Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Obat Herbal



"Apa ... Apa yang kamu lakukan? Rodney, jangan berlebihan! Hayler berbeda dengan pemimpin perusahaan lain yang pernah kamu hancurkan!"


Lita khawatir Rodney akan kehilangan akal dan memulai rencana tanpa sepengatahuannya.


"Aku akan bekerja di perusahaannya selama beberapa waktu. Ini lebih mudah ditangani."


"Masuk perusahaannya?!" Lita tahu kebiasaan Rodney ketika melancarkan aksinya. "Apakah kamu yakin? Sudahkah kamu memberikan proposal lamaran kerja ke perusahaan?"


"Ya, aku sudah melakukannya kemarin."


"Kenapa kamu tidak membicarakan ini denganku lebih dulu? Setidaknya aku bisa mengajukan proposal ke perusahaan agar tidak ada kecurigaan!"


"Apakah kamu mengurus bisnisku?!" Rodney tampak marah dan mencekiknya.


Lita merasa tenggorokannya sakit dan menyadari jika Rodney mencekik lehernya saat ini. Wajahnya memutih karena ketakutan.


Rodney selalu kejam dan caranya mengajari orang yang tidak patuh pasti lebih mengerikan. Ia tak terkecuali menjadi salah satunya.


Karena itu saat Rodney memintanya untuk merayu Hayler dan mendapatkan hatinya, Lita tidak menolak. Ia muak dengan kekejaman Rodney meski sebenarnya dia juga suka.


Namun menjadi istri keluarga kaya pasti sangat menyenangkan. Selain ada pelayan yang mengurus segalanya di rumah, ia juga bisa berbelanja dan bersenang-senang dengan istri kaya lainnya.


Sekarang sudah bertahun-tahun, kenyamanan di rumah sebagian istri kaya harus hancur kembali ketika Rodney muncul lebih sering. Mungkin, rencana yang tertunda selama bertahun-tahun harus dilakukan.


"Rod-Rodney, lep-paskan! Aku ... Aku tahu, aku ... aku salah!" Lita mencoba melepaskan tangan pria yang mencekik lehernya.


Rodney tidak ingin membuat keributan di rumah sakit sehingga dia melepaskan Lita. Namun tatapan kejamnya tak lepas dari pandangan Lita.


"Ingat bisnismu sendiri! Jika kamu masih ingin memiliki status untuk anak itu, lebih baik bagimu untuk tetap pada rencana. Apa salahnya jika aku menghancurkan perusahaan Hayler? Bukankah setelah itu kekayaan akan menjadi milikmu?"


Lita tidak banyak bicara. Ini juga benar. Jika rencana Rodney berhasil, ia juga menikmati kekayaannya. Ia hanya mengangguk patuh. Setelah itu, Rodney pergi meninggalkannya.


Setelah pria itu tidak lagi terlihat dalam pandangan, Lita sangat marah hingga ia menghentakkan kakinya ke lantai kuat-kuat. Dia menggeram diam-diam.


"Rodney!! Suatu hari nanti aku pasti akan membuatmu menyesalinya!" geramnya dengan dada naik turun secara tidak seimbang.


Lita kembali ke ruang rawat putranya dan melihat anak itu sudah tertidur. Ia merasa lega sekaligus khawatir.


Rodney muncul lebih sering untuk melihat anak itu saat ini. Ia harus mengingatkannya untuk tidak sering datang. Jika Hayler tahu dan curiga, ia bisa dituduh berselingkuh.


Ini lebih buruk dari pada Hayler tidak pulang karena kesibukannya bekerja. Baik pria maupun wanita selalu sensitif jika menyangkut pihak ketiga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lita tidak tahu jika Hayler sudah pulang ke rumah saat ini. Dia masih berada di rumah sakit ketika Hayler pulang dengan Brim.


Pelayan di rumah itu adalah milik Hayler sehingga kepulangannya juga tidak dilaporkan pada Lita.


"Sudah berapa lama dia di rumah sakit?" tanyanya.


Pelayan kepercayaannya menjawab. "Nyonya sudah tiga hari di sana dan sesekali akan pulang untuk berganti pakaian dan membawa kebutuhan tuan kecil."


Hayler mengangguk dan melonggarkan dasinya. "Kamu bisa pergi."


Pelayan itu pergi untuk mengurus pekerjaannya.


Hayler pergi ke ruang belajar saat Brim pergi ke dapur mengambil air minum dari kulkas. Ini bukan pertama kalinya Brim ke rumah Hayler setelah perceraian Yuki. Tapi karena dia tidak menyukai Lita, kedatangannya ke rumah ini pasti tidak lama.


Karena tahu pelayan kepercayaan Hayler sudah tinggal di rumah ini selama lebih dari sepuluh tahun, ia diam-diam menghampiri dan bertanya.


"Tunggu, bisakah aku mengajukan beberapa pertanyaan?"


"Apa yang ingin ditanyakan Tuan Brim?" tanyanya sopan.


"Kamu pasti mengenal Yuki kan?"


Pelayan itu terkejut dan mengingat sosok Yuki di masa lalu. "Ya, tentu saja. Saya kenal nona Yuki."


"Menurut mu, apakah Yuki ... baik?" Brim sedikit bingung bagaimana cara bertanya tentang Yuki sebelumnya.


"Nona Yuki sangat baik dan selalu menunggu tuan muda pulang. Kami tidak pernah dimarahi sama sekali dan sebagian kebutuhan tuan muda akan diurus oleh nona Yuki."


"Kalau begitu ... kamu juga tahu bahwa dia tidak memiliki memiliki anak?"


Pelayan itu sedikit terkejut dan agak bingung. "Kami memang tahu. Nona Yuki selalu mengonsumsi obat herbal agar bisa mengandung anak lebih cepat. Tapi ... sepertinya tidak berhasil dan selalu membuat nona Yuki banyak pikiran."


Brim memikirkan sesuatu dan rasanya ada yang curiga. "Apakah obat-obat herbal itu masih ada?"


"Kenapa Tuan Brim menanyakan ini?" Pelayan kepercayaan Hayler sedikit curiga.


"Bukan apa-apa. Aku hanya ingin memastikan sesuatu. Jangan khawatir, tuanmu tidak akan marah. Jika sisa obatnya masih ada sampai sekarang, aku ingin mengambilnya."


Pelayan itu hanya mengangguk dan mengajaknya mengambil obat herbal dari gudang. Karena obat herbal berupa dedaunan, akar, batang atau bunga kering khusus, dia menyimpannya di gudang. Mungkin suatu hari nanti akan berguna.


Lita tidak pernah mempertanyakan masalah obat itu karena mungkin tak berguna baginya. Namun pelayan itu adalah orang yang tahu tentang Yuki saat pertama kali keduanya tinggal bersama.


Sayang sekali harus bercerai. Yuki sangat baik di mata pelayan itu ketimbang Lita yang banyak berakting.


Pelayan mengeluarkan sebuah kotak yang tak terlalu kecil atau besar lalu memberikannya pada Brim.


"Apakah ini obatnya?" Brim sedikit curiga.


"Ya, sejak nona Yuki meninggalkan rumah, dia tidak mengambil obat ini lagi. Kemudian karena obat herbal ini terlihat cukup mahal dan berharga, saya hanya menyimpannya dalam kotak agar khasiatnya tidak rusak. Mungkin suatu hari nanti bisa berguna," jelasnya.


Sebelum pergi, Brim bertanya untuk terakhir kalinya. "Apakah dia membelinya sendiri?"


Pelayan itu menggeleng. "Setahu saya, obat herbal ini dikirim oleh ibu tuan muda di masa lalu dan selalu rutin setiap kali akan habis."


Brim hanya mengangguk lalu pergi. Kebetulan dia langsung berpapasan dengan Hayler yang baru saja menuruni anak tangga.


"Apa yang kamu pegang?" Hayler melihat Brim datang dengan sebuah kotak di tangannya.


"Ck, aku akan mencoba membantumu meneliti sesuatu. Ini obat herbal yang dulu dikonsumsi oleh mantan istrimu. Apakah kamu tahu?"


Hayler mengerutkan kening. "Ya, aku tahu. Ibuku selalu memberikan ramuan herbal itu padanya. Dia bilang bagus untuk kesuburan rahim. Tapi selalu tidak ada hasil."


"Pernahkah kamu meminumnya?"


"Aku sehat jadi tidak meminumnya." Hayler sedikit tersinggung.


Brim tidak lagi memprovokasinya dan pergi dengan kotak itu.


"Tunggu! Ke mana kamu akan membawa benda itu pergi?"


Brim tidak berhenti dan justru berjalan lebih cepat. "Tentu saja bawa ke ahli pengobatan tradisional. Aku ingin tahu apa saja khasiatnya."


"Kamu curiga sesuatu?"


"Kita akan tahu setelah memeriksanya." Brim sudah keluar rumah dan meninggalkannya sendiri.