Ex-Husband's Secret

Ex-Husband's Secret
Rahasia Hayler



"Ini— apa yang terjadi? Siapa pria yang memiliki kemiripan denganmu ini?" tanyanya agak bersemangat.


Bahkan jika itu hanya sedikit mirip, Lita harusnya curiga bukan? Bagaimana mungkin bisa tidur dengan pria lain tanpa curiga?


Hayler menceritakan sedikit jika dia menggunakan lilin aromaterapi setiap kali Lita menginginkan hubungan intim dengannya. Tapi lilin aroma terapi itu merupakan obat bius yang mampu membuat tubuh dan pikiran kacau.


Setiap kali terjadi, bukan Hayler yang menidurinya. Dia meminta orang lain melakukannya.


"Yuki, aku bersumpah, aku hanya pernah tidur dengannya satu kali di masa lalu karena mabuk. Tapi aku tidak pernah melakukannya lagi."


Hayler tidak menjelaskan lebih jauh tentang alasannya dan kenapa semuanya terjadi. Ini membuat Yuki semakin bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Hayler tiba-tiba menjelaskannya malam ini. Apakah ada sesuatu yang tidak dia ketahui sebelumnya.


"Rahasia apa yang kamu miliki sebenarnya? Kenapa kamu tiba-tiba menjelaskannya padaku?" tanyanya seraya menatap Hayler dengan saksama.


Pria itu juga menatapnya. Tapi kemudian dia memeluknya. "Maaf, aku tak bisa menjelaskannya sekarang. Aku juga bekerja untuk seseorang saat ini."


"Tapi kamu dan Lita, bagaimana pun juga—"


"Palsu! Semuanya hanya palsu." Hayler memeluknya lebih erat. "Kamu hanya perlu tahu semua itu hanyalah palsu," bisiknya.


Yuki masih pusing menerima informasi ini. Dia ingin melepaskan diri darinya. "Jangan mengatakan ini hanya untuk membujukku. Bagaimana pun juga kita sudah bercerai. Kamu punya istri dan anak sekarang. Aku—"


Hayler tiba-tiba saja mencium bibirnya sesaat, lalu menatapnya dalam-dalam. "Bersabarlah, okay? Aku tak akan membuat hubungan kita salah di masa depan. Tapi aku butuh waktu, beri aku waktu. Valley dan Shirley adalah anakku. Kamu tidak perlu menyangkalnya lagi."


Yuki terdiam. Benar saja, Hayler sudah tahu jika keduanya adalah anaknya.


"Maaf, Yuki. Jika bukan karena ibuku, kamu tidak akan menderita ...."


Malam itu, keduanya memiliki banyak kata dan meluapkan pikiran. Untuk pertama kalinya, Yuki terlihat lemah dan lelah di depan Hayler. Rasa cinta dan benci selalu menjadi satu. Pada akhirnya ia tidak berdaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuki kembali sebelum fajar. Orangtuanya tidak banyak bertanya. Setidaknya, Yuki memiliki urusannya sendiri. Si kembar bangun cukup pagi, membersihkan diri dan menunggu sarapan.


Adapun Yuki, dia mengurus keduanya seperti biasa sebelum nanti berangkat kerja.


"Bu, apakah kamu dalam suasana hati yang bahagia?" Shirley melihat ibunya dalam keadaan yang baik hari ini, jadi penasaran.


Yuki mencubit pipi si kecil. "Bagaimana kamu tahu?"


"Senyum Ibu sangat manis." Gadis kecil itu menggodanya.


"Hey, dari mana belajar ini? Jangan belajar dari kakakmu. Dia mungkin playboy di masa depan," canda Yuki.


Valley tidak senang dengan panggilan itu. "Tidak mungkin! Aku sangat setia."


Yuki mencibir diam-diam. Anak ini sama seperti Hayler, bukan? Sayangnya dia tak bisa mengatakan apa-apa. Anak-anak fokus belajar dan tidak perlu memikirkan masalah orang dewasa.


Ketika anak-anak pergi, Nyonya Elisa menghampiri Yuki dan bertanya tentang kepergiannya semalam. Yuki hanya bisa jujur tentang pertemuannya dengan Halbert. Masalahnya, dia hanya memakai piyama tipis saat itu, agak canggung.


Meski keduanya tidak melakukan hubungan apapun di ranjang malam tadi, Hayler tampaknya hampir tak bisa menahan diri. Jika bukan karena harus kembali sebelum fajar dan berangkat kerja, adegan lain mungkin terjadi.


Namun Yuki enggan untuk menjadi selingkuhan Hayler saat ini. Tapi pria itu bilang tidak akan membuat identitasnya salah. Ia ingin tahu apa yang disembunyikan Hayler selama ini hingga tak bisa mengatakannya dengan santai.


Nyonya Elisa mengerutkan kening. "Tidak. Kenapa kamu bertanya tentang ini?" tanyanya.


"Ibu Hayler membenciku sepertinya karena berkaitan dengan masa lalu," jawabnya.


Nyonya Elisa terdiam. "Aku memang mantan kekasih tuan Johnson Del. Tapi itu sudah lama sekali sebelum aku menikah dengan ayahmu. Apakah dia masih memikirkan ini?"


Dia tahu Nyonya Luffs tidak suka padanya karena hubungan masa lalu. Tapi tidak mungkin begitu gila untuk menghancurkan hubungan pernikahan anak-anak.


Siapa tahu saat Yuki cerita, Nyonya Elisa merasa ini serius. Tapi di mana dia melewatkan sesuatu?


Tuan Johnson Del sudah tidak lagi mengungkit masalah ini. Setiap orang punya keluarga sendiri, hanya menjadi mitra pada akhirnya. Sayangnya karena Hayler selingkuh, pernikahan itu rusak.


Tidak mungkin Nyonya Luffs menghancurkan pernikahan putranya sendiri karena hal ini. Seberapa bencinya Nyonya Luffs, tidak akan menyakiti tubuh Yuki. Tapi tampaknya ia salah. Kegilaan Nyonya Luffs tak bisa lagi menahan Yuki bersama Hayler.


Nyonya Elisa tak bisa menahan diri untuk menahan tangis. Masa lalu dirinya sendiri akan menjadi kesialan putrinya. Bagaimana mungkin dia bisa tahan?


"Kenapa Hayler begitu tahu tentang hal-hal itu? Apakah ayahnya memberi tahu?"


Yuki mengangguk. "Dia cerita padaku semua itu termasuk ... termasuk obat hendak yang diberikan nyonya Luffs padaku. Itu bukan untuk aku subur tapi justru sebaliknya."


Yuki juga marah soal ini. Nyonya Luffs bukankah menginginkan anak? Lalu kenapa membuatnya tak bisa memiliki anak? Sekarang semuanya terjawab. Karena Nyonya Luffs khawatir dirinya merebut Hayler sama seperti Tuan Johnson Del yang masih mencintai Nyonya Elisa.


"Nak, kamu telah menderita karena Ibu selama ini. Maaf. Jika Ibu tahu semua ini akan terjadi, kami tak akan membiarkanmu menikah dengannya," kata Nyonya Elisa merasa sangat menyesal untuk putrinya.


Yuki menggelengkan kepala, menenangkan ibunya. "Bu, aku baik-baik saja. Jangan khawatir. Hayler bilang dia butuh waktu untuk menjelaskan semuanya."


"Apakah kamu percaya padanya?" Nyonya Elisa menatap putrinya, sedikit tidak yakin. "Semua pria mungkin bisa berbohong dan berkata-kata manis. Jika Hayler hanya memanfaatkanmu saja, jangan pernah memikirkan pria itu lagi."


Yuki terdiam. Sebenarnya dia tidak terlalu percaya dengan ucapan Hayler. Tapi lebih baik berjudi daripada tidak sama sekali. Dia ingin tahu apa yang sebenarnya pria itu sembunyikan darinya selama ini.


Untuk siapa Hayler bekerja dan kenapa ads Hayler palsu yang bersama Lita? Hayler tidak menjelaskan masalah itu, seolah-olah mulutnya terkunci rapat untuk sesuatu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayler kembali dini hari tadi dan pria yang mirip dengannya sudah menyelesaikan tugas. Keduanya berpisah seolah-olah tak terjadi apa-apa.


Pria itu hanya memakai jubah mandi dan tidur di samping Lita yang tak berbusana, hanya tertutupi selimut tebal. Ketika wanita itu bangun, pikirannya melayang tentang kejadian semalam.


"Suamiku, apakah kamu ingat dengan orang yang mendonorkan darah untuk Hayrus?" tanya Lita tiba-tiba.


Wanita itu memeluk Hayler dengan manja. Pria ini harusnya sudah mandi, tubuhnya penuh dengan wangi sabun mint.


Hayler tersenyum dangkal. "Tentu saja. Ada apa?"


"Dia harusnya melamar kerja ke perusahaan. Sudahkah kamu melihat resume nya?"


"Ya. Dia memiliki riwayat pekerjaan yang baik sebelumnya jadi coba saja masuk perusahaan. Brim akan mengurusnya nanti. Anggap saja ini juga bentuk rasa terima kasihku karena menyelamatkan Hayrus," jelasnya tanpa ragu sama sekali.


Lita sedikit terkejut kemudian tersenyum senang. Dia memeluknya lebih erat. "Terima kasih sayang."


"Tidak masalah. Apapun untukmu," ucap Hayler. Dia langsung menyipitkan mata. Ada sentuhan dingin di matanya.