayler mencari tahu di masa depan, bukankah dia akan mencurigaiku di tempat pertama?” Lita setengah berteriak padanya.
Menurut pemikiran Lita, paling tidak Hayler hanya akan pusing dan merasa lelah secara bertahap setiap harinya. Hingga akhirnya jatuh sakit dan memulihkan diri. Selama itu, dia akan mengambil alih lebih dulu dan membimbing Rodney di dalamnya.
Siapa tahu jika Rodney sangat tidak sabar dan melakukannya.
"Kenapa dia curiga? Bukankah racun yang selama ini kugunakan masih ramuan herbal? Ini dosis kecil setiap kali digunakan. Ini bukan obat kimia yang dibeli dari tempat sembarangan." Rodney sama sekali tidak takut dengan ini.
Memang, jika ketahuan, Lita akan disalahkan di tempat pertama. Namun menurut pandangan Rodney, Hayler bukan tipe orang yang akan mencari tahu lebih jauh.
Jika tidak bukankah kedatangan Lita di masa lalu akan ditolak oleh pria itu? Semua pria itu sama ketika menghadapi masalah. Jika yang satu tidak berhasil, maka cari yang lain.
Di mata Rodney, selama Yuki tidak punya anak, maka Hayler akan mencari wanita lain untuk memenuhi harapan Nyonya Luffs.
Sangat disayangkan jika Hayrus adalah darah dagingnya sendiri. Bukan milik Hayler. Ia harus berterima kasih pada Hayler karena membesarkan putranya dengan baik tanpa kesulitan. Tapi masalahnya, anak ini memiliki penyakit jantung. Sama seperti dirinya. Masalah ini tak pernah diberitahukan pada Lita.
Alasan kenapa Rodney membiarkan Lita mengandung anaknya sendiri jelas untuk menahannya. Bagaimana perusahaan Hayler akan menjadi miliknya cepat atau lambat dan tentu anaknya tak boleh salah.
"Temani aku minum dan matikan ponselmu. Kamu akan menjenguknya besok. Katakan saja padanya jika ponselmu kehabisan daya saat diperjalanan." Rodney tidak peduli dengan tatapan Lita yang penuh kemarahan. Dia justru tersenyum puas.
Lita mengembuskan napas kasar. Meski dia sangat ketakutan akan ketahuan, tapi entah kenapa sikap Rodney membuatnya yakin tidkanakan terekspos. Dia hanya bedhtaao Hayler tidak terlalu parah saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah sakit, Hayler yang berada di ruang inap pasien VIP justru tampak santai bersandar sambil membaca berita keuangan. Dia tidak terlihat sakit sama sekali, hanya merasa tidak bertenaga saja.
Brim yang melihatnya seperti itu, merasa pusing. Ia curiga jika pasiennya bukan Hayler atau dirinya.
"Hayler, kenapa kamu harus berpura-pura sakit sekarang? Tidak bisakah kamu melakukannya besok?" Brim bertanya dengan wajah mengantuk.
"Sudah terlambat. Lebih baik melakukannya sekarang."
"Sudahkah kamu menghubungi Lita? Karena katamu itu bukan dia, bukankah dia harusnya khawatir sekarang?"
Hayler menggelengkan kepala. "Dia tak akan datang malam ini. Tunggu besok."
Besok, besok lagi! Brim sangat kesal hingga dia pergi ke sofa untuk tidur.
Dia menghela napas tidak berdaya. Sudah lima tahun, kapan semua ini akan berakhir?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya Yuki baru tahu jika Hayler masuk rumah sakit. Namun dia tidak pergi ke sana agar tidak menimbulkan kecurigaan. Namun akhir-akhir ini, ia selalu merasa telah diikuti oleh seseorang. Meski tidak tahu siapa firasatnya mengatakan pihak lain tidak berniat buruk.
Lagi pula, siapa yang akan mencelakainya begitu terang-terangan?
"Daleon, apakah kamu sibuk?" tanyanya ketika pergi ke rumah sakit dns menemukan Daleon.
Keduanya bicara di ruang kerja Daleon yang penuh dengan nuansa kesehatan kandungan. Pria itu memakai jas putih rumah sakit, kacamata bening serta stetoskop. Melihat Yuki datang, dia tersenyum lembut.
"Tidak untuk saat ini. Tumben kamu datang ke sini. Apakah dia sesuatu?"
Yuki teringat sesuatu. "Maaf, aku lupa untuk mengunjungimu di sini. Kamu sibuk, jangan ganggu sebelumnya."
Pria itu menggelengkan kepala, melepaskan kacamata dan mengucek matanya sedikit.
"Hanya beberapa pemeriksa sederhana. Kebanyakan dari mereka berlama-lama hanya untuk mengobrol dengan denganku."
"Mereka jatuh hati padamu. Mungkin berpikir jika anak di perut mereka adalah milikmu." Yuki tertawa setelah menggodanya.
Daleon tersenyum tidak berdaya. Seandainya aku dan kamu juga bisa ... Pikirnya.
"Ada apa datang ke sini, bukan untuk mengecekmu hamil bukan?"
Walaupun Daleon kurang nyaman saat melihat Hayler dan Yuki tampak harmonis di permukaan, tapi dia juga tak bisa memaksakan cinta. Dia bisa menikah dengan Yuki jika mau. Tapi wanita itu tidak mau. Keluar Yuki menerimanya. Namun Yuki tidak mau.
Daleon bukan tipe pria yang egois. Dia tahu, pernikahan tanpa cinta hanya akan membuat kedua belah pihak menderita. Meski dia bisa memanfaatkan di kembar, jelas tidak ingin melibatkan anak-anak.
"Tentu saja bukan. Aku datang ke sini untuk bertanya padamu. Ini tentang kehamilanku sebelumnya. Kamu bilang ada yang salah dengan tubuhku saat itu."
"Oh, kenapa kamu tertarik dengan ini?"
"Aku baru saja menemukan fakta jika tonik yang selalu kuminum setiap hari bukankah penambah kesuburan tapi justru obat pencegah kehamilan."
"Dulu tubuhmu sedikit rentan saat hamil si kembar. Memang efek dari mengonsumsi obat seperti itu. Namun karena obat itu merupakan herbal, jadi risikonya lebih kecil. Sayangnya aku bukan ahli obat tradisional jadi tidak bisa memberimu banyak penjelasan," jelas Daleon lembut. Tak ada raut ketidaksabaran di wajahnya sama sekali.
"Ngomong-ngomong, tahu ini dari siapa?" imbuhnya bertanya.
"Hayler menceritakannya sendiri dan mengirimiku buktinya."
Tiba-tiba saja Daleon bertanya tanpa sengaja. "Kamu dan dia ... apakah punya hubungan?"
Yuki menggelengkan kepala. Hubungan apa yang harus dia miliki sekarang? Selingkuhan? Jelas Hayler tidak mau melakukan hal tersebut. Begitu pula dirinya.
Namun meski demikian, Hayler masih diam-diam mendatanginya.